Kamis, 03 Sep 2026 14:20 WIB

Ini Rute dan Waktu Terbaik Berwisata ke Ranu Manduro Mojokerto

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Feb 2020 14:20 WIB

Surabaya - Wisata Ranu Manduro yang lagi hangat diperbincangkan masyarakat menjadi incaran wisatawan untuk mencicipi lanskap indah bak di luar negeri.

Berada di Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur, Ranu Manduro merupakan bekas tambang galian C yang membentuk view indah dengan hamparan rerumputan hijau membentang luas dan diperindah background perbukitan serta Gunung Penanggungan.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Kelompok Tani, Ajak Milenial Tak Gengsi jadi Petani

Untuk menuju wisata ini cukup mudah karena sudah tersedia di Google Maps, masyarakat sekitar pun sudah mengenal lokasi ini sejak sekitar tahun 2017.
Perjalanan dari Surabaya ke arah selatan (Gempol) dengan jarak sekitar 50 KM dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 15 menit.

Jika dari Kota Mojokerto, sekitar 48 menit menuju lokasi. Kita tinggal mengarahkan perjalanan menuju ke balai desa. Sesampainya di balai desa, kita tinggal masuk ke sebuah gang yang bersebelahan dengan minimarket Alfamart dan balai desa. Ranu Manduro tak jauh dari sana.

Di wisata Ranu Manduro tersebut kita bisa mengambil gambar atau berswa foto (selfie) karena semua spotnya instagramable.

Adjeng, salah seorang warga Ngoro membenarkan lokasi Ranu Manduro berada di Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Kebakaran Hutan di Lereng Semeru Meluas hingga 592 Hektar, Pendakian Ditutup Total

“Iya benar itu di Ngoro, Mojokerto, itu dulu bekas tambang galian katanya, namun sekarang sudah tidak ada aktifitas lagi,” tuturnya.

Untuk dapat menikmati suasana keren atau pencahayaan yang bagus, sebaiknya mengunjungi Ranu Manduro pada pagi atau sore hari, terlebih usai hujan, karena pemandangan akan terlihat menyegarkan.

Lokasi Ranu Manduro ini berada tepat di bawah kaki gunung Penanggungan yang memiliki ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Baca Juga: Melihat Keseruan Tradisi Rombekan Tabur Uang Peringati Maulid Nabi Muhammad di Mojokerto

“Sebenarnya lokasi ini sudah lama ada, tapi tidak seperti ini, mungkin karena musim hujan jadi lokasi yang dulunya tambang kini menjadi subur dan di penuhi rerumputan,” jelasnya.

Sumber foto: Instagram kabarmojokerto

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.