Senin, 02 Feb 2026 11:22 WIB

Ini Rute dan Waktu Terbaik Berwisata ke Ranu Manduro Mojokerto

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Feb 2020 14:20 WIB

Surabaya - Wisata Ranu Manduro yang lagi hangat diperbincangkan masyarakat menjadi incaran wisatawan untuk mencicipi lanskap indah bak di luar negeri.

Berada di Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur, Ranu Manduro merupakan bekas tambang galian C yang membentuk view indah dengan hamparan rerumputan hijau membentang luas dan diperindah background perbukitan serta Gunung Penanggungan.

Baca Juga: Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Untuk menuju wisata ini cukup mudah karena sudah tersedia di Google Maps, masyarakat sekitar pun sudah mengenal lokasi ini sejak sekitar tahun 2017.
Perjalanan dari Surabaya ke arah selatan (Gempol) dengan jarak sekitar 50 KM dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 15 menit.

Jika dari Kota Mojokerto, sekitar 48 menit menuju lokasi. Kita tinggal mengarahkan perjalanan menuju ke balai desa. Sesampainya di balai desa, kita tinggal masuk ke sebuah gang yang bersebelahan dengan minimarket Alfamart dan balai desa. Ranu Manduro tak jauh dari sana.

Di wisata Ranu Manduro tersebut kita bisa mengambil gambar atau berswa foto (selfie) karena semua spotnya instagramable.

Adjeng, salah seorang warga Ngoro membenarkan lokasi Ranu Manduro berada di Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

“Iya benar itu di Ngoro, Mojokerto, itu dulu bekas tambang galian katanya, namun sekarang sudah tidak ada aktifitas lagi,” tuturnya.

Untuk dapat menikmati suasana keren atau pencahayaan yang bagus, sebaiknya mengunjungi Ranu Manduro pada pagi atau sore hari, terlebih usai hujan, karena pemandangan akan terlihat menyegarkan.

Lokasi Ranu Manduro ini berada tepat di bawah kaki gunung Penanggungan yang memiliki ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Baca Juga: Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

“Sebenarnya lokasi ini sudah lama ada, tapi tidak seperti ini, mungkin karena musim hujan jadi lokasi yang dulunya tambang kini menjadi subur dan di penuhi rerumputan,” jelasnya.

Sumber foto: Instagram kabarmojokerto

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.