Rabu, 22 Mei 2024 03:52 WIB

Ini Rute dan Waktu Terbaik Berwisata ke Ranu Manduro Mojokerto

  • Reporter : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Feb 2020 14:20 WIB

Surabaya - Wisata Ranu Manduro yang lagi hangat diperbincangkan masyarakat menjadi incaran wisatawan untuk mencicipi lanskap indah bak di luar negeri.

Berada di Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur, Ranu Manduro merupakan bekas tambang galian C yang membentuk view indah dengan hamparan rerumputan hijau membentang luas dan diperindah background perbukitan serta Gunung Penanggungan.

Baca Juga: Begini Serunya Festival Rujak Uleg di Surabaya

Untuk menuju wisata ini cukup mudah karena sudah tersedia di Google Maps, masyarakat sekitar pun sudah mengenal lokasi ini sejak sekitar tahun 2017.
Perjalanan dari Surabaya ke arah selatan (Gempol) dengan jarak sekitar 50 KM dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 15 menit.

Jika dari Kota Mojokerto, sekitar 48 menit menuju lokasi. Kita tinggal mengarahkan perjalanan menuju ke balai desa. Sesampainya di balai desa, kita tinggal masuk ke sebuah gang yang bersebelahan dengan minimarket Alfamart dan balai desa. Ranu Manduro tak jauh dari sana.

Di wisata Ranu Manduro tersebut kita bisa mengambil gambar atau berswa foto (selfie) karena semua spotnya instagramable.

Adjeng, salah seorang warga Ngoro membenarkan lokasi Ranu Manduro berada di Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Romokalisari Adventure Land Surabaya Ramai Wisatawan, Omzet Pedagang Capai Rp5 juta Sehari

Iya benar itu di Ngoro, Mojokerto, itu dulu bekas tambang galian katanya, namun sekarang sudah tidak ada aktifitas lagi, tuturnya.

Untuk dapat menikmati suasana keren atau pencahayaan yang bagus, sebaiknya mengunjungi Ranu Manduro pada pagi atau sore hari, terlebih usai hujan, karena pemandangan akan terlihat menyegarkan.

Lokasi Ranu Manduro ini berada tepat di bawah kaki gunung Penanggungan yang memiliki ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Baca Juga: Taman Kenjeran Surabaya Dipadati Pengunjung selama Libur Lebaran

Sebenarnya lokasi ini sudah lama ada, tapi tidak seperti ini, mungkin karena musim hujan jadi lokasi yang dulunya tambang kini menjadi subur dan di penuhi rerumputan, jelasnya.

Sumber foto: Instagram kabarmojokerto

Editor : Redaksi