Rabu, 22 Jul 2026 19:01 WIB

Semarak Piala Dunia U-17, Pemkot Surabaya Gelar Turnamen Sepak Bola Antar Kelurahan

Kantor Pemkot Surabaya
Kantor Pemkot Surabaya

selalu.id - Gebyar gelaran Piala Dunia U-17 di Surabaya sudah mulai disemarakkan, salah satunya adalah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar turnamen Sepak Bola Antar Kelurahan atau antar kampung (tarkam). Turnamen yang digelar secara serentak itu dimulai hari ini, Selasa (3/10/2023) hingga berakhir di tingkat kecamatan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan bahwa sebenarnya turnamen antar kelurahan ini sebenarnya untuk menyemarakkan Piala Dunia U-17. Selain itu, diharapkan event internasional ini dapat mendorong semangatnya anak-anak muda Surabaya.

“Oleh karena itu, melalui turnamen sepak bola antar kelurahan ini yang nantinya akan dilanjutkan ke tingkat kecamatan, diharapkan benar-benar meledakkan semangat anak muda Surabaya untuk terus cinta kepada olahraga, khususnya sepak bola,” kata Wiwiek di kantor Diskominfo Surabaya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelum tarkam kelurahan ini digelar, pihak panitia sudah menggelar technical meeting (TM) tentang turnamen tersebut. Pada kesempatan itu, sudah disampaikan peraturan dan tata terbit bagi para peserta turnamen, termasuk pemain harus ber-KK sesuai kelurahan yang diikuti, mendapatkan rekom dari kelurahan masing-masing, fotocopy akte kelahiran dan juga ijazah SD.

“Jadi, pihak panitia sudah melakukan verifikasi kepada para peserta, karena kita ingin turnamen ini khusus untuk anak-anak saja,” katanya.

Selain peraturan itu, Wiwiek juga menjelaskan bahwa jumlah pemain yang harus disiapkan setiap kelurahan itu berjumlah 18 pemain, yang main 11 orang dan yang 7 orang untuk cadangan. Sedangkan untuk lamanya pertandingan 25x2 menit dengan istirahat 10 menit. Peraturan lainnya, para pemain dan officialnya diwajibkan datang 30 menit sebelum pertandingan.

“Sistem pertandingannya menggunakan sistem gugur, sehingga nanti apabila sampai akhir pertandingan skor imbang, maka langsung dilakukan tendangan penalty. Kami juga minta secara tegas kepada official untuk bertanggungjawab atas timnya dan kami larang melakukan perbuatan anarkis yang mengakibatkan kericuhan,” tegasnya.

Setelah melihat sejak awal di lapangan, ternyata para pemainnya ini diseleksi dulu di tingkat kelurahan, karena pastinya pihak kelurahan itu akan mengambil anak-anak dari tingkat RT dan RW atau bahkan anak-anak yang tergabung ke dalam SSB. Setelah terkumpul perwakilan dari kelurahan, lalu mereka bertanding antar kelurahan.

“Nah, yang menang antar kelurahan ini akan bertanding antar kecamatan. Yang menang nanti akan ada hadiahnya tapi sekali lagi ini adalah fun game untuk menyemarakkan Piala Dunia U-17. Tapi yang paling penting lagi adalah kita bisa menemukan bibit-bibit unggul Surabaya dalam dunia sepak bola,” pungkasnya.

Baca Juga: Buka Turnamen Sepak Bola Antar RW Sukodono, Subandi Ajak Warga Junjung Sportivitas

Editor : Ading
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.