Selasa, 03 Feb 2026 23:24 WIB

Jelang Pemilu 2024, Wali Kota Eri Minta ASN Jaga Lisan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 02 Okt 2023 16:36 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengintruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota untuk mengaplikasikan netralitasi politik menjelang Pemilu 2024.

Netralisasi pemilu tersebut adalah dengan menjaga lisan dan menghindari fitnah yang bisa menjatuhkan orang lain, terlebih saat ini banyak orang yang berbeda orientasi politik.

"Jangankan ke ASN, aku kalau turun ke RT, RW, dan masyarakat selalu bilang, jangan korbankan rasa persaudaraan kita untuk kepentingan sesaat duniawi," ungkap Eri, kepada selalu.id, Senin (2/10/2023)

Eri menegaskan meminta kepada ASN lingkungan Pemkot Surabaya untuk memilih dengan hati nurani. Jangan mementingkan duniawi sesaat.

"Karena Pilpres, Pileg, Pilkada itu kepentingan duniawi. Jadi dijaga persaudaraan. Dengan cara, memilih dengan hati nurani. Jangan dikeluarkan dari lisan kita hal-hal yang bisa menjatuhkan orang lain apalagi fitnah. Jaga Surabaya dari hal-hal itu," ungkapnya.

Eri pun mencontohkan cerita yang pernah didengarnya secara aktual yakni saat dirinya awal-awal menjabat sebagai Wali Kota, ada dua orang bertetangga yang tidak menjaga silatuhrami, atau saling acuh karena berbeda orientasi politik, satunya mendukung dirinya (Eri sebagai Wali Kota,red), sedangkan satu lainnya tidak.

"Tapi ketika ada yang sudah membutuhkan kerangka mayit tidak mungkin telpon ke Wali Kotanya. Pasti ke tetangganya, berarti jaga silaturahmi kepada tetangga. Ojok (jangan) kepentingan membela saya, itu kepentinga duniawi saja, karena jika waktunya mati gak mungkin telpon aku. Termasuk ASN, milih-miliho sekarepmu (Pilih-pilih terserah,red) tapi dengan hati nurani," lanjutnya.

Lebih lanjut Eri menambahkan, dirinya meminta kepada semua masyarakat Surabaya, khususnya ASN Pemkot untuk memilih pemimpin yang merakyat, peduli pada kemashalatan umat dan sabar.

"Contohnya Presiden. Ulama bisa memberikan contoh seperti itu," terangnya.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Surabaya Muhammad Agil Akbar menyatakan pihaknya menemukan pelanggaran kode etik netralisasi ASN atau status pegawai negara.

"Kalau ASN, peraturannya bisa diproses sesuai dugaan ketentuan Undang-Undang ASN no 5 tahun 2014. Kalau Undang-undang Pemilu tidak mengatur itu," ujarnya.

Saat ini pihaknya tengah menelusuri sejumlah pegawai Pemkot Surabaya yang diduga melanggar kode etik tersebut.

"Yang kita telusuri merupakan salah satu sebagian Pemerintah Kota Surabaya," terangnya.

Lebih lanjut Agil menerangkan bahwa Bawaslu tengah berupaya melakukan pencegahan pelanggaran pegawai-pegawai yang bekerja dalam sektoral unit pemerintahan dengan koordinasi bersama mitra strategis Bawaslu, salah satunya dengan Pemerintah Daerah.

"Kita koordinasi stakeholder terkait, yang jadi mitra strategis Bawaslu, seperti Pemerintah Daerah, DPRD, LSM, Kepolisian, TNI, dan Kejaksaan,"  tegasnya.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.