• Loadingselalu.id
  • Loading

Jumat, 23 Feb 2024 14:44 WIB

Anies-Muhaimin Diuntungkan dari Pertarungan Dua Kandidat Nasionalis

Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto

Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto

selalu.id - Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Fahrul Muzaqqi menilai peluang terrealisasinya duet Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto menjadi pasangan Pilpres 2024 sulit terjadi.

Fahrul menilai kecilnya peluang dua sosok itu disatukan sebagai pasangan Bakal Calon Presiden (Bacapres) dan Bakal Calon Wakil Presiden (Bawacapres) juga karena keduanya bukan merupakan representasi kalangan religius, namun nasionalis.

"Biasanya dalam konteks pilpres kombinasi nasionalis dan religius. (Sedangkan Ganjar-Prabowo,red) Ideologinya keduanya sama-sama nasionalis," ungkapnya.

Apabila keduanya terrealisasi menjadi pasangan Pilpres 2024, kata dia, justru berpotensi membuka peluang kemenangan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

"Prabowo dan Ganjar disatukan justru memberikan ceruk bagi Anies-Muhaimin yang mengambil ranah keagamaan," jelasnya.

Lebih lanjut Fahrul juga menjelaskan bahwa Ganjar juga tak rela jika dijadikan sebagai Bacawapres Prabowo, sebab Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan seluruh kader partai sedang mengincar target hattrick atau tiga kali kemenangan di Pilpres.

"Jadi, Prabowo maupun Ganjar tidak berada di posisi kedua atau bukan sebagai bakal calon wakil presiden tetapi di posisi pertama," pungkasnya.

Diketahui, Indo Riset yang menyatakan bahwa elektabilitas Ganjar mengalami penurunan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta  (DIY) turun dari 70,0 persen pada Agustus 2023 menjadi 65,6 persen pada September 2023.

Bahkan tak hanya Jateng, elektabilitas Ganjar juga mengalami penurunan di Jatim dari 46,1 persen menjadi 43,9 persen. Kemudian, di Bali dan Nusa Tenggara turun dari 51,7 persen menjadi 48,9 persen.

Akibatnya penurunan itu, Ganjar Pranowo digadang-gadang gabung ke Prabaowo menjadi pasangan Pilpres 2024.

Baca Juga: Rekapitulasi Suara Dihentikan, Politisi PDIP: KPU Harus Beri Penjelasan

Editor : Ading