Selasa, 20 Okt 2026 06:28 WIB

Mensos Risma Gandeng Puluhan Perguruan Tinggi Jalankan Program Pendampingan Disabilitas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 20 Sep 2023 09:45 WIB
Mentri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini
Mentri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini

selalu.id - Kementerian Sosial (Kemensos) bekerjasama dengan 39 Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia untuk memberikan pendampingan rehabilitas sosial tenaga kerja terhadap masalah disabilitas.

Mentri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan pihaknya telah bekerjasama dan telah melakukan MoUnya terhadap puluhan kampus tersebut. Salah satunya dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengenai pendampingan anak disabilitas, beberapa waktu lalu.

"Awalnya saya komunikasi dengan Rektor Unesa, sama Pak Rektor kemudian dikenalkan dengan Rektor eks nstitut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP), dari situ akhirnya ada MoU lanjutan dengan 39 perguruan tinggi itu," kata Risma kepada awak media, saat berkunjung ke Surabaya, Sabtu (16/9/2023) lalu.

Risma menjelaskan, pelatihan dan pendampingan ini ditujukan untuk pekerja sosial dibawah naungan Kemensos. Sebab, pendamping kadang kala kesulitan menghadapi anak disabilitas yang membutuhkan treatment khusus. Terlebih setiap kondisi anak disabilitas berbeda-beda.

"Program saya banyak bukan hanya untuk kemiskinan, tapi juga untuk anak disabilitas. Pendamping saya dari background pendidikan beragam dan tidak semuanya mengerti disabilitas, jadi saya kerjasama untuk itu,"kata Mantan Wali Kota Surabaya itu.

Bagi Risma, pelatihan ini penting karena akan membantu Kemensos untuk menanggani kasus-kasus yang berkaitan dengan disabilitas, khususnya korban kejahatan.

"Seringkali, kita menemui kasus tunawicara diperkosa, lalu korban tidak bersaksi, ada juga anak berkebutuhan khusus lainnya. Kalau pendamping saya terlatih mereka bisa berkomunikasi dengan anak tersebut, atau bahkan bisa memberi perawatan untuk mereka," terangnya.

Lebih lanjut Risma menyampaikan bahwa, pelatihan bagi pendamping juga akan membahas pola pendekatan kepada para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Sehingga, pendekatan bisa lebih optimal tanpa ada kekhawatiran berlebih.

Ia mencontohkan, misalnya menghadapi PMKS yang tuna wicara tentu saja caranya berbeda dengan lainnya. Sehingga pelatihan tersebut penting untuk dilakukan.

"Makanya, kami mengandeng perguruan tinggi untuk melatih pendamping agar bisa mendampingi. Karena selama ini memang kesulitan untuk mendampingi," terangnya.

Menurutnya, kerjasama tersebut saat ini telah dibahas untuk selanjutnya dimatangkan dalam pelaksanaanya. Bila sesuai rencana, Risma mengatakan, pelatihan akan dimulai bulan depan.

"Mudah-mudahan bulan depan bisa dilaksanakan trainingnya," pungkasnya

Sebagai informasi, Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia sebelumnya juga menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk merancang modul pengasuhan anak disabilitas. Nantinya, modul ini dapat menjadi pedoman bagi orang tua yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) atau disabilitas.

Baca Juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).