Mensos Risma Gandeng Puluhan Perguruan Tinggi Jalankan Program Pendampingan Disabilitas
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 20 Sep 2023 09:45 WIB
selalu.id - Kementerian Sosial (Kemensos) bekerjasama dengan 39 Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia untuk memberikan pendampingan rehabilitas sosial tenaga kerja terhadap masalah disabilitas.
Mentri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan pihaknya telah bekerjasama dan telah melakukan MoUnya terhadap puluhan kampus tersebut. Salah satunya dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengenai pendampingan anak disabilitas, beberapa waktu lalu.
"Awalnya saya komunikasi dengan Rektor Unesa, sama Pak Rektor kemudian dikenalkan dengan Rektor eks nstitut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP), dari situ akhirnya ada MoU lanjutan dengan 39 perguruan tinggi itu," kata Risma kepada awak media, saat berkunjung ke Surabaya, Sabtu (16/9/2023) lalu.
Risma menjelaskan, pelatihan dan pendampingan ini ditujukan untuk pekerja sosial dibawah naungan Kemensos. Sebab, pendamping kadang kala kesulitan menghadapi anak disabilitas yang membutuhkan treatment khusus. Terlebih setiap kondisi anak disabilitas berbeda-beda.
"Program saya banyak bukan hanya untuk kemiskinan, tapi juga untuk anak disabilitas. Pendamping saya dari background pendidikan beragam dan tidak semuanya mengerti disabilitas, jadi saya kerjasama untuk itu,"kata Mantan Wali Kota Surabaya itu.
Bagi Risma, pelatihan ini penting karena akan membantu Kemensos untuk menanggani kasus-kasus yang berkaitan dengan disabilitas, khususnya korban kejahatan.
"Seringkali, kita menemui kasus tunawicara diperkosa, lalu korban tidak bersaksi, ada juga anak berkebutuhan khusus lainnya. Kalau pendamping saya terlatih mereka bisa berkomunikasi dengan anak tersebut, atau bahkan bisa memberi perawatan untuk mereka," terangnya.
Lebih lanjut Risma menyampaikan bahwa, pelatihan bagi pendamping juga akan membahas pola pendekatan kepada para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Sehingga, pendekatan bisa lebih optimal tanpa ada kekhawatiran berlebih.
Ia mencontohkan, misalnya menghadapi PMKS yang tuna wicara tentu saja caranya berbeda dengan lainnya. Sehingga pelatihan tersebut penting untuk dilakukan.
"Makanya, kami mengandeng perguruan tinggi untuk melatih pendamping agar bisa mendampingi. Karena selama ini memang kesulitan untuk mendampingi," terangnya.
Menurutnya, kerjasama tersebut saat ini telah dibahas untuk selanjutnya dimatangkan dalam pelaksanaanya. Bila sesuai rencana, Risma mengatakan, pelatihan akan dimulai bulan depan.
"Mudah-mudahan bulan depan bisa dilaksanakan trainingnya," pungkasnya
Sebagai informasi, Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia sebelumnya juga menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk merancang modul pengasuhan anak disabilitas. Nantinya, modul ini dapat menjadi pedoman bagi orang tua yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) atau disabilitas.
Baca Juga: 200 Lowongan Dibuka, Bursa Kerja Disabilitas Surabaya Ramai Peminat
Editor : Ading