Senin, 20 Jul 2026 07:45 WIB

Legawa Tak Lolos Seleksi PDAM, Fuad Benardi Apresiasi Panitia Seleksi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 14 Sep 2021 20:04 WIB
Fuad Benardi
Fuad Benardi

Surabaya (selalu.id) - Putra Menteri Sosial Tri Rismaharini, Fuad Benardi gagal masuk seleksi pendaftaran direktur pelayanan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya. Fuad gagal pada aturan pembatasan usia minimal 35 tahun.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Kepada selalu.id pria yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Surabaya ini mengaku legowo dengan keputusan sesuai aturan yang berlaku.

"Secara pribadi, saya legowo. Karena itu memang aturan yang harus dipatuhi," ujarnya santai.

Sebagai millenial, Fuad mengaku memberanikan diri untuk mendaftar seleksi direktur pelayanan PDAM Surabaya tersebut untuk menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk perkembangan serta kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, jika pelayanan PDAM dikemas dengan teknologi digital akan mempermudah sekaligus meringankan beban PDAM sendiri.

"Saya ingin memberikan warna pada PDAM sesuai apa yang saya ketahui soal pelayanan, dengan tujuan tidak lain untuk mempermudah dengan sentuhan teknologi," imbuhnya.

Selain berniat memberikan sumbangsih untuk masyarakat, lanjut pria berusia 31 Tahun ini, Fuad juga ingin memberikan contoh kepada para generasi muda khususnya Surabaya untuk berani tampil di bidang profesional.

"Harapannya sih para generasi millenial berani maju dan tampil tentunya dengan kualitas dan kemampuan yang mumpuni pula," pintanya.

Saat dikonfirmasi apakah dirinya tidak kecewa melihat background nya sebagai putra mantan Wali Kota Surabaya yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial namun gagal dalam seleksi perusahaan daerah milik Pemkot Surabaya ini, mengingat Risma memberikan dukungan penuh kepada Wali Kota Eri Cahyadi saat pencalonan Pilwali lalu, dengan tegas Fuad mengaku tidak kecewa. Menurutnya aturan harus harus ditegakkan kepada siapapun tanpa pandang bulu.

"Sekali lagi saya tegaskan, saya legowo. Saya juga mengapresiasi semua pihak dalam seleksi, salah satunya pansel yang telah menegakkan aturan secara semestinya. Jika semuanya seperti ini saya yakin roda pemerintahan akan berjalan dengan baik yang berimbas pada kesejahteraan masyarakat," himbaunya.

Fuad juga berpesan kepada para generasi muda untuk tak mudah patah arang jika mengalami kegagalan.

"Jangan pernah putus asa. Gagal itu biasa. Mengutip kata bijak founding father kita Bung Karno Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya," pungkas Fuad. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.