Selasa, 03 Feb 2026 06:17 WIB

Deklarasi Anies-Cak Imin, Surya Paloh: Selamat Tinggal Cebong dan Kampret!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 02 Sep 2023 16:04 WIB
Surya Paloh dalam sambutannya di deklarasi Capres dan Cawapres
Surya Paloh dalam sambutannya di deklarasi Capres dan Cawapres

selalu.id - Deklarasi Capres - Cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dari kolaborasi partai NasDem dan PKB dilaksanakan hari ini di Hotel Majapahit Surabaya, Sabtu (2/9/2023). Dalam deklarasi tersebut Ketua Umum NasDem Surya Paloh memberikan ucapan selamat dan jargon Kebinekaan sebagai arah gerak politik yang mereka usung, tetapi juga Surya Paloh sempat menyindir dua kelompok politik yang sempat berseteru dalam pesta demokrasi sebelumnya yang disebut Cebong dan Kampret.

"Selamat tinggal politik cebong dan kampret, politik yang memang mengadu domba, memperpecah belah dan merusak," ujar Surya Paloh dalam sambutannya.

Baca Juga: Gus Halim Kembali Pimpin PKB Jatim untuk Kali Keempat, Didukung Kader Muda

Sindiran tersebut pun menurutnya telah menunjukkan bahwa saat ini pesta demokrasi lebih memiliki upaya kebinekaan yang bertujuan tidak memecah belah. Untuk itu, Ia menyebut bahwa pihaknya mendukung dan berkomitmen untuk mengikuti nilai perjuangan untuk menghantarkan pasangan Anies-Cak Imin hingga akhir Pemilu 2024.

"Selamat bung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden dan Muhaimin Iskandar sebagai Calom Wakil Presiden," tegasnya.

Pantuan selalu.id, saat deklarasi sorakan pendukung sekaligus seluruh peserta dari PKB dan NasDem sekaligus para kiai-kia ikut menghadiri dan bertepuk tangan usai sambutan Surya Paloh.

"Anies Presiden, Anies Presiden," sorakan pendukung.

Sementara Sekjen PKB M Hasanuddin mengatakan alasan deklarasi Anies -Cak Imin karena PKB kandangnya berada di Surabaya.

Baca Juga: Gus Muhaimin Dorong PKB Jatim Fokus Kemiskinan & Lingkungan di Muswil Surabaya

"Ya karena Surabaya kandang PKB sih," kata Hasanuddin

Sekedar diketahui, sebelum bernama Hotel Majapahit, dulu Hotel Majapahit bernama Hotel Oranje. Hotel Oranje dibangun kali pertama pada 1910 dan kepemilikannya oleh Lucas Martin Sarkies, keluarga asal Armenia.

The Sarkies, empat bersaudara tersebut terdiri dari Arviet, Arshak, Martin, dan Tigran. Mereka membangun hotel-hotel di Asia Tenggara kala itu.

Tak hanya di Indonesia, The Sarkies juga menyasar Singapura dan Malaysia. Akhir abad 19, The Sarkies membangun Eastern & Oriental Hotel di Penang, Malaysia 1880. Kemudian Raffles Hotel di Singapura 1887 dan Strand di Burma 1901.

Baca Juga: DPC PKB Se Jatim Diminta Usulkan Nama Calon Ketua DPW PKB Jatim

Nama Oranje berubah ketika Jepang datang. Hotel Oranje berganti Yamato. Dan setelah proklamasi, hotel berganti nama Hotel Merdeka. Dan, di 1969, nama kembali ganti Hotel Majapahit.

Hotel Majapahit juga menjadi saksi bisu ketika bendera Belanda dirobek oleh arek-arek Suroboyo. Sekretaris Jenderal PKB M Hasanuddin menyatakan bahwa mengapa memilih Surabaya untuk rapat pleno dan deklarasi Anies Baswedan - Cak Imin karena Kota Pahlawan sebagai kandang PKB. 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.