Selasa, 21 Jul 2026 19:59 WIB

Deklarasi Anies-Cak Imin, Surya Paloh: Selamat Tinggal Cebong dan Kampret!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 02 Sep 2023 16:04 WIB
Surya Paloh dalam sambutannya di deklarasi Capres dan Cawapres
Surya Paloh dalam sambutannya di deklarasi Capres dan Cawapres

selalu.id - Deklarasi Capres - Cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dari kolaborasi partai NasDem dan PKB dilaksanakan hari ini di Hotel Majapahit Surabaya, Sabtu (2/9/2023). Dalam deklarasi tersebut Ketua Umum NasDem Surya Paloh memberikan ucapan selamat dan jargon Kebinekaan sebagai arah gerak politik yang mereka usung, tetapi juga Surya Paloh sempat menyindir dua kelompok politik yang sempat berseteru dalam pesta demokrasi sebelumnya yang disebut Cebong dan Kampret.

"Selamat tinggal politik cebong dan kampret, politik yang memang mengadu domba, memperpecah belah dan merusak," ujar Surya Paloh dalam sambutannya.

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Sindiran tersebut pun menurutnya telah menunjukkan bahwa saat ini pesta demokrasi lebih memiliki upaya kebinekaan yang bertujuan tidak memecah belah. Untuk itu, Ia menyebut bahwa pihaknya mendukung dan berkomitmen untuk mengikuti nilai perjuangan untuk menghantarkan pasangan Anies-Cak Imin hingga akhir Pemilu 2024.

"Selamat bung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden dan Muhaimin Iskandar sebagai Calom Wakil Presiden," tegasnya.

Pantuan selalu.id, saat deklarasi sorakan pendukung sekaligus seluruh peserta dari PKB dan NasDem sekaligus para kiai-kia ikut menghadiri dan bertepuk tangan usai sambutan Surya Paloh.

"Anies Presiden, Anies Presiden," sorakan pendukung.

Sementara Sekjen PKB M Hasanuddin mengatakan alasan deklarasi Anies -Cak Imin karena PKB kandangnya berada di Surabaya.

Baca Juga: 38 Ketua DPC PKB Se-Jatim Resmi Ditetapkan, Berikut Daftar Namanya

"Ya karena Surabaya kandang PKB sih," kata Hasanuddin

Sekedar diketahui, sebelum bernama Hotel Majapahit, dulu Hotel Majapahit bernama Hotel Oranje. Hotel Oranje dibangun kali pertama pada 1910 dan kepemilikannya oleh Lucas Martin Sarkies, keluarga asal Armenia.

The Sarkies, empat bersaudara tersebut terdiri dari Arviet, Arshak, Martin, dan Tigran. Mereka membangun hotel-hotel di Asia Tenggara kala itu.

Tak hanya di Indonesia, The Sarkies juga menyasar Singapura dan Malaysia. Akhir abad 19, The Sarkies membangun Eastern & Oriental Hotel di Penang, Malaysia 1880. Kemudian Raffles Hotel di Singapura 1887 dan Strand di Burma 1901.

Baca Juga: Ahmad Jauhar Fikri, Kandidat Termuda Penantang Nama Besar di Bursa Ketua DPC PKB Lamongan

Nama Oranje berubah ketika Jepang datang. Hotel Oranje berganti Yamato. Dan setelah proklamasi, hotel berganti nama Hotel Merdeka. Dan, di 1969, nama kembali ganti Hotel Majapahit.

Hotel Majapahit juga menjadi saksi bisu ketika bendera Belanda dirobek oleh arek-arek Suroboyo. Sekretaris Jenderal PKB M Hasanuddin menyatakan bahwa mengapa memilih Surabaya untuk rapat pleno dan deklarasi Anies Baswedan - Cak Imin karena Kota Pahlawan sebagai kandang PKB. 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.