Minggu, 06 Sep 2026 03:31 WIB

Deklarasi Anies-Cak Imin, Surya Paloh: Selamat Tinggal Cebong dan Kampret!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 02 Sep 2023 16:04 WIB
Surya Paloh dalam sambutannya di deklarasi Capres dan Cawapres
Surya Paloh dalam sambutannya di deklarasi Capres dan Cawapres

selalu.id - Deklarasi Capres - Cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dari kolaborasi partai NasDem dan PKB dilaksanakan hari ini di Hotel Majapahit Surabaya, Sabtu (2/9/2023). Dalam deklarasi tersebut Ketua Umum NasDem Surya Paloh memberikan ucapan selamat dan jargon Kebinekaan sebagai arah gerak politik yang mereka usung, tetapi juga Surya Paloh sempat menyindir dua kelompok politik yang sempat berseteru dalam pesta demokrasi sebelumnya yang disebut Cebong dan Kampret.

"Selamat tinggal politik cebong dan kampret, politik yang memang mengadu domba, memperpecah belah dan merusak," ujar Surya Paloh dalam sambutannya.

Baca Juga: Cak Imin Disebut Siap Maju Ketum PBNU

Sindiran tersebut pun menurutnya telah menunjukkan bahwa saat ini pesta demokrasi lebih memiliki upaya kebinekaan yang bertujuan tidak memecah belah. Untuk itu, Ia menyebut bahwa pihaknya mendukung dan berkomitmen untuk mengikuti nilai perjuangan untuk menghantarkan pasangan Anies-Cak Imin hingga akhir Pemilu 2024.

"Selamat bung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden dan Muhaimin Iskandar sebagai Calom Wakil Presiden," tegasnya.

Pantuan selalu.id, saat deklarasi sorakan pendukung sekaligus seluruh peserta dari PKB dan NasDem sekaligus para kiai-kia ikut menghadiri dan bertepuk tangan usai sambutan Surya Paloh.

"Anies Presiden, Anies Presiden," sorakan pendukung.

Sementara Sekjen PKB M Hasanuddin mengatakan alasan deklarasi Anies -Cak Imin karena PKB kandangnya berada di Surabaya.

Baca Juga: Bursa Ketua KONI Sidoarjo Mengerucut, Dua Bacalon Resmi Mendaftar

"Ya karena Surabaya kandang PKB sih," kata Hasanuddin

Sekedar diketahui, sebelum bernama Hotel Majapahit, dulu Hotel Majapahit bernama Hotel Oranje. Hotel Oranje dibangun kali pertama pada 1910 dan kepemilikannya oleh Lucas Martin Sarkies, keluarga asal Armenia.

The Sarkies, empat bersaudara tersebut terdiri dari Arviet, Arshak, Martin, dan Tigran. Mereka membangun hotel-hotel di Asia Tenggara kala itu.

Tak hanya di Indonesia, The Sarkies juga menyasar Singapura dan Malaysia. Akhir abad 19, The Sarkies membangun Eastern & Oriental Hotel di Penang, Malaysia 1880. Kemudian Raffles Hotel di Singapura 1887 dan Strand di Burma 1901.

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Nama Oranje berubah ketika Jepang datang. Hotel Oranje berganti Yamato. Dan setelah proklamasi, hotel berganti nama Hotel Merdeka. Dan, di 1969, nama kembali ganti Hotel Majapahit.

Hotel Majapahit juga menjadi saksi bisu ketika bendera Belanda dirobek oleh arek-arek Suroboyo. Sekretaris Jenderal PKB M Hasanuddin menyatakan bahwa mengapa memilih Surabaya untuk rapat pleno dan deklarasi Anies Baswedan - Cak Imin karena Kota Pahlawan sebagai kandang PKB. 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.