Kamis, 04 Jun 2026 16:40 WIB

Deklarasi Anies-Cak Imin, Surya Paloh: Selamat Tinggal Cebong dan Kampret!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 02 Sep 2023 16:04 WIB
Surya Paloh dalam sambutannya di deklarasi Capres dan Cawapres
Surya Paloh dalam sambutannya di deklarasi Capres dan Cawapres

selalu.id - Deklarasi Capres - Cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dari kolaborasi partai NasDem dan PKB dilaksanakan hari ini di Hotel Majapahit Surabaya, Sabtu (2/9/2023). Dalam deklarasi tersebut Ketua Umum NasDem Surya Paloh memberikan ucapan selamat dan jargon Kebinekaan sebagai arah gerak politik yang mereka usung, tetapi juga Surya Paloh sempat menyindir dua kelompok politik yang sempat berseteru dalam pesta demokrasi sebelumnya yang disebut Cebong dan Kampret.

"Selamat tinggal politik cebong dan kampret, politik yang memang mengadu domba, memperpecah belah dan merusak," ujar Surya Paloh dalam sambutannya.

Baca Juga: Ahmad Jauhar Fikri, Kandidat Termuda Penantang Nama Besar di Bursa Ketua DPC PKB Lamongan

Sindiran tersebut pun menurutnya telah menunjukkan bahwa saat ini pesta demokrasi lebih memiliki upaya kebinekaan yang bertujuan tidak memecah belah. Untuk itu, Ia menyebut bahwa pihaknya mendukung dan berkomitmen untuk mengikuti nilai perjuangan untuk menghantarkan pasangan Anies-Cak Imin hingga akhir Pemilu 2024.

"Selamat bung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden dan Muhaimin Iskandar sebagai Calom Wakil Presiden," tegasnya.

Pantuan selalu.id, saat deklarasi sorakan pendukung sekaligus seluruh peserta dari PKB dan NasDem sekaligus para kiai-kia ikut menghadiri dan bertepuk tangan usai sambutan Surya Paloh.

"Anies Presiden, Anies Presiden," sorakan pendukung.

Sementara Sekjen PKB M Hasanuddin mengatakan alasan deklarasi Anies -Cak Imin karena PKB kandangnya berada di Surabaya.

Baca Juga: PKB Desak Total Perombakan Timsel Bank Jatim, Ingatkan Tak jadi Ajang Akomodasi Kelompok

"Ya karena Surabaya kandang PKB sih," kata Hasanuddin

Sekedar diketahui, sebelum bernama Hotel Majapahit, dulu Hotel Majapahit bernama Hotel Oranje. Hotel Oranje dibangun kali pertama pada 1910 dan kepemilikannya oleh Lucas Martin Sarkies, keluarga asal Armenia.

The Sarkies, empat bersaudara tersebut terdiri dari Arviet, Arshak, Martin, dan Tigran. Mereka membangun hotel-hotel di Asia Tenggara kala itu.

Tak hanya di Indonesia, The Sarkies juga menyasar Singapura dan Malaysia. Akhir abad 19, The Sarkies membangun Eastern & Oriental Hotel di Penang, Malaysia 1880. Kemudian Raffles Hotel di Singapura 1887 dan Strand di Burma 1901.

Baca Juga: Sederet Strategi PKB Jatim Sambut Pemilu 2029: Kerja Keras, Cepat dan Dekat dengan Masyarakat

Nama Oranje berubah ketika Jepang datang. Hotel Oranje berganti Yamato. Dan setelah proklamasi, hotel berganti nama Hotel Merdeka. Dan, di 1969, nama kembali ganti Hotel Majapahit.

Hotel Majapahit juga menjadi saksi bisu ketika bendera Belanda dirobek oleh arek-arek Suroboyo. Sekretaris Jenderal PKB M Hasanuddin menyatakan bahwa mengapa memilih Surabaya untuk rapat pleno dan deklarasi Anies Baswedan - Cak Imin karena Kota Pahlawan sebagai kandang PKB. 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.