Sabtu, 05 Sep 2026 14:23 WIB

Hengkang dari KIM, Muhaimin Bawa PKB jadi Oposisi Pemerintah dan Jokowi?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 02 Sep 2023 13:07 WIB
PKB
PKB

selalu.id - Penerimaan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atas lamaran NasDem untuk menggandeng Muhaimin Iskandar atau Cak Imim sebagai Cawapres mendampingi Capres Anies  Baswedan, membawa dampak arah koalisi di kubu Prabowo.

Diketahui Gerindra dan PKB sempat membentuk koalisi yang bernama Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dengan Prabowo sebagai calon presiden yang akan diusung.

Kemudian, PAN, Golkar dan beberapa partai lain ikut bergabung dan mengubah nama lagi menjadi Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Koalisi KIM dikenal identik dengan kabinet menteri pemerintahan Jokowi yakni nama Kabinet Indonesia Maju juga anggotanya masuk di dalam kabinet tersebut seperti Gerindra, Partai Bulan Bintang dan PAN.

Namun keluarnya PKB yang menerima kerjasama NasDem membuat perubahan kelompok koalisi Pemerintah Jokowi.

Menurut Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam menyebut bahwa PKB selama ini selalu menjadi bagian dari koalisi Pemerintahan. Tetapi, partai yang diketuai oleh Cak Imin itu, kata dia, dalam satu dasawarsa terakhir belum pernah merasakan menjadi partai oposisi.

"Pilihan ini tentu sangat menantang bagi PKB sekaligus penuh resiko. Bisa jadi ini perjudian yang besar yang dihadapi PKB," kata Surokim, saat dihubungi selalu.id, Sabtu (2/8/2023).

Surokim menjelaskan kembali, bahwa PKB di era Cak Imin belum selalu menjadi bagian partai pemerintah sekaligus belum terbiasa menjadi oposisi.

"Makanya saya katakan itu perjudian besar untuk PKB. Calon PKB dalam pemilu kali ini sangat terobsesi untuk ada dikertas Pilpres sehingga pertimbangan lain bisa jadi hanya pelengkap saja," ungkapnya.

Lebih lanjut Surokim menyampaikan dengan bergabungnya Anies Baswedan - Cak Imin, ia menilai bahwa babak baru manuver PKB masuk koalisi yang penuh pertaruhan. Terutama bahwa saat ini Anies Baswedan dikenal didukung oleh kelompok-kelompok yang berseberangan dengan NU.

"Perjudian besar PKB. PKB  kalau kemaren itu kan masih taaruf-taarufan saja, pasca ini PKB akan super serius, dan sepertinya gak main-main mata untuk koalisi termasuk siap menjadi oposisi," jelasnya.

"PKB menurut saya sekarang dalam posisi sedikit diuntungkan karena kena efek dizhalimi alias tidak dikasih tahu istilah orang jawa dipek lempene dikoalisi sebelumnya. PKB dapat point modal plus 1 untik fatsun politik,"tambahnya.

Apabila sekarang PKB sudah  merapat ke koalisi perubahan ini, Surokim menilai maka tentu akan punya konsekuensi.

Sebab, sudah ada Demokrat dan PKS koalisi itu. Relasi antarpartai itu tentu dibangun tidak akan mudah kalau PKB dan Demokrat memasukkan paket Capresnya.

"Ya itu bisa sensitif kalau hal itu tidak diupayakan denganbaik bisa menganggu relasi ke depannya, bisa ngambek satu sama lain jika tidak ada politik akomodasi yang ciamik. PKB jelas gamblang ingin paket cak Imin jadi Cawapres, ya itu bisa menjadi faktor PKB kadang tidak leluasa masuk koalisi. Dan peluang itu tidak akan mudah didapat jika melihat relasi antarpartai yang ada," pungkasnya

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.