Rabu, 22 Jul 2026 00:15 WIB

RPH Surabaya Temukan Daging Sapi Gelonggongan di Stan Pedagang, Ini Tindakannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 28 Agu 2023 13:47 WIB
Direktur Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Fajar Arifianto Isnugroho
Direktur Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Fajar Arifianto Isnugroho

selalu.id - Direktur Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Fajar Arifianto Isnugroho menegaskan bakal mencabut Kartu Tanda Mitra (KTM) bagi pedagang daging sapi yang menjual daging gelonggongan.

Fajar menjelaskan semua pedagang daging khususnya di kawasan pegirian memang punya KTM yang merupakan binaan RPH. Ia menyebut mitra dari pihaknya tidak boleh ada yang mencampur daging RPH dengan yang didapatkan dari luar.

"Harusnya, semua penjualan daging di Pegirian punya KTM, mitra binaan daging jualan itu dari RPH gak boleh dari luar. Kalau ada jualan dari luar, kita sanksi, kita cabut gak oleh dodolan. Papan tanda mitra dicabut," tegas, saat ditemui selalu.id, Senin (28/8/2023).

RPH Surabaya menemukan salah satu stan pedagang menjual daging gelonggongan yang disinyalir didapatkan dari luar RPH.

"Dari 60 stand pedagang daging di pegirian, diantaranya 40 yang papan mitra dari binaan RPH. Dari salah satu itu yang tidak bermitra dengan RPH, terdapat satu stan yang dagingnya dicampur. Celakanya temuan kami itu dagingnta dipesan dari orang (pedagang) yang punya papan itu (mitra binaan RPH). Ini kan menarik," lanjutnya.

Lebih lanjut Fajar menyampaikan sudah melakukan sidak terhadap pedagang daging. Pihaknya juga mencurigai beberapa tempat salah satunya dari daging yang berasal dari Krian, Sidoarjo

"Diduga dari beberapa tempat, Krian. Informasinya cukup lama, orang masuk ngedrop pakai becak, box, lama-lama jumlahnya semakin banyak. Nah ini nanti akan mempengaruhi jumlah pemotongan di RPH," ungkapnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kepolisan untuk segera ditindak. Menurut Fajar hal ini sangat merugikan konsumen daging, terlebih lagi daging yang tak layak itu berada kawasan Pegirian yang dibina oleh Mitra RPH.

"Harusnya konsumen yang dirugikan lapor ke polisi, kan gak ada lapor ke polisi. Ini kan semata untuk melindungi konsumen daging, jangan sampai barang di Pegirian gak sesuai," terangnya.

Oleh karenanya, Fajar meminta kepada masyarakat untuk melaporkan ke polisi jika menemukan kualitas daging yang tak layak.

"Makanya kita mendorong konsumen yang membeli di situ (dari binaan RPH), kualitasnya jelek, lapor ke polisi. Karena sapi gelonggongan, kualitas dagingnya berbeda, tidak keset. Masyarakat mungkin beda-beda tipis, tapi ini membohongi," pungkasnya.

Baca Juga: Demo Jagal RPH Pegirian Memanas, Emak-Emak Geruduk Ruang Ketua DPRD Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.