Selasa, 03 Feb 2026 19:47 WIB

Kartu Ini Bisa Buat Naik Komuter, Trans Jatim dan Bus Suroboyo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 26 Agu 2023 10:25 WIB
Dirut PT Kereta Commuter Indonesia Asdo Artriviyanto 
Dirut PT Kereta Commuter Indonesia Asdo Artriviyanto 

selalu.id - KAI Commuter Line menggelar sosialisasi pengenalan terhadap kartu multi trip (KMT) yang nantinya digunakan sebagai kartu pembayaran yang teritegrasi dengan moda tranportasi publik yakni Bus Trans Jatim dan Suroboyo Bus.

Dirut PT Kereta Commuter Indonesia Asdo Artriviyanto menerangkan untuk penerapan sistem tapping KMT di Surabaya akan diberlakukan pada 2024. Pasalnya, pihaknya harus mempersiapkan sarana dan prasana yang memadai.

“Untuk integrasinya sudah bisa, tetapi sistem tiketing kami belum bisa lakukan seperti di Jakarta. Bedanya di Jawa Timur masih menggunakan acces by KAI atau beli tiket langsung di loket,” kata Asdo, Jumat (25/8/2023).

Dirinya mengungkapkan tujuan sosialisasi ini untuk mengenalkan kepada masyarakat luas terkait KMT. Di sisi lain, sebagai salah satu ajakan kepada masyarakat bahwa naik transportasi umum itu tidak ribet.

Baca Juga: Dampak Banjir Belum Pulih, Lima KA Jarak Jauh dari Surabaya Dibatalkan


“Kami sudah terapkan di Jabodetabek, kemudian di Semarang, ini di Jatim. Kemarin di launching oleh bu Khofifah (Gubernur Jatim) di Mojokerto,” jelasnya.

Menurutnya, antusias pengguna jasa kereta Commuter Line di Surabaya sangat tinggi. Tercatat, jumlah penumpang KAI Commuter Line mencapai 44 ribu perhari.

“Jumlah ini naik 1000 persen jika dibandingkan dengan masa pandemi Covid-19,” jelasnya.

Melihat tinggi animo masyarakat terhadap penggunaan kereta Commuter Line sebagai alat transportasi sehari-hari, pihaknya akan mengevaluasi terkait sistem.

“Polanya akn kami rubah menjadi looping. Hal itu untuk meningkatkan frekuensi perjalanan. Misalnya, kereta Gubeng Malang yang tadinya waktu tunggu 2 jam sekali, kini menjadi 1 jam sekali,” jelasnya. 

Menurutnya, perubahan sistem itu tentunya bukan sesuatu yang mudah. Sehingga diperlukas kerjasama antara PT KAI dan pemerintah.

“Ini nanti yang sedang kami garap Tentu saja bukan sesuatu yang mudah, dari pemerintah juga dan juga dukungan armadanya, nanti armada sangat berpengaruh sistem looping ini,” jelasnya.

Sementara itu, Sementara itu, VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menjelaskan dalam standar layanan di Daop 8 Surabaya, pihaknya akan tetap memberikan yang sama dengan layanan Commuter Line Jabodetabek yang sudah berhasil diterapkan.

"Kami senantiasa berharap dan berupaya maksimal agar kehadiran KAI Commuter memberi dampak positif dan menjadi solusi layanan transportasi di setiap tempat dimana kami hadir," tandasnya.





Baca Juga: Kabar Gembira, Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2026 Kini Sudah Bisa Dipesan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global.