Rabu, 21 Okt 2026 06:39 WIB

Korban Polemik Yayasan, Puluhan Siswa SMK Prapanca 2 Terpaksa Numpang di Kampus Stikosa AWS

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 22 Agu 2023 16:48 WIB
Situasi ruang belajar SMK Prapanca 2 yang mengungsi di kampus STIKOSA-AWS
Situasi ruang belajar SMK Prapanca 2 yang mengungsi di kampus STIKOSA-AWS

selalu.id - Puluhan siswa SMK swasta Prapanca 2 terpaksa harus menumpang atau mengungsi ke gedung Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Almamater Wartawan Surabaya (STIKOSA-AWS) untuk tempat belajar mereka.

Diketahui total sebanyak 97 siswa SMK Prapanca itu mengungsi akibat buntut dari polemik sangketa bangunan antara pihak Sekolah dan Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPW JT).

Kepala Sekolah SMK Prapanca 2, Gugus Legowo mengatakan bahwa konflik tersebut terjadi sejak masa jabatan Kepala Sekolah lama, yakni Soewandi.

“Pada 21 Maret 2021 kami pindah ke Prapanca 1, lalu pindah kesini barusan mengingat kami tidak diperbolehkan masuk (SMK Prapanca 2),” kata Gugus saat ditemui, Selasa (22/8/2023).

Akibat konflik itu siswa dan siswi yang masih bersekolah di SMK Prapanca 2 harus menanggung kerugian. Bahkan, Gugus mengungkapkan SMK Prapanca 2 hanya mendapatkan tiga murid pada tahun ajaran 2023/2024 akibat permasalahan yang terjadi.

“Akibat konflik ini, tahun ajaran baru ini hanya mendapat 3 orang, biasanya banyak. Broadcasting 2 akuntansi 1,” jelasnya.

Dia berharap kondisi ini segera ditemukan solusinya. Agar proses belajar mengajar dapat kembali normal. Pihaknya juga  mendorong agar yayasan segera turun tangan untuk menyelesaikan konflik dengan kepala sekolah yang sebelumnya.

“Saya minta secepatnya. Jangan berlarut-larut ini pendidikan bukan benda mati dan anak-anak harus belajar dengan layak. Saya minta yayasan dan Dindik membantu, momen 17 Agustus saya rasa ini tidak merepresentasikan merdeka pendidikannya," ungkapnya.

Pantuan selalu.id, saat mengkunjungi pengungsian puluhan pelajar SMK Prapanca itu, tampak salah satu ruangan kelas XI Akutansi berpetak menjadi dua berukuran 2,5 x 5 meter dan dijadikan dua tempat belajar.

Kondisi ini dialami oleh seluruh siswa,  lantaran gedung sekolah SMK Prapanca 2 mengalami masalah sengketa.

Salah satu siswa kelas XI Akutansi  Taufiq Rahman mengaku tidak nyaman dengan proses belajar mengajar lantaran minimnya fasilitas serta sarana dan prasana yang tidak memadai.

Taufiq menceritakan, perpindahan kelas di kampus Stikosa AWS ini sejak bulan Juli 2023 lalu. Menurutnya, kondisi ini membuat proses belajar mengara terganggu.

“Sulit (belajar mengajar) biasanya ada komputer, disini gak ada. Sekarang pakek monitor. Terganggu karena fasilitasnya kurang,” kata Taufiq.

Menurutnya, kondisi yang dialami seluruh siswa ini justru berbanding terbalik dengan penerapan kurikulum merdeka yang merupakan program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Ristek dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Harapannya balik ke sekolah lama. Masak satu ruangan dua jurusan,” katanya.

Kondisi tidak nyaman juga dialami oleh siswi kelas XI Akuntansi bernama Aulia. Dia menjelaskan proses belajar mengajar sering terganggu karena suasanya tidak kondusif.

“Gak enak, soalnya bukan sekolah sendiri.
Harus ikut peraturan orang lain.
Fasilitas kurang,” ungkap Aulia.

Baca Juga: Gelar Karya Siswa, Keseriusan SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dalam Majukan Dunia Pendidikan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.