Minggu, 06 Sep 2026 22:02 WIB

Dipuji dan Dihujat, Ini Perbedaan Perayaan Ultah Risma dan Gubernur Khofifah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 23 Mei 2021 13:51 WIB
Atas perayaan ulang tahun Risma ke-59, bawah perayaan ulang tahun Gubernur Khofifah di Grahadi
Atas perayaan ulang tahun Risma ke-59, bawah perayaan ulang tahun Gubernur Khofifah di Grahadi

Surabaya (selalu.id) - Polemik perayaan ulang tahun Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menuai kritik bahkan hujatan dari warga berbeda dengan perayaan ulang tahun mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beberapa waktu lalu. Sama-sama ditengah pandemi, perayaan ulang tahun ke-59 Risma jauh dari kesan pesta dan menuai pujian dari masyarakat.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Di penghujung masa jabatan sebagai Wali Kota Surabaya, tepatnya pada 20 November 2020, Risma merayakan ulang tahun yang ke-59. Tidak ada pesta yang melibatkan banyak orang. Hanya syukuran kecil yang dihadiri keluarga dan beberapa pejabat Pemkot Surabaya. Risma memberikan potongan tumpeng pertamanya kepada suami yang dianggap selalu mensuport kegiatannya yang tak kenal waktu.

"Saya terimakasih banyak. Alhamdulillah sampai hari ini diberikan kesehatan oleh Tuhan. Semoga teman-teman, sahabat dan warga Surabaya juga selalu diberi kesehatan. Karena sehat sekarang mahal harganya," kata Risma saat menerima kejutan di rumah dinasnya sebagai Wali Kota Surabaya lalu.

Perayaan ulang tahun sederhana Risma tersebut mendapat apresiasi warga Surabaya. Risma disebut sebagai pemimpin yang mengerti kondisi warganya yang tengah berjuang dalam kondisi pandemi.

Kondisi berbeda dialami oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang menuai banyak hujatan dari warga Jawa Timur karena menggelar pesta ulang tahun di tengah pandemi dengan sederet aturan protokol kesehatan yang memberatkan warga. Khofifah dianggap tidak peka dan merasakan kesusahan warga Jawa Timur akibat pandemi ini.

Tak hanya Gubernur dan Wakilnya, polisi pun kena getah kritikan lantaran tidak bertindak sama kepada masyarakat dan pejabat. Sebab di hari yang sama ada pembubaran wisuda siswa SMA di Mojokerto dan Gresik.

Kegeraman masyarakat Jawa Timur ini cukup beralasan, pasalnya aturan dari Pandemi Covid-19 cukup memberatkan, diantaranya pembatasan jam buka usaha, pembatasan kerumunan serta larangan mudik. Mereka menumpahkan kemarahan yang selama ini dipendam pada acara pesta ultah Gubernur Khofifah tersebut.

Sementara itu pakar Epidemologi Universitas Airlangga, Dr. M. Atoillah Isfandiari, dr. M.Kes, mengatakan, peristiwa itu (ultah Gubernur Khofifah) menunjukkan bahwa pejabat di Pemprov Jatim kurang sensitif dengan situasi pandemi yang belum berakhir, bahkan angkanya lebih tinggi dibanding bulan yang sama tahun lalu.

"Serta menunjukkan kekurangpahaman bahwa vaksinasi hanya mencegah mereka yang terinfeksi Covid-19 tidak bergejala berat. Tapi berpotensi tertular dan menularkan orang yang belum divaksin," ujarnya.

Atoillah mengkritisi, apa yang menjadi alasan Agar masyarakat mematuhi aturan protokol kesehatan yang belum dihayati oleh para pemimpin. Kepercayaan masyarakat akan terhadap pemerintah, dalam hal ini Pemprov Jatim akan berkurang bahkan hilang. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.