Jumat, 05 Jun 2026 15:08 WIB

Dipuji dan Dihujat, Ini Perbedaan Perayaan Ultah Risma dan Gubernur Khofifah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 23 Mei 2021 13:51 WIB
Atas perayaan ulang tahun Risma ke-59, bawah perayaan ulang tahun Gubernur Khofifah di Grahadi
Atas perayaan ulang tahun Risma ke-59, bawah perayaan ulang tahun Gubernur Khofifah di Grahadi

Surabaya (selalu.id) - Polemik perayaan ulang tahun Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menuai kritik bahkan hujatan dari warga berbeda dengan perayaan ulang tahun mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beberapa waktu lalu. Sama-sama ditengah pandemi, perayaan ulang tahun ke-59 Risma jauh dari kesan pesta dan menuai pujian dari masyarakat.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Di penghujung masa jabatan sebagai Wali Kota Surabaya, tepatnya pada 20 November 2020, Risma merayakan ulang tahun yang ke-59. Tidak ada pesta yang melibatkan banyak orang. Hanya syukuran kecil yang dihadiri keluarga dan beberapa pejabat Pemkot Surabaya. Risma memberikan potongan tumpeng pertamanya kepada suami yang dianggap selalu mensuport kegiatannya yang tak kenal waktu.

"Saya terimakasih banyak. Alhamdulillah sampai hari ini diberikan kesehatan oleh Tuhan. Semoga teman-teman, sahabat dan warga Surabaya juga selalu diberi kesehatan. Karena sehat sekarang mahal harganya," kata Risma saat menerima kejutan di rumah dinasnya sebagai Wali Kota Surabaya lalu.

Perayaan ulang tahun sederhana Risma tersebut mendapat apresiasi warga Surabaya. Risma disebut sebagai pemimpin yang mengerti kondisi warganya yang tengah berjuang dalam kondisi pandemi.

Kondisi berbeda dialami oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang menuai banyak hujatan dari warga Jawa Timur karena menggelar pesta ulang tahun di tengah pandemi dengan sederet aturan protokol kesehatan yang memberatkan warga. Khofifah dianggap tidak peka dan merasakan kesusahan warga Jawa Timur akibat pandemi ini.

Tak hanya Gubernur dan Wakilnya, polisi pun kena getah kritikan lantaran tidak bertindak sama kepada masyarakat dan pejabat. Sebab di hari yang sama ada pembubaran wisuda siswa SMA di Mojokerto dan Gresik.

Kegeraman masyarakat Jawa Timur ini cukup beralasan, pasalnya aturan dari Pandemi Covid-19 cukup memberatkan, diantaranya pembatasan jam buka usaha, pembatasan kerumunan serta larangan mudik. Mereka menumpahkan kemarahan yang selama ini dipendam pada acara pesta ultah Gubernur Khofifah tersebut.

Sementara itu pakar Epidemologi Universitas Airlangga, Dr. M. Atoillah Isfandiari, dr. M.Kes, mengatakan, peristiwa itu (ultah Gubernur Khofifah) menunjukkan bahwa pejabat di Pemprov Jatim kurang sensitif dengan situasi pandemi yang belum berakhir, bahkan angkanya lebih tinggi dibanding bulan yang sama tahun lalu.

"Serta menunjukkan kekurangpahaman bahwa vaksinasi hanya mencegah mereka yang terinfeksi Covid-19 tidak bergejala berat. Tapi berpotensi tertular dan menularkan orang yang belum divaksin," ujarnya.

Atoillah mengkritisi, apa yang menjadi alasan Agar masyarakat mematuhi aturan protokol kesehatan yang belum dihayati oleh para pemimpin. Kepercayaan masyarakat akan terhadap pemerintah, dalam hal ini Pemprov Jatim akan berkurang bahkan hilang. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.