Selasa, 21 Jul 2026 21:06 WIB

Dipuji dan Dihujat, Ini Perbedaan Perayaan Ultah Risma dan Gubernur Khofifah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 23 Mei 2021 13:51 WIB
Atas perayaan ulang tahun Risma ke-59, bawah perayaan ulang tahun Gubernur Khofifah di Grahadi
Atas perayaan ulang tahun Risma ke-59, bawah perayaan ulang tahun Gubernur Khofifah di Grahadi

Surabaya (selalu.id) - Polemik perayaan ulang tahun Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menuai kritik bahkan hujatan dari warga berbeda dengan perayaan ulang tahun mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beberapa waktu lalu. Sama-sama ditengah pandemi, perayaan ulang tahun ke-59 Risma jauh dari kesan pesta dan menuai pujian dari masyarakat.

Baca Juga: DPRD Jatim Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Berikut Catatan Penting untuk Pemprov

Di penghujung masa jabatan sebagai Wali Kota Surabaya, tepatnya pada 20 November 2020, Risma merayakan ulang tahun yang ke-59. Tidak ada pesta yang melibatkan banyak orang. Hanya syukuran kecil yang dihadiri keluarga dan beberapa pejabat Pemkot Surabaya. Risma memberikan potongan tumpeng pertamanya kepada suami yang dianggap selalu mensuport kegiatannya yang tak kenal waktu.

"Saya terimakasih banyak. Alhamdulillah sampai hari ini diberikan kesehatan oleh Tuhan. Semoga teman-teman, sahabat dan warga Surabaya juga selalu diberi kesehatan. Karena sehat sekarang mahal harganya," kata Risma saat menerima kejutan di rumah dinasnya sebagai Wali Kota Surabaya lalu.

Perayaan ulang tahun sederhana Risma tersebut mendapat apresiasi warga Surabaya. Risma disebut sebagai pemimpin yang mengerti kondisi warganya yang tengah berjuang dalam kondisi pandemi.

Kondisi berbeda dialami oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang menuai banyak hujatan dari warga Jawa Timur karena menggelar pesta ulang tahun di tengah pandemi dengan sederet aturan protokol kesehatan yang memberatkan warga. Khofifah dianggap tidak peka dan merasakan kesusahan warga Jawa Timur akibat pandemi ini.

Tak hanya Gubernur dan Wakilnya, polisi pun kena getah kritikan lantaran tidak bertindak sama kepada masyarakat dan pejabat. Sebab di hari yang sama ada pembubaran wisuda siswa SMA di Mojokerto dan Gresik.

Kegeraman masyarakat Jawa Timur ini cukup beralasan, pasalnya aturan dari Pandemi Covid-19 cukup memberatkan, diantaranya pembatasan jam buka usaha, pembatasan kerumunan serta larangan mudik. Mereka menumpahkan kemarahan yang selama ini dipendam pada acara pesta ultah Gubernur Khofifah tersebut.

Sementara itu pakar Epidemologi Universitas Airlangga, Dr. M. Atoillah Isfandiari, dr. M.Kes, mengatakan, peristiwa itu (ultah Gubernur Khofifah) menunjukkan bahwa pejabat di Pemprov Jatim kurang sensitif dengan situasi pandemi yang belum berakhir, bahkan angkanya lebih tinggi dibanding bulan yang sama tahun lalu.

"Serta menunjukkan kekurangpahaman bahwa vaksinasi hanya mencegah mereka yang terinfeksi Covid-19 tidak bergejala berat. Tapi berpotensi tertular dan menularkan orang yang belum divaksin," ujarnya.

Atoillah mengkritisi, apa yang menjadi alasan Agar masyarakat mematuhi aturan protokol kesehatan yang belum dihayati oleh para pemimpin. Kepercayaan masyarakat akan terhadap pemerintah, dalam hal ini Pemprov Jatim akan berkurang bahkan hilang. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.