Jumat, 05 Jun 2026 00:01 WIB

Kiai Jawa Timur Usulkan Enam Nama Pendamping Anies Baswedan, Salah Satunya Khofifah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 10 Agu 2023 17:36 WIB
Anies Baswedan saat sowan ke Pondok Pesantren (Ponpes) At-Tauhid, Sidosermo, Surabaya
Anies Baswedan saat sowan ke Pondok Pesantren (Ponpes) At-Tauhid, Sidosermo, Surabaya

selalu.id - Para Kiai di Jawa Timur mengusulkan enam nama Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk mendamping Bakal Calon Presiden (Bacapres) yang diusung oleh Partai Nasional Demokrat (Nasdem), yakni Anies Rasyid Baswedan.

Hal itu disampaikan saat kunjungan Bacapres Anies Baswedan untuk silatuhrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) At-Tauhid, Sidosermo, Surabaya, Kamis (10/8/2023). Pantuan selalu.id, kedatangan Anies beserta rombongan disambut para santri serta para kiai pengasuh Ponpes tersebut.

Dalam sowannya tersebut, Anies pun mendapat usulan atau rekomendasi para kiai untuk Cawapres mendampingi Anies di Pilpres 2024 mendatang. Disebutkan ada enam nama-nama tokoh besar di Indonesia.

Keeanam nama tersebut yakni pertama putri Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yakni Yenny Wahid. Kedua, Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Ketiga, Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa. Kemudian keempat, Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kelima, Menkopolhukam Mahfud MD dan mantan Ketum PBNU, KH Said Aqil Siradj.

"6 nama ini usulan para kiai," ungkap Kiai KH Muhammad Muhaimun, usai acara kepada para awak media.

Kiai Muhaimim mengatakan pertimbangan para kiai untuk enam Wakil Capres yang cocok untuk mendampingi seorang Mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Ia menyebut Anies bisa memilih saran untuk Cawapresnya.

"NU ini (organisasi) besar, masak gak ada yang mewakili. Kedua pemilihan Cawapres ideologinya dipertanyakan juga ada ahlusunnah waljamaah. Ketiga berkaitan dengan program kedepan sehat jasmani rohani," jelasnya.

Meski begitu, pihaknya menegaskan bahwa enam nama Cawapres untuk Anies ini bahwa sifatnya  hanya usulan dari serapan aspirasi.

"Ini menyampaikan aspirasi, kita ini Jawa Timur basisnya nahdliyin. Maka kami usulkan itu," imbuh dia.

Kata dia Aspirasi dan usulan Cawapres dari kiai di Jawa Timur ini untu diberikan lebih mengarah ke pesan untuk menyejahterahkan rakyat.

"Kami juga menyampaikan aspirasi, ke depannya agar rakyat Indonesia ini sehat jasmani, rohani dan ekonomi," tegasnya.

Sebagai informasi dari keenam nama usulan Cawapres tersebut sejumlah nama tokoh yang disebutkan sudah ada yang menolak dan ditolak untuk mendampingi Anies Baswedan Pilpres 2024.

Diantaranya Khofifah Indar Parawansa diinfokan menolak tawaran Nasdem jadi Cawapres. Kemudian Yenny Wahid yang merupakan putri Presiden Gusdur ditolak oleh Partai Demokrat yang koalisi dengan Nasdem untuk Anies.

Baca Juga: Resmikan Kantor Forum Kiai Kampung Surabaya, Wali Kota Eri: Ini Bakti Saya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.