Minggu, 06 Sep 2026 00:36 WIB

Ini Kata Pengamat jika Risma - Eri Cahyadi Disandingkan di Pilgub Jatim 2024

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 10 Agu 2023 14:37 WIB
Survei ssc
Survei ssc

selalu.id - Hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) menunjukkan bahwa elektabilitas PDI-Perjuangan memang paling kuat di Jawa Timur. Bahkan, tercatat posisi partai Moncong Puting itu berada di puncak menara dengan perolehan angka sebesar 23,7 persen. Kemudian, disusul PKB 19,8 persen dan Gerindra 15,8 persen.

Baca Juga: Naikkan Standar Kompetisi, Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan Teknologi VAR

Untuk bursa Pilihan Gubernur (Pilgub) Jatim, tokoh politik dari PDIP juga termasuk dalam urutan tertinggi seperti Tri Rismaharini sebesar 18,4 persen, dan diurutan kedua adalah Khofifah juga Eri Cahyadi 6,7 persen setelah Emil Dardak.

Selama ini PDIP belum pernah memenangkan bursa Pilgub Jatim dalam pemilihan umum. Oleh karenanya, menjadi tantangan tersendiri untuk PDIP memasangkan tokoh-tokoh politiknya bertarung di Jatim 1, atau berpasangan dengan parpol lain. Misalnya, majunya Tri Rismaharini berpasangan dengan Eri Cahyadi yang memiliki elektabiltas cukup tinggi di Jatim.

Peneliti Direktur Riset Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W. Oetomo mengatakan secara akumulasi transisi politik, jika keduanya Risma-Eri Cahyadi di pasangkan tentu tidak srtategis. Sebab, psikologis pemilih Jawa Timur relatif sama antara nasionalis dan religi.

"Dan itu pernah diuji coba pada masa Bambang DH dan Said Abdullah pada Pilgub 2023 lalu. Mereka sama-sama PDIP dan ternyata perolehan pun tidak memadai tidak menggembirakan," kata Mochtar, kepada Selalu.id, Kamis (10/8/2023).

Menurut Mochtar, meskipun elektabiltas Risma-Eri Cahyadi cukup tinggi di Jawa Timur. Namun, jika digabungkan keduanya memliki segmen pemilih yang sama. Seperti pemilihnya bakal sama meskipunya terbanyak di Surabaya.

"Kalau PDIP ingin memenangkan kontes pemilu Jatim 2024 harus mampu menyatukan tokoh dari dua strategi politik Jatim," ujarnya

"Kalau berpasangan sendiri tentu jadi musuh bersama jadi akan mewakili satu segmen terpilih bukan psikologis politik Jatim," imbuhnya.

Lebih lanjut Mochtar menambahkan, apabila PDIP ingin memenangkan pemilu 2024 di Jatim 1. Maka komposisinya harus mememilih antara Risma atau Eri Cahyadi ataupun dipasangkan dengan calon parpol lain.

"Tergantung PDIP nanti keputusannya Risma atau Eri atau bahkan calon lain. Baru kemudian bisa ditentukan kira kira siapa wakil yang bisa menunjang menambah perolehan suara," pungkasnya.

Baca Juga: PDIP Jatim Target Rebut Kursi Gubernur di Pilgub 2029

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.