Rabu, 22 Jul 2026 00:19 WIB

Ini Kata Pengamat jika Risma - Eri Cahyadi Disandingkan di Pilgub Jatim 2024

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 10 Agu 2023 14:37 WIB
Survei ssc
Survei ssc

selalu.id - Hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) menunjukkan bahwa elektabilitas PDI-Perjuangan memang paling kuat di Jawa Timur. Bahkan, tercatat posisi partai Moncong Puting itu berada di puncak menara dengan perolehan angka sebesar 23,7 persen. Kemudian, disusul PKB 19,8 persen dan Gerindra 15,8 persen.

Baca Juga: Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Untuk bursa Pilihan Gubernur (Pilgub) Jatim, tokoh politik dari PDIP juga termasuk dalam urutan tertinggi seperti Tri Rismaharini sebesar 18,4 persen, dan diurutan kedua adalah Khofifah juga Eri Cahyadi 6,7 persen setelah Emil Dardak.

Selama ini PDIP belum pernah memenangkan bursa Pilgub Jatim dalam pemilihan umum. Oleh karenanya, menjadi tantangan tersendiri untuk PDIP memasangkan tokoh-tokoh politiknya bertarung di Jatim 1, atau berpasangan dengan parpol lain. Misalnya, majunya Tri Rismaharini berpasangan dengan Eri Cahyadi yang memiliki elektabiltas cukup tinggi di Jatim.

Peneliti Direktur Riset Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W. Oetomo mengatakan secara akumulasi transisi politik, jika keduanya Risma-Eri Cahyadi di pasangkan tentu tidak srtategis. Sebab, psikologis pemilih Jawa Timur relatif sama antara nasionalis dan religi.

"Dan itu pernah diuji coba pada masa Bambang DH dan Said Abdullah pada Pilgub 2023 lalu. Mereka sama-sama PDIP dan ternyata perolehan pun tidak memadai tidak menggembirakan," kata Mochtar, kepada Selalu.id, Kamis (10/8/2023).

Menurut Mochtar, meskipun elektabiltas Risma-Eri Cahyadi cukup tinggi di Jawa Timur. Namun, jika digabungkan keduanya memliki segmen pemilih yang sama. Seperti pemilihnya bakal sama meskipunya terbanyak di Surabaya.

"Kalau PDIP ingin memenangkan kontes pemilu Jatim 2024 harus mampu menyatukan tokoh dari dua strategi politik Jatim," ujarnya

"Kalau berpasangan sendiri tentu jadi musuh bersama jadi akan mewakili satu segmen terpilih bukan psikologis politik Jatim," imbuhnya.

Lebih lanjut Mochtar menambahkan, apabila PDIP ingin memenangkan pemilu 2024 di Jatim 1. Maka komposisinya harus mememilih antara Risma atau Eri Cahyadi ataupun dipasangkan dengan calon parpol lain.

"Tergantung PDIP nanti keputusannya Risma atau Eri atau bahkan calon lain. Baru kemudian bisa ditentukan kira kira siapa wakil yang bisa menunjang menambah perolehan suara," pungkasnya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.