Jumat, 05 Jun 2026 07:31 WIB

Kronologi Lengkap, 71 Warga Tanah Kalikedinding Keracunan Makanan Olahan Daging Kurban

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 01 Jul 2023 16:29 WIB
Ilustrasi foto keracunan makanan
Ilustrasi foto keracunan makanan

selalu.id - Bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha sebanyak 71 warga Jl. Kalilom Indah Seruni 2, RT.10 RW.12, Tanah KaliKedinding, keracunan makanan olahan daging kurban.

Dari data yang dihimpun selalu.id, warga Jl. Kalilom Indah Seruni 2 mengadakan syukuran Idul Adha pada, Kamis lalu (29/6/23) dan berbagai olahan daging disajikan mulai dari krengsengan daging, gule serta sate.

Namun, dimulai sejak Jumat pagi pukul 02.00 WIB, satu persatu warga mulai mengeluh muntah, diare, panas. Wargapun dengan inisiatif masing-masing berobat langsung ke rumah sakit terdekat, dokter swasta, atau membeli obat.

Kepala Puskesmas Tanah Kalikedinding, dr Era Kartikawati menyampaikan dari 71 warga yang keracunan makanan terdata, 14 diantaranya dirawat di Puskesmas Tanah Kalikedinding, 12 orang dirujuk ke rumah sakit, 4 orang ke RSUD dr Soewandhie, 3 orang ke RSUA, 3 orang ke Puskesmas Bulak Banteng,  1 orang ke Puskesmas Sidotopo Wetan.

"Puskesmas dapat kabar sekitar pukul 16.00 WIB, kita langsung turun dan mengobati dari rumah ke rumah kemarin sore. Yang kita temukan harus dirujuk langsung kita rujuk, ada dibawa pakai ambulans, ada yang kita rujuk ke puskesmas. Kita stand by di Puskesmas. Sampai ini tadi masih ada yang masuk," kata dr Era Kartikawati

"Kalau total warga yang saat yang sedang pantauan kami di rumah masing-masing sebanyak 45 orang, mereka ada gejala tapi tidak berat. Sedangkan 26 orang lainnya dirawat di rumah sakit," tambahnya.

Punjung Sari (25), salah satu warga Tanah Kalikedinding yang mengikuti acara syukuran Idul Adha mengaku bahwa dirinya mengalami gejala mual muntah panas tinggi, diare terus terusan.

"Di kampung biasa ada kegiatan makan-makan daging kurban, kita cuma datang, setelah itu gak ada apa-apa, tapi besok paginya ada gejala," ujar Punjung.

Lantaran dirinya tidak mengikuti proses masak, dirinya pun tidak berani menyimpulkan terkait faktor human eror dipengolahan daging kurban.

"Gak ikut proses masak. Gak tau, gak berani menyimpulkan. Saya tahu tukang masaknya tiap tahun masak buat acara syukuran itu, tapi gak tahu kenapa yang kali ini seperti ini," tukasnya.

Terkait penyebab pasti keracunan makanan yang dialami warga satu kompleks itu belum bisa dikonfirmasi. Tetapi saat ini sudah dilakukan uji sample daging yang dimasak di BPLK. (Adg)

Baca Juga: Polisi Surabaya Selidiki Kasus Keracunan Massal Olahan Daging Kurban

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.