Sabtu, 26 Sep 2026 08:45 WIB

Polisi Surabaya Selidiki Kasus Keracunan Massal Olahan Daging Kurban

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Jul 2023 07:54 WIB
Ilustrasi garis polisi
Ilustrasi garis polisi

selalu.id - Polres Pelabuhan Tanjung Perak menyelidiki kasus keracunan massal warga Kalilom Lor Indah Seruni II, Tanah Kedinding Surabaya, akibat memakan olahan daging kurban saat perayaan Idul Adha, Jumat (30/7/2023) lalu.

Kasus keracunan tersebut membuat 71 warga yang menyantap makanan itu mengalami mual, muntah, diare dan panas hingga 29 diantaranya dirawat di rumah sakit dan dua puskesmas.

Kapolsek Kenjeran Kompol Ardi Purboyo mengatakan pihak polisi telah ditangani sejak Sabtu (1/7/2023) lalu usai Camat setempat melaporkan insiden terseut.

Kompol Adi menerangkan langkah polisi untuk menyelediki kasus tersebut dengan mengambil sampling makanan untuk diteliti dan sejumlah petinggi seperti, camat, lurah, serta RT/RW telah dimintai keterangan.

"Kami dibantu Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk mendalami makanan daging kurban diduga terkontaminasi racun," kata Ardi, Selasa (4/6/2023).

Meski begitu, kata dia, penyelidikan polisi
masih tahap observasi. Pihaknya masih enggan menerka apakah kasus tersebut ada unsur pidana atau tidak.

Sebab dalam tahap menghimpun keterangan saksi-saksi masih belum dikerjakan secara maksimal.

"Rata-rata saksi adalah para korban. Banyak di antara mereka yang sekarang kondisinya belum stabil sehingga keterangan belum layak dijadikan paramater," ucapnya.

Sementara, Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina memastikan  pihaknya sampai saat ini masih menunggu hasil lab dari BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) Surabaya.

Nanik mengakui bahwa sudah mengirimkan sejumlah sampel kepada BBLK, mulai dari hasil olahan hingga muntahan korban dan dahaknya.

“Nah, untuk hasilnya masih kita tunggu dari BBLK. Seharusnya, Hasilnya 3 harian ini, krn harus ada pemeriksaan kimia sama mikrobiologi," kata Nanik, kepada selalu.id

Dinkes Surabaya mencatat sebanyak 71 korban yang terkena kini sudah tersisa 19 pasien yang sampai saat ini masih menjalani rawat inap. Mereka menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit di Kota Surabaya. (Ade/Adg)

Baca Juga: 19 Warga Keracunan Olahan Daging Kurban Masih Dirawat, Dinkes Surabaya: Tunggu Hasil Lab

Editor : Ading
Berita Terbaru

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.