Selasa, 21 Jul 2026 23:55 WIB

Polisi Surabaya Selidiki Kasus Keracunan Massal Olahan Daging Kurban

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Jul 2023 07:54 WIB
Ilustrasi garis polisi
Ilustrasi garis polisi

selalu.id - Polres Pelabuhan Tanjung Perak menyelidiki kasus keracunan massal warga Kalilom Lor Indah Seruni II, Tanah Kedinding Surabaya, akibat memakan olahan daging kurban saat perayaan Idul Adha, Jumat (30/7/2023) lalu.

Kasus keracunan tersebut membuat 71 warga yang menyantap makanan itu mengalami mual, muntah, diare dan panas hingga 29 diantaranya dirawat di rumah sakit dan dua puskesmas.

Kapolsek Kenjeran Kompol Ardi Purboyo mengatakan pihak polisi telah ditangani sejak Sabtu (1/7/2023) lalu usai Camat setempat melaporkan insiden terseut.

Kompol Adi menerangkan langkah polisi untuk menyelediki kasus tersebut dengan mengambil sampling makanan untuk diteliti dan sejumlah petinggi seperti, camat, lurah, serta RT/RW telah dimintai keterangan.

"Kami dibantu Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk mendalami makanan daging kurban diduga terkontaminasi racun," kata Ardi, Selasa (4/6/2023).

Meski begitu, kata dia, penyelidikan polisi
masih tahap observasi. Pihaknya masih enggan menerka apakah kasus tersebut ada unsur pidana atau tidak.

Sebab dalam tahap menghimpun keterangan saksi-saksi masih belum dikerjakan secara maksimal.

"Rata-rata saksi adalah para korban. Banyak di antara mereka yang sekarang kondisinya belum stabil sehingga keterangan belum layak dijadikan paramater," ucapnya.

Sementara, Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina memastikan  pihaknya sampai saat ini masih menunggu hasil lab dari BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) Surabaya.

Nanik mengakui bahwa sudah mengirimkan sejumlah sampel kepada BBLK, mulai dari hasil olahan hingga muntahan korban dan dahaknya.

“Nah, untuk hasilnya masih kita tunggu dari BBLK. Seharusnya, Hasilnya 3 harian ini, krn harus ada pemeriksaan kimia sama mikrobiologi," kata Nanik, kepada selalu.id

Dinkes Surabaya mencatat sebanyak 71 korban yang terkena kini sudah tersisa 19 pasien yang sampai saat ini masih menjalani rawat inap. Mereka menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit di Kota Surabaya. (Ade/Adg)

Baca Juga: 19 Warga Keracunan Olahan Daging Kurban Masih Dirawat, Dinkes Surabaya: Tunggu Hasil Lab

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.