Senin, 02 Feb 2026 04:51 WIB

Polisi Surabaya Selidiki Kasus Keracunan Massal Olahan Daging Kurban

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Jul 2023 07:54 WIB
Ilustrasi garis polisi
Ilustrasi garis polisi

selalu.id - Polres Pelabuhan Tanjung Perak menyelidiki kasus keracunan massal warga Kalilom Lor Indah Seruni II, Tanah Kedinding Surabaya, akibat memakan olahan daging kurban saat perayaan Idul Adha, Jumat (30/7/2023) lalu.

Kasus keracunan tersebut membuat 71 warga yang menyantap makanan itu mengalami mual, muntah, diare dan panas hingga 29 diantaranya dirawat di rumah sakit dan dua puskesmas.

Kapolsek Kenjeran Kompol Ardi Purboyo mengatakan pihak polisi telah ditangani sejak Sabtu (1/7/2023) lalu usai Camat setempat melaporkan insiden terseut.

Kompol Adi menerangkan langkah polisi untuk menyelediki kasus tersebut dengan mengambil sampling makanan untuk diteliti dan sejumlah petinggi seperti, camat, lurah, serta RT/RW telah dimintai keterangan.

"Kami dibantu Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk mendalami makanan daging kurban diduga terkontaminasi racun," kata Ardi, Selasa (4/6/2023).

Meski begitu, kata dia, penyelidikan polisi
masih tahap observasi. Pihaknya masih enggan menerka apakah kasus tersebut ada unsur pidana atau tidak.

Sebab dalam tahap menghimpun keterangan saksi-saksi masih belum dikerjakan secara maksimal.

"Rata-rata saksi adalah para korban. Banyak di antara mereka yang sekarang kondisinya belum stabil sehingga keterangan belum layak dijadikan paramater," ucapnya.

Sementara, Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina memastikan  pihaknya sampai saat ini masih menunggu hasil lab dari BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan) Surabaya.

Nanik mengakui bahwa sudah mengirimkan sejumlah sampel kepada BBLK, mulai dari hasil olahan hingga muntahan korban dan dahaknya.

“Nah, untuk hasilnya masih kita tunggu dari BBLK. Seharusnya, Hasilnya 3 harian ini, krn harus ada pemeriksaan kimia sama mikrobiologi," kata Nanik, kepada selalu.id

Dinkes Surabaya mencatat sebanyak 71 korban yang terkena kini sudah tersisa 19 pasien yang sampai saat ini masih menjalani rawat inap. Mereka menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit di Kota Surabaya. (Ade/Adg)

Baca Juga: 19 Warga Keracunan Olahan Daging Kurban Masih Dirawat, Dinkes Surabaya: Tunggu Hasil Lab

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.