Minggu, 04 Okt 2026 17:59 WIB

Ribuan Palang Rel Kareta Api Tak Dijaga, KAI Dorong Pemerintah Pusat Bangun Flyover dan Terowongan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 15 Jun 2023 18:37 WIB
Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI Sandry Pasambunam
Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI Sandry Pasambunam

Selalu.id - PT Kareta Api Indonesian (KAI) mendorong Pemerintah Pusat untuk membuat flyover dan terowongan atau underpass guna mengurangi kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang rel kareta api.

"Ini karena banyaknya kecelakaan di perlintasan rel kereta api," kata Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI Sandry Pasambunam, saat ditemui selalu.id, di Hotel Westin, Surabaya pada Kamis (15/6/2023).

Sandry menyebut bahwa prosentase kecelakaan tertinggi terjadi di Jawa Timur.

"Gambaran khusus untuk masalah ini di Jawa Timur, karena di Jawa Timur juga salah satu tertinggi tingkat kecelakaannya (sebidang rel kereta api)," ujarnya.

KAI pun mencatat hingga saat ini terdapat sejumlah 3.693 perlintasan sebidang jalur kereta api di seluruh Indonesia yang terdiri dari 1.598 perlintasan dijaga dan 2.095 perlintasan tidak dijaga. Terlebih lagi, frekuensi kereta api semakin meningkat dengan adanya Gapeka 2023 dan dari 900 ribu perjalanan KA, sekarang meningkat sejuta.

"Ini perjalanan kareta api mulai dari Sumatera sampai ke Pulau Jawa. Tentunya masalah keselamatan ini sangat krusial sekali," ungkapnya.

Apalagi keadaan perlintasan sebidang di sebagian tempat melewati pemukiman warga dan daerah industri, sehingga rawan terjadi kecelakaan. Dalam kurun 3 tahun terakhir, tercatat pula terjadi banyak kecelakaan di perlintasan sebidang jalur kereta api yang merenggut korban manusia secara signifikan.

Sebanyak 690 kejadian kecelakaan di perlintasan sebidang, dengan korban meninggal dunia sejumlah 202 orang, luka berat sejumlah 132 orang, dan luka ringan sejumlah 184 orang.

"Itu karena pelanggaran lalu lintas untuk masyarakat yang kadang suka buru-buru tentunya kalau sudah dijaga, pada saat kereta mendekat, mereka maksa melintas walau kondisi bahaya," ungkapnya.

Sebab itu, Sandry kembali menerangkan pihaknya mendorong pemerintah pusat khususnya Kepada Kementerian PUBR untuk membangun flyover atau terowongan atau underpass.

"Tentu ini butuh biaya jadi kami koordinasi dengan Kementerian Keuangan," ungkapnya.

Lebih lanjut Sandry menambahkan, KAI juga telah melakukan evaluasi seperti palang rel kareta api dimodifikasi. Kemudian, bekerja sama dengan polisi daerah untuk menindak tegas terhadap pelanggar.

"Kecelakaan di perlintasan sebidang dengan beberapa strategi dengan sosialisasi di perlintasan sebidang, sekolah dan tegas di lapangan tak memenuhi aturan akan kami tindak tegas penutupan," pungkasnya. (Ade/Adg)






Baca Juga: Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Editor : Ading
Berita Terbaru

Daftar Lengkap 23 Pati Naik Pangkat dan 19 Kapolda yang Berganti

Kapolri berharap seluruh pejabat yang dilantik dan menerima kenaikan pangkat bisa secepatnya beradaptasi dengan lingkungan kerja baru dan layani masyarakat.

Bea Cukai Probolinggo Ingatkan Warga Waspadai Rokok Ilegal dan Penipuan Siber

Selain rokok ilegal, masyarakat juga diingatkan tidak mudah percaya ketika menerima telepon atau pesan yang mengatasnamakan petugas Bea Cukai.

Kesadisan Pemuda yang Bunuh dan Bakar Pelajar SMK di Pasuruan, Bikin Istighfar

Penyidik menjerat tersangka dengan pasal berlapis, yakni Pasal 479 subsider Pasal 458 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Pemkab Sidoarjo Siapkan Area Bawa Flyover Tenggulunan-Sumokali jadi Pusat UMKM

Secara swadaya, warga turun tangan mempercantik kawasan Flyover Tenggulunan-Sumokali demi mengikis kesan kumuh akibat maraknya coretan mural liar.

Pemkot Surabaya Bersih-bersih ASN Nakal, Ada Petugas LH hingga Lurah

Inspektorat saat ini masih mendalami kasus dugaan pungutan liar (pungli) dan menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terlibat.

Kembali Dipercaya Investor, SIER Teken Dua LoI di EJIF 2026

Penandatanganan LoI dilakukan di sela pelaksanaan EJIF 2026 yang berlangsung di Grand City Convex Surabaya yang digelar selama dua hari mulai 1-2 Oktober 2026.