Rabu, 22 Jul 2026 01:30 WIB

Peneliti Unair Sebut Pelajar Perokok Melonjak Akibat Terpapar Iklan Rokok

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 17 Mei 2023 14:13 WIB
Ketua Peneliti sekaligus Dosen FKM Unair Hario Megatsari
Ketua Peneliti sekaligus Dosen FKM Unair Hario Megatsari

Selalu.id - Peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) melakukan riset terkait pengaruh iklan rokok terhadap para pelajar di sekolah-sekolah. Hasil riset tersebut ditemukan pelonjakan pelajar perokok.

"Penelitian ini ada dua tujuan pertama melihat perilaku merokok remaja, kedua mengidentifikasi iklan-iklan rokok yang ada di sekitar sekolah," kata Ketua Peneliti sekaligus Dosen FKM Unair Hario Megatsari, Rabu (17/5/2023).

Baca Juga: Pakar Unair Beber Masalah Psikologis Remaja, Mulai Percintaan hingga Perselingkuhan

Hario mengatakan pihaknya mencatat sebesar 57,7 persen pelajar di sekolah mulai tingkat SMP hingga SMA mengaku pernah merokok jenis rokok konvensional dalam 30 hari terakhir. Sementara sebesar 50,7 persen lainnya mengaku pernah merokok jenis rokok elektronik.

"Ini temuan awal, perilaku merokok remaja di banding hasil survey terdahulu mengalami peningkatan, kurang lebih sekitar 9-10 persen pada kelompok usia remaja. Disini kita dapatkan Kurang lebih 30-40 persen responden kami. Lainnya Perilaku perokok elektronik juga sama, perilaku merokok elektronik usia anak juga cukup tinggi rata-20 persen," ungkapnya.

Saat melakukan penelitian terhadap 6.786 siswa dari 165 sekolah yang tersebar 4 kabupaten/kota di Indonesia yaitu Serang, Padang, Lombok Timur dan Banyuwangi. Mirisnya, pihaknya menemukan sebagian responden merupakan pelajar perempuan dan sebagian masih duduk di bangku SMP.

"Penelitian ini jadi bukti lain yang cukup menyedihkan, Kerja-kerja tembakau di sini juga cukup berat. Belum ada penurunan, menurut kami terdapat peningkatan dari hasil sebelummya," jelasnya.

Dari hasil responden, mereka paling sering melihat iklan rokok di tempat penjualan rokok, misal: kios, dan di toko-toko kelontong.

Kemudian, terbanyak di papan reklame, internet, televisi dan majalah/koran. Demikian juga dengan rokok elektronik, sebagian besar siswa mengetahui rokok jenis tersebut dan paling sering melihat iklannya di media reklame.

“Hal ini berbeda dengan paparan sponsor rokok melalui berbagai even, baik itu olahraga, kesenian maupun acara komunitas, sebagian besar siswa mengaku tidak menjumpai sponsor iklan disitu,” ujarnya.

Terlebih lagi, promosi rokok melalui kaos, voucher maupun tawaran rokok gratis dari perusahan rokok. Bahkan, sebagian besar siswa mengaku tidak menerima atau mengalaminya.

"Dengan adanya fakta tersebut diatas, kami mendorong pemerintah untuk segera melakukan melakukan revisi UU yang relevan terkait dengan pencegahan anak sekolah merokok, antara lain adalah revisi UU no 32 tahun 2002 tentang Penyiaran serta PP 109/2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan,” terangnya. (Ade)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.