Jumat, 05 Jun 2026 16:57 WIB

Selain Hal Ini, Perairan Surabaya Tidak Termasuk Jalur Migrasi Paus Balin

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Mei 2023 18:45 WIB
Pengamat Satwa Singky Soewadji
Pengamat Satwa Singky Soewadji

Selalu.id - Fenomena penemuan terdamparnya Paus Balin di perairan Surabaya juga mendapat perhatian aktifis dan pecinta satwa. Kasus paus terdampar di berbagai tempat diyakini merupakan pengecualian siklus dari migrasi satwa mamalia itu

"Paus biasa migrasi dari Samudra Hindia lalu naik ke atas ke perairan di Indonesia," ujar pengamat satwa Singky Soewadji saat dikonfirmasi selalu.id, Senin (15/3/2023).

Dijelaskan Singky, paus memang kerap berenang di Samudra Hindia dan melewati perairan Indonesia. Namun, Singky juga menambahkan nasib sial akan dialami paus jika tersesat dan masuk ke kawasan perairan Selat Madura.

"Paus itu punya radar yang kuat untuk memilih jalan yang akan ia tempuh. Nah kalau lewat perairan antara Jawa-Sumatra, atau Kalimantan-Sulawesi itu tidak masalah, mereka (paus) akan selamat. Tapi kalau sudah masuk ke selat yang lebih sempit, itu wassalam karena terbawa arus ke perairan keruh," lanjut Singky.

Hal itu pun diperkuat dengan pernyataan Drh. Bilqisthi Ari Putra M.Si, Ahli Patologi FKH Unair yang merupakan Tim Evakuasi Bangkai Paus Balin di Gejawan Putih Tambak, Senin (15/5/2023).

"Paus Balin tidak memiliki rute perjalanan di perairan Surabaya, jadi tidak pernah melintasi perairan Surabaya jadi ini termasuk fenomena langka," kata Drh. Bilqist.

Terkait fenomena langka tersebut, Drh. Bilqist menjelaskan bahwa kemungkinan terbesar adalah Paus Balin tersebut telah mati sejak dilautan lepas dan terbawa arus hingga ke perairan Surabaya.

"Bangkai paus tersebut ditemukan sejak 3 hari lalu, tapi kemungkinan besar telah mati sejak di lautan lepas. Untuk kapan tepat matinya kami belum bisa memastikan, yang pasti saat ditemukan dan observasi bahwa paus balin tersebut mati karena ada penyakit," terang Drh. Bilqist.

Drh. Bilqist pun mengatakan dari banyak kasus penemuan paus terdampar di perairan Surabaya hampir semuanya di karenakan penyakit.

"Memang biasanya paus tidak melewati perairan Surabaya, kasus yang ditemukan semuanya karena penyakit, tapi tidak bisa digeneralisir pada satu spesifik penyakit tertentu. Penyebab kematian tentunya multifaktor, cuma memang semua karena penyakit," tukasnya. (Ade/Adg)


Baca Juga: Bangkai Paus Balin yang Terdampar di Surabaya Dimuseumkan di Jatim Park

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.