Selasa, 03 Feb 2026 15:47 WIB

Selain Hal Ini, Perairan Surabaya Tidak Termasuk Jalur Migrasi Paus Balin

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Mei 2023 18:45 WIB
Pengamat Satwa Singky Soewadji
Pengamat Satwa Singky Soewadji

Selalu.id - Fenomena penemuan terdamparnya Paus Balin di perairan Surabaya juga mendapat perhatian aktifis dan pecinta satwa. Kasus paus terdampar di berbagai tempat diyakini merupakan pengecualian siklus dari migrasi satwa mamalia itu

"Paus biasa migrasi dari Samudra Hindia lalu naik ke atas ke perairan di Indonesia," ujar pengamat satwa Singky Soewadji saat dikonfirmasi selalu.id, Senin (15/3/2023).

Dijelaskan Singky, paus memang kerap berenang di Samudra Hindia dan melewati perairan Indonesia. Namun, Singky juga menambahkan nasib sial akan dialami paus jika tersesat dan masuk ke kawasan perairan Selat Madura.

"Paus itu punya radar yang kuat untuk memilih jalan yang akan ia tempuh. Nah kalau lewat perairan antara Jawa-Sumatra, atau Kalimantan-Sulawesi itu tidak masalah, mereka (paus) akan selamat. Tapi kalau sudah masuk ke selat yang lebih sempit, itu wassalam karena terbawa arus ke perairan keruh," lanjut Singky.

Hal itu pun diperkuat dengan pernyataan Drh. Bilqisthi Ari Putra M.Si, Ahli Patologi FKH Unair yang merupakan Tim Evakuasi Bangkai Paus Balin di Gejawan Putih Tambak, Senin (15/5/2023).

"Paus Balin tidak memiliki rute perjalanan di perairan Surabaya, jadi tidak pernah melintasi perairan Surabaya jadi ini termasuk fenomena langka," kata Drh. Bilqist.

Terkait fenomena langka tersebut, Drh. Bilqist menjelaskan bahwa kemungkinan terbesar adalah Paus Balin tersebut telah mati sejak dilautan lepas dan terbawa arus hingga ke perairan Surabaya.

"Bangkai paus tersebut ditemukan sejak 3 hari lalu, tapi kemungkinan besar telah mati sejak di lautan lepas. Untuk kapan tepat matinya kami belum bisa memastikan, yang pasti saat ditemukan dan observasi bahwa paus balin tersebut mati karena ada penyakit," terang Drh. Bilqist.

Drh. Bilqist pun mengatakan dari banyak kasus penemuan paus terdampar di perairan Surabaya hampir semuanya di karenakan penyakit.

"Memang biasanya paus tidak melewati perairan Surabaya, kasus yang ditemukan semuanya karena penyakit, tapi tidak bisa digeneralisir pada satu spesifik penyakit tertentu. Penyebab kematian tentunya multifaktor, cuma memang semua karena penyakit," tukasnya. (Ade/Adg)


Baca Juga: Bangkai Paus Balin yang Terdampar di Surabaya Dimuseumkan di Jatim Park

Editor : Ading
Berita Terbaru

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.