Rabu, 22 Jul 2026 04:19 WIB

Selain Hal Ini, Perairan Surabaya Tidak Termasuk Jalur Migrasi Paus Balin

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Mei 2023 18:45 WIB
Pengamat Satwa Singky Soewadji
Pengamat Satwa Singky Soewadji

Selalu.id - Fenomena penemuan terdamparnya Paus Balin di perairan Surabaya juga mendapat perhatian aktifis dan pecinta satwa. Kasus paus terdampar di berbagai tempat diyakini merupakan pengecualian siklus dari migrasi satwa mamalia itu

"Paus biasa migrasi dari Samudra Hindia lalu naik ke atas ke perairan di Indonesia," ujar pengamat satwa Singky Soewadji saat dikonfirmasi selalu.id, Senin (15/3/2023).

Dijelaskan Singky, paus memang kerap berenang di Samudra Hindia dan melewati perairan Indonesia. Namun, Singky juga menambahkan nasib sial akan dialami paus jika tersesat dan masuk ke kawasan perairan Selat Madura.

"Paus itu punya radar yang kuat untuk memilih jalan yang akan ia tempuh. Nah kalau lewat perairan antara Jawa-Sumatra, atau Kalimantan-Sulawesi itu tidak masalah, mereka (paus) akan selamat. Tapi kalau sudah masuk ke selat yang lebih sempit, itu wassalam karena terbawa arus ke perairan keruh," lanjut Singky.

Hal itu pun diperkuat dengan pernyataan Drh. Bilqisthi Ari Putra M.Si, Ahli Patologi FKH Unair yang merupakan Tim Evakuasi Bangkai Paus Balin di Gejawan Putih Tambak, Senin (15/5/2023).

"Paus Balin tidak memiliki rute perjalanan di perairan Surabaya, jadi tidak pernah melintasi perairan Surabaya jadi ini termasuk fenomena langka," kata Drh. Bilqist.

Terkait fenomena langka tersebut, Drh. Bilqist menjelaskan bahwa kemungkinan terbesar adalah Paus Balin tersebut telah mati sejak dilautan lepas dan terbawa arus hingga ke perairan Surabaya.

"Bangkai paus tersebut ditemukan sejak 3 hari lalu, tapi kemungkinan besar telah mati sejak di lautan lepas. Untuk kapan tepat matinya kami belum bisa memastikan, yang pasti saat ditemukan dan observasi bahwa paus balin tersebut mati karena ada penyakit," terang Drh. Bilqist.

Drh. Bilqist pun mengatakan dari banyak kasus penemuan paus terdampar di perairan Surabaya hampir semuanya di karenakan penyakit.

"Memang biasanya paus tidak melewati perairan Surabaya, kasus yang ditemukan semuanya karena penyakit, tapi tidak bisa digeneralisir pada satu spesifik penyakit tertentu. Penyebab kematian tentunya multifaktor, cuma memang semua karena penyakit," tukasnya. (Ade/Adg)


Baca Juga: Bangkai Paus Balin yang Terdampar di Surabaya Dimuseumkan di Jatim Park

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.