Sabtu, 26 Sep 2026 08:59 WIB

Konten Bos Mafia Gedang Lecehkan Wartawan, IJTI: Bisa Bahayakan Kebebasan Pers

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 12 Mei 2023 14:11 WIB
Potongan foto dari video unggahan Mafia Gedang
Potongan foto dari video unggahan Mafia Gedang

Selalu.id - Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) Surabaya menyatakan sikap terkait konten Bos Mafia Gedang yang dianggap lecehkan profesi wartawan.

Diketahui akun TikTok @masyroyganteng atau Bos Madia Gedang Royhan Ni'amillah membuat postingan video yang dianggap melecehlan profesi wartawan.

Dalam postinganya konten yang diunggah Roy sapaan akrabnya pada 11 Mei 2023, kini telah dihapus oleh Roy setelah beberapa wartawan protes dengan kontennya itu.

Lantaran diceritakan bahwa seorang wartawan yang ingin meliput kegiatan Roy namun dengan memasang mimik wajah masam menanyakan wartawan tersebut dari media mana.

"Sampeyan wartawan ta? Dari mana?,"tanya Roy, kemudiam Wartawan menjawab tidak jelas "bebe**** tv,"ujar yang ngaku wartawan.

Roy pun langsung memberi duit Rp 100 ribu agar wartawan itu pergi tidak ngikuti kegiatannya.

Menanggapi itu, Ketua IJTI Surabaya Lukman Rozak menyesalkan dan menyayangkan konten pengusaha juragan gedang itu yang dianggap menghina, melecehkan dan merendahkan profesi jurnalis.

"Apapun alasannya konten sampah seperti ini tak patut diunggah di media sosial, apalagi menyerang institusi jurnalis," kata Lukman melalui keterangan rilisnya.

Lukman menyampaikan, meski tidak secara langsung, Parodi  yang dilakukan mas roy merupakan intimidasi. Menurutnya, serangan verbal terhadap jurnalis yang bisa membahayakan kebesan pers dan kehidupan berdemokrasi di indonesia.

"Kami sadar, perilaku sebagian jurnalis kita memang ada yang masih belum baik . Tetapi postingan ini seolah-olah mengeneralisir bahwa semua jurnalis berprilaku sama seperti yang ada di postingan juragan gedang. Padahal masih banyak jurnalis baik dan bekerja secara profesional," tegasnya.

Sebab itu, IJTI Surabaya menuntut kepada Mas Roy untuk meminta maaf secara terbuka di media sosial maupun maenstream, menghapus konten dan Mencabut ucapannya.

"Jika tidak ada iktikad baik dari yang bersangkutan, maka kami tak segan membawa kasus ini ke ranah hukum," jelasnya.

Setelah diprotes beberapa wartawan Bos Mafia Gedang, langsung mengklarifikasi dan membuat video meminta maaf kepada wartawan.

“Assalamualaikum, Saya Royhan Ni’amillah mohon maaf sebesar-besarnya kepada semua teman-teman wartawan yang tersinggung atas konten saya hari ini 11 Mei 2023. Saya tidak ada niatan sama sekali merendahkan ataupun melecehkan profesi wartawan, karena saya sendiri punya banyak banget temen wartawan,” ucap unggahan video Mas Roy, Jumat (12/5/2023) malam. (Ade)

Baca Juga: Bersama Jurnalis Riverside, MORA Impact Berpartisipasi dalam "Nada untuk Sumatra"

Editor : Ading
Berita Terbaru

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.