Selasa, 03 Feb 2026 23:59 WIB

Konten Bos Mafia Gedang Lecehkan Wartawan, IJTI: Bisa Bahayakan Kebebasan Pers

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 12 Mei 2023 14:11 WIB
Potongan foto dari video unggahan Mafia Gedang
Potongan foto dari video unggahan Mafia Gedang

Selalu.id - Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) Surabaya menyatakan sikap terkait konten Bos Mafia Gedang yang dianggap lecehkan profesi wartawan.

Diketahui akun TikTok @masyroyganteng atau Bos Madia Gedang Royhan Ni'amillah membuat postingan video yang dianggap melecehlan profesi wartawan.

Dalam postinganya konten yang diunggah Roy sapaan akrabnya pada 11 Mei 2023, kini telah dihapus oleh Roy setelah beberapa wartawan protes dengan kontennya itu.

Lantaran diceritakan bahwa seorang wartawan yang ingin meliput kegiatan Roy namun dengan memasang mimik wajah masam menanyakan wartawan tersebut dari media mana.

"Sampeyan wartawan ta? Dari mana?,"tanya Roy, kemudiam Wartawan menjawab tidak jelas "bebe**** tv,"ujar yang ngaku wartawan.

Roy pun langsung memberi duit Rp 100 ribu agar wartawan itu pergi tidak ngikuti kegiatannya.

Menanggapi itu, Ketua IJTI Surabaya Lukman Rozak menyesalkan dan menyayangkan konten pengusaha juragan gedang itu yang dianggap menghina, melecehkan dan merendahkan profesi jurnalis.

"Apapun alasannya konten sampah seperti ini tak patut diunggah di media sosial, apalagi menyerang institusi jurnalis," kata Lukman melalui keterangan rilisnya.

Lukman menyampaikan, meski tidak secara langsung, Parodi  yang dilakukan mas roy merupakan intimidasi. Menurutnya, serangan verbal terhadap jurnalis yang bisa membahayakan kebesan pers dan kehidupan berdemokrasi di indonesia.

"Kami sadar, perilaku sebagian jurnalis kita memang ada yang masih belum baik . Tetapi postingan ini seolah-olah mengeneralisir bahwa semua jurnalis berprilaku sama seperti yang ada di postingan juragan gedang. Padahal masih banyak jurnalis baik dan bekerja secara profesional," tegasnya.

Sebab itu, IJTI Surabaya menuntut kepada Mas Roy untuk meminta maaf secara terbuka di media sosial maupun maenstream, menghapus konten dan Mencabut ucapannya.

"Jika tidak ada iktikad baik dari yang bersangkutan, maka kami tak segan membawa kasus ini ke ranah hukum," jelasnya.

Setelah diprotes beberapa wartawan Bos Mafia Gedang, langsung mengklarifikasi dan membuat video meminta maaf kepada wartawan.

“Assalamualaikum, Saya Royhan Ni’amillah mohon maaf sebesar-besarnya kepada semua teman-teman wartawan yang tersinggung atas konten saya hari ini 11 Mei 2023. Saya tidak ada niatan sama sekali merendahkan ataupun melecehkan profesi wartawan, karena saya sendiri punya banyak banget temen wartawan,” ucap unggahan video Mas Roy, Jumat (12/5/2023) malam. (Ade)

Baca Juga: Komunitas Jurnalis Pinggir Kali Surabaya Kumpulkan Donasi Rp23 Juta untuk Sumatra

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.