Kamis, 20 Agu 2026 13:54 WIB

Warga Surabaya Keluhkan Kenaikan Tarif Gas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 10 Mei 2023 22:05 WIB
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi'i 
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi'i 

Selalu.id - Warga Kampung Malang Wetan Surabaya mengeluhkan keluhan tarif Pertamina Gas Negara (PGN) yang tiba-tiba meningkat.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi'i saat melakukan jaring aspirasi atau reses di Kampung Malang Wetan III, pada Selasa (09/05/2023) malam, bahwa warga keluhkan tarif gas naik.

Imam mengatakan bahwa warga Kampung Malang Wetan keberatan terkait tarif PGN yang naik hingga 50 persen dan bahkan tagihan itu tak diimbangi dengan kontrol meteran dari petugas PGN.

"Tentu ini akan kami sampaikan, karena ini wilayahnya beda, bukan wilayahnya Pemerintah Kota Surabaya. Tapi kami menghimbau kepada PGN, sebagai entitas perusahaan BUMN. Agar jangan mengejar laba tinggi, tapi dipentingkan itu fungsi BUMN itu pelayanan yang maksimal kepada warga pelanggan," ungkapnya kepada wartawan usai reses.

Imam menyampaikan, seharusanya ada himbauan untuk mengembalikan kepercayaan dan kepuasan pelanggan PGN. Sebab, sebagian besar pelanggan di Surabaya, berasal dari kampung-kampung saat ini telah beralih ke Liquified Petroleum Gas atau LPG.

Imam menyayangkan kenaikan tarif PGN yang tiba-tiba meningkat drastis, sebab sebelumnya tarif PGN dirasa lebih murah dibandingkan LPG. Ia pun berharap agar gas yang dikuasai oleh negara ini, dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat.

"Seharusnya PGN bisa lebih murah, kalau di Pemkot Surabaya kan, di ibaratkan PDAM lebih murah dibandingkan dengan beli di penjual air tank, harusnya kan begitu," jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT RT 07/RW 05, Kelurahan/Kecamatan Tegalsari mengungkapkan masalah tagihan PGN terlalu tinggi sudah terjadi pada empat bulan yang lalu. Ditambah lagi, tak ada petugas PGN yang melakukan pengecekan terhadap meteran gas di tiap rumah pelanggan.

Lebih lanjut Mariyo menjelaskan, dari 267 Kepala Keluarga (KK) di RT-nya, sedikitnya 50 persen telah memutus jaringan gas milik PGN untuk beralih ke LPG. Bahkan dirinya pun memutus jaringan gas yang selama kurang lebih lima tahun berlangganan.

"Sekitar awal tahun ini itu saya ditagih Rp 600.000, padahal biasanya cuma Rp 50.000 saja. Ketika itu langsung saya putus meteran gasnya mas," pungkasnya.(Ade/Adg)

Baca Juga: PGN Area Bojonegoro Dorong UMKM Berdaya Saing Lewat Pemanfaatan Gas Bumi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri

Persoalan tersebut mengemuka dalam Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 yang diselenggarakan bersamaan dengan IndoSolar 2026 di Jakarta.

Soal Foto Armuji Tak Dipasang di Poster Soekarno Cup 2026, Begini Jawaban Halus Panitia

Sebelumnya, Kader PDIP Surabaya Ahmad Hidayat mengaku sempat dihujani pertanyaan dari sesama kader terkait absennya wajah Armuji di poster Soekarno Cup 2026.

Kebakaran Hutan di Gunung Arjuno-Welirang, Jalur Pendakian Ditutup

Dampak dari insiden kebakaran ini, akses pendakian Gunung Arjuno-Welirang resmi ditutup total mulai Rabu (19/8) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Waspada! Ini Tanda Kenapa Batuk Tak Kunjung Sembuh, Jangan Disepelekan

Apabila Anda mengalami batuk persisten yang tak kunjung membaik, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Bareskrim Bongkar Kasus Kekerasan Seksual dan Pengantin Pesanan, Amankan Pelatih hingga Tokoh Agama

Melalui program Rise and Speak, Polri mengajak masyarakat berani bersuara dan melaporkan segala bentuk kekerasan di sekitarnya.

Sentuhan Teknologi Digital NIC, Kunci PLN Nusantara Power Amankan Listrik Kemerdekaan RI

PLN NP terus berkomitmen mendukung transisi energi hijau menuju Net Zero Emission melalui target pengembangan lebih dari 6,3 GW energi baru terbarukan (EBT).