Rabu, 04 Feb 2026 10:53 WIB

Warga Surabaya Keluhkan Kenaikan Tarif Gas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 10 Mei 2023 22:05 WIB
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi'i 
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi'i 

Selalu.id - Warga Kampung Malang Wetan Surabaya mengeluhkan keluhan tarif Pertamina Gas Negara (PGN) yang tiba-tiba meningkat.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi'i saat melakukan jaring aspirasi atau reses di Kampung Malang Wetan III, pada Selasa (09/05/2023) malam, bahwa warga keluhkan tarif gas naik.

Imam mengatakan bahwa warga Kampung Malang Wetan keberatan terkait tarif PGN yang naik hingga 50 persen dan bahkan tagihan itu tak diimbangi dengan kontrol meteran dari petugas PGN.

"Tentu ini akan kami sampaikan, karena ini wilayahnya beda, bukan wilayahnya Pemerintah Kota Surabaya. Tapi kami menghimbau kepada PGN, sebagai entitas perusahaan BUMN. Agar jangan mengejar laba tinggi, tapi dipentingkan itu fungsi BUMN itu pelayanan yang maksimal kepada warga pelanggan," ungkapnya kepada wartawan usai reses.

Imam menyampaikan, seharusanya ada himbauan untuk mengembalikan kepercayaan dan kepuasan pelanggan PGN. Sebab, sebagian besar pelanggan di Surabaya, berasal dari kampung-kampung saat ini telah beralih ke Liquified Petroleum Gas atau LPG.

Imam menyayangkan kenaikan tarif PGN yang tiba-tiba meningkat drastis, sebab sebelumnya tarif PGN dirasa lebih murah dibandingkan LPG. Ia pun berharap agar gas yang dikuasai oleh negara ini, dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat.

"Seharusnya PGN bisa lebih murah, kalau di Pemkot Surabaya kan, di ibaratkan PDAM lebih murah dibandingkan dengan beli di penjual air tank, harusnya kan begitu," jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT RT 07/RW 05, Kelurahan/Kecamatan Tegalsari mengungkapkan masalah tagihan PGN terlalu tinggi sudah terjadi pada empat bulan yang lalu. Ditambah lagi, tak ada petugas PGN yang melakukan pengecekan terhadap meteran gas di tiap rumah pelanggan.

Lebih lanjut Mariyo menjelaskan, dari 267 Kepala Keluarga (KK) di RT-nya, sedikitnya 50 persen telah memutus jaringan gas milik PGN untuk beralih ke LPG. Bahkan dirinya pun memutus jaringan gas yang selama kurang lebih lima tahun berlangganan.

"Sekitar awal tahun ini itu saya ditagih Rp 600.000, padahal biasanya cuma Rp 50.000 saja. Ketika itu langsung saya putus meteran gasnya mas," pungkasnya.(Ade/Adg)

Baca Juga: Respon Bencana Banjir Sumatera, PGN Distribusikan Bantuan Logistik

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional.

Operasional Dermaga Jamrud Selatan Surabaya Kembali Normal Pasca Insiden Kapal Pacific 88

"Saat ini seluruh kegiatan operasional berjalan lancar dan terus dipantau secara intensif," kata Branch Manager Terminal Jamrud, Nilam Mirah Muh Junaedhy.

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.