Minggu, 06 Sep 2026 09:31 WIB

Pengobatan TBC Warga Surabaya Gratis, Dinkes: Jangan Sampai Drop Out Berobat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 06 Apr 2023 11:10 WIB

Selalu.id - Surabaya telah menjadi kota dengan kasus Tuberkulosis (TBC) tertinggi se Jawa Timur membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya terus berupaya untuk melakukan pengurangan dan penanganan yang efektif dan efisien.

Salah satunya adalah menyediakan pengobatan gratis untuk penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium Tuberculosis ini di fasilitas kesehatan tingkat 1 dan 3, yakni Puskesmas dan Rumah Sakit (RS).

Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina mengatakan khusus untuk warga Surabaya bisa mendapatkan pengobatan gratis untuk pasien TBC melalui Puskesmas dan RS.

Nanik menerangkan, untuk kasus TBC dengan kondisi tanpa penyakit penyerta, dapat difasilitasi dengan BPJS dan dirujuk ke Puskesmas ketika kondisinya sudah stabil.

“Sedangkan kasus TBC dengan kondisi khusus (memiliki penyakit penyerta), akan tetap difasilitasi di rumah sakit dengan dukungan BPJS,” kata Nanik Sukristina, Kamis (6/4/2024).

Nanik mengungkapkan, keberhasilan pengobatan pasien TBC di Surabaya pada Triwulan I 2023 sudah mencapai 92 persen dari target Nasional 90 persen.

Oleh karenanya, Nanik mengajak para pasien dan penderita TBC untuk tetap kontinyu menjalani perawatannya. Untuk pengobatannya, Dinkes Surabaya memberikan pendampingan minum obat (PMO) terhadap para pasien penderita TBC. Yakni dengan memberi obat minimal 6 bulan tanpa berhenti.

"Sudah ada prosedurnya bahwa pengobatan TBC ada jangka minimalnya. Jadi tak boleh trop out. Minimal 6 bulan pengobatan terus menerus tidak boleh berhenti," jelasnya.

"Masing-masing puskesmas kita ada PMO dan itu harus dipastikan pasien yang datang ke puskesmas, mereka benar-benar minum obat dengan tepat. Jangan sampai mereka drop out. Nanti tidak efektif lagi jadi harus mengulang kembali," pungkasnya

Tak hanya memberi pengobatan gratis, Dinkes Surabaya akan terus melakukan berbagai upaya dalam proses eliminasi TBC. Di antaranya, memastikan ketersediaan logistik TBC untuk mendukung penegakkan diagnosis dan pengobatan.

"Selain itu, kami juga mengoptimalisasi alat TCM dan menambah 19 alat TCM dengan 4 modul di Kota Surabaya, dan optimalisasi SITRUST (Sistem Informasi Treking untuk Spesimen Transport) dalam pengiriman sampel terduga TBC," ujarnya.

Jumlah kasus TBC tersebut, sebagian besar terdapat pada kelompok usia produktif, yakni 45 sampai 54 tahun dengan didominasi jenis kelamin laki-laki.

"Hal ini dikarenakan pada kelompok usia dan jenis kelamin tersebut merupakan pekerja dengan mobilitas yang tinggi dan mempunyai kebiasaan/pola hidup sebagai perokok aktif," paparnya.

Nanik mengimbau masyarakat agar dapat mewaspadai ciri-ciri penyakit TBC. Di antaranya batuk, demam berkepanjangan, nyeri dada dan sesak nafas.

"Kemudian ciri lain adalah nafsu makan menurun, berat badan menurun, dan berkeringat pada malam hari tanpa melakukan kegiatan,” pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Cegah Penyakit TBC, Dinkes Surabaya Gandeng Ahli dari Cina-Korea

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.