Selasa, 21 Jul 2026 23:48 WIB

Terkuak, Remaja Tewas Tergeletak di Surabaya Rekam Aksinya Sendiri hingga Menabrak Truk

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 03 Apr 2023 22:44 WIB
Evakuasi jenazah korban
Evakuasi jenazah korban

selalu.id - Kematian misterius remaja di Surabaya yang ditemukan tergeletak di Jalan Ahmad Yani pada Minggu (2/4/2023) akhirnya terkuak. Polisi menemukan rekaman video dari HP korban.

Diketahui, remaja berinisial MIF (19) warga Dukuh Pakis tersebut tergeletak di Jalan Ahmad Yani. Barang-barang korban seperti dompet dan handphone hilang.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Awalnya petugas menduga kasus tersebut adalah perampasan atau pembunuhan. Namun setelah melihat bukti yang ada (dari rekaman video korban) diketahui kejadian tersebut adalah kecelakaan.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazlurrahman mengatakan bahwa korban mengalami kecelakaan akibat kebut-kebutan dengan kecepatan 140 Km per jam.

"Kecepatan tinggi 140 km perjam kebut-kebutan dengan beberapa kendaraan yang lain, akhirnya menabrak belakang truk,"kata Arif kepada selalu.id, Senin (3/4/2023).

Saat ini, pihaknya juga sedang menelusuri identitas truk yang ditabrak korban untuk dimintai keterangan.

"Kendaraan truk juga kami telusuri," imbuhnya.

Arif menjelaskan, kecelakaan itu terungkap karena polisi telah menemukan handphone korban yang diduga hilang dan ternpental hingga di selokan disekitar lokasi kejadian.

Ternyata saat dicek handphone tersebut ada rekaman video korban sedang melakukan kebut-kebutan. Dalam video itu korban sendiri yang memasang dan merekam video aksinya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Kita buka hapenya ternyata ada rekaman kejadian, mulai dari pelan kencang sampai akhirnya ngebut nabrak truk akhirnya selesai disitu,"ucapnya

"Korban merekam dirinya sendiri sampai menabrak truk,"imbuhnya.

Disisi lain, Arif menerangkan, terkait kendaraan motor korban hilang di lokasi, ternyata, telah diamankan oleh temannya sendiri saat kejadian.

"Motornya diamankan rekannya karena motornya dimodifikasi, agar terhindar dari petugas," imbuh.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Lebih lanjut Arif menceritakan kronologinya, awalnya korban yang juga merupakan kelompok pembalab itu sedang bekendara bersama bersama sekitar 12 orang temannya.

"Ia meninggalkan kelompoknya, dia 12 orang mulai dari Taman Pelangi, Aloha terus dia meninggalkan kelompoknya. Dia (korban) di depan sendiri. Sehingga ketika terjatuh, kemudian temannya pada datang,"jelasnya.

Saat temannya datang, mereka menyembunyikan kendaraan korban tersebut, dibawa pulang lebih awal. Sehingga petugas kesulitan mencari barang korban.

"Saat ditanya, tidak mengetahui keberadaan motornya. Baru akhirnya penyelidikan ternyata motornya disimpan. Kita mintai keterangan, ternyata untuk menghidari petugas (karena motornya dimodifikasi),"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.