Kamis, 04 Jun 2026 12:46 WIB

Nderek Kiai, 527 Majelis Taklim Surabaya Dukung Eri Cahyadi Teruskan Risma

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Agu 2020 11:18 WIB
Deklarasi dukungan anggota majelis taklim di Surabaya kepada Eri Cahyadi
Deklarasi dukungan anggota majelis taklim di Surabaya kepada Eri Cahyadi

Surabaya (selalu.id) - Ratusan anggota majelis taklim se-Surabaya memadati Jl. Raya Tambak Wedi Barat, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Selasa (25/8) sore. Mereka bersama-sama larut dalam doa meminta agar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi diberi kelancaran mengemban amanah meneruskan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. 

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Bu Nyai Hj. Khomsatun Hidayat  sebagai koordinator acara menyatakan, Eri sudah mendapat tempat di hari para Bu Nyai. 

"Beliau (Eri Cahyadi) adalah seorang santri, keluarganya (juga) kiai. InsyaAllah, agama dan keimanannya kuat. Itu adalah modal utama," ujarnya.

Selain itu, menurut Nyai Hj. Khomsatun, Eri punya gaya kepemimpinan yang sama dengan Risma. Komitmennya terhadap Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Pahlawan tak diragukan lagi. Dalam setiap pertemuan dengan para kyai dan bu nyai, Eri selalu membawa pesan Risma untuk membesarkan NU di Kota Surabaya. 

"Mas Eri sudah lama jadi orang birokrasi, yang sangat paham tata kelola Surabaya. Mengawal perjuangan Bu Risma bertahun-tahun. Kami juga mendukungnya biar APBD yang ada di Surabaya terjaga dengan baik untuk kesejahteraan umat," tambahnya.

Deklarasi ibu-ibu Majelis Taklim di Surabaya mendukung Eri Cahyadi maju PilwaliDeklarasi ibu-ibu Majelis Taklim di Surabaya mendukung Eri Cahyadi maju Pilwali

Nyai Hj. Nuril Jannah, salah seorang Bu Nyai yang juga hadir, setuju dengan Nyai Hj. Khomsatun. Menurutnya, tak ada yang lebih pantas meneruskan Risma selain Eri. 

"Kami adalah santri, dan para guru-guru kami, nyai-nyai kami, memberi dukungan pada Mas Eri Cahyadi. Kita pasti nderek dawuhnya guru-guru kami. Selain itu, kebaikan Bu Risma wajib kita jaga. Dan hanya Pak Eri yang bisa dan dipercaya meneruskannya," jelasnya.

Deklarasi tersebut adalah bentuk dukungan dari perwakilan seluruh majelis taklim di Surabaya. Total ada 527 majelis taklim dengan keseluruhan anggota sebanyak 47.419 orang dari 16 kecamatan, 60 kelurahan, dan 149 RW. Majelis taklim tersebut memang salah satu majelis ibu-ibu paling solid se-Surabaya. Tak hanya solid dalam melakukan pengajian, tapi juga organisasi para anggota. Semua anggota tercatat. 

Majelis taklim tersebut bisa begitu besar karena merupakan binaan dari tiga bu nyai terkemuka Surabaya. Yakni Bu Nyai Elok Zulaikho, Bu Nyai Khomsatun, dan Bu Nyai Nuril Jannah. Sedangkan tiga bu nyai tersebut adalah santriwati Bu Nyai Sepuh Bu Nyai Ainur Rokhmah yang merupakan sesepuh Muslimat NU. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.