Rabu, 04 Feb 2026 02:27 WIB

Dinilai Arogan, DPRD Surabaya Minta Risma Evaluasi Kinerja Satpol PP

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 16 Feb 2020 17:04 WIB

Surabaya - Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dilakukan oleh
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya di Jalan Anggrek menuai
protes. Penertiban tersebut dinilai menyalahi kesepakatan yang telah
dibuat bersama.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno menyebutkan, bahwa Satpol
PP Surabaya dinilai telah melecehkan institusi DPRD Surabaya. Pasalnya
ada kesepakatan dalam hearing yang digelar di Komisi B DPRD Surabaya
untuk menunda penertiban sebelum ada relokasi.

"Kami merasa kecewa. Ini sama saja dengan melecehkan institusi DPRD
Surabaya. Seharusnya direlokasi dahulu baru ditertibkan, toh ini warga
kita sendiri," Ujar Anas Karno, Kamis, (31/10/2019).

Anas menambahkan, penertiban tersebut telah diatur dalam Perda Nomor 9
Tahun 2014 Tentang Penyediaan Ruang bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) di
pusat perbelanjaan , Perkantoran dan Perdagangan.

"Perda Nomor 9 tahun 2014 sudah diatur mengenai PKL," tegasnya.

Menyikapi hal ini, Anas meminta Wali Kota Surabaya untuk mengevaluasi
kinerja Satpol PP yang dinilai tidak pro rakyat.S

"Harus dievaluasi itu. Bu Risma harus turun tangan, agar kejadian
seperti ini tidak terulang," pintanya.

Senada dengan Anas, salah satu PKL Jalan Anggrek, Sulistiyono juga
mengaku menyesalkan tindakan arogan Satpol PP yang melanggar kesepakatan
bersama saat hearing di Komisi B beberapa waktu lalu.

“Saya sangat menyesalkan, artinya Satpol PP tidak menghormati hasil
hearing yang kemarin,” keluhnya.

Komisi B DPRD Surabaya sendiri telah memediasi para PKL dan Satpol PP
beberapa waktu lalu dan menghasilkan kesepakatan tidak ada penertiban
sebelum adanya relokasi. Hearing tersebut dihadiri oleh kedua belah
pihak serta instansi terkait lainnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.