Senin, 02 Feb 2026 15:38 WIB

Beras Bulog di Surabaya Langka, Warga dan Pedagang Kelimpungan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Mar 2023 14:10 WIB

Selalu.id - Harga bahan pokok premium yang mulai menanjak naik membuat permintaan bahan pokok subsidi pun ikut tinggi. Terutama untuk permintaan beras subsidi atau beras Bulog. Tapi sayangnya, selama satu bulan ini beras bulog tersebut telah habis di pasar-pasar tradisional.

Pantuan selalu.id, di pasar Genteng Baru Surabaya kondisi stok beras lokal tersebut mengalami kelangkaan. Padahal, minat pembelian beras bulog sedang banyak yang mencari karena bahan pokok lainnya sedang mengalami kenaikan.

Baca Juga: Cabai Meroket Jelang Nataru, DPRD Nilai Pemkot Lambat Hadapi Gejolak Harga

Salah satu pedagang Genteng baru Surabaya, Asak mengaku selama satu bulan stok beras Bulog kosong. Hingga saat ini, belum ada info beras subsidi tersebut datang lagi.

"Kok lama langkanya, semua habis. Pembeli, cari semua ke pasar cari bulog gak ada," kata Asak saat ditemui selalu.id, Selasa (22/3/2023).

Asak mengatakan bahwa beras medium telah mengalami kenaikan, yakni untuk beras 3 kilogram dari sebelumnya Rp 39.000 naik menjadi Rp 40.000. Sedangkan, beras premium 5 kilogram sebelumnya seharga Rp 53.000 naik Rp 63.000 hingga paling mahal Rp 68.000.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Surabaya Tembus Rp 70 Ribu Per Kg, Begini Langkah Pemkot

"Saya bingung, padahal di desa sudah panen, tapi kok masih langka. Semuanya juga habis, langganan minta saya carikan juga gak ada," ungkapnya.

Hal yang sama juga dialami pedagang Pasar Pucang Anom Surabaya, Fatimah mengungkapkan bahwa beras premium mengalami kenaikan sekisar Rp 2000-Rp 3000. Sedangkan, untuk beras bulog milik pemerintah mengalami kelangkaan.

"Semua beras Rp 2000-Rp 3000, beras Bulog lama gak dikirim, sudah sebulan lebih. Per kilo naik ada yang Rp1.000 - Rp1.800. Banyak yang cari beras bulog soalnya murah meriah, Rp63.000 - Rp69.000," tuturnya.

Baca Juga: Harga Bahan Pokok Terus Naik, DPRD Surabaya Desak Pemkot Gencarkan Operasi Pasar

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan terkait langkanya beras bulog, Pemkot Surabaya masih menunggu pemerintah pusat dan provinsi untuk mengeluarkan beras lokal tersebut. Saat ini, pihaknya tetap selalu berkordinasi dengan provinsi Jawa Timur yang mengambil kebijakan tersebut.

"Karena beras ini bu Gubernur juga menunggu akan mengeluarkan beras yang lokal. Karena ini waktunya panen. Seperti kemarin beras medium, maka kami bisa membuka di bulog. Termasuk minyakita (merek lokal milik pemerintah, red). Kita akan selalu koordinasi provinsi bagaiman pemenuhan bahan pokok," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.

Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Rakyat Butuh Pemimpin yang Jujur!

Prabowo mengatakan, harapan rakyat yang menginginkan pemimpin baik, adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan rakyat bukan harapan segelintir orang.

PDBI Jember Mulai Seleksi Atlet Drumband Jelang Porprov Jatim 2027

Seleksi atlet drum band tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, namun juga pada aspek kedisiplinan, mental bertanding, serta daya juang para atlet.

Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026: Terjunkan 5.020 Personel, Ini yang Disasar

Iwan menegaskan, upaya-upaya pada operasi keselamatan memfokuskan kepada penyiapan masyarakat lebih memahami aturan-aturan berlalu lintas, menjaga keselamatan.