Jumat, 05 Jun 2026 19:58 WIB

Beras Bulog di Surabaya Langka, Warga dan Pedagang Kelimpungan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Mar 2023 14:10 WIB

Selalu.id - Harga bahan pokok premium yang mulai menanjak naik membuat permintaan bahan pokok subsidi pun ikut tinggi. Terutama untuk permintaan beras subsidi atau beras Bulog. Tapi sayangnya, selama satu bulan ini beras bulog tersebut telah habis di pasar-pasar tradisional.

Pantuan selalu.id, di pasar Genteng Baru Surabaya kondisi stok beras lokal tersebut mengalami kelangkaan. Padahal, minat pembelian beras bulog sedang banyak yang mencari karena bahan pokok lainnya sedang mengalami kenaikan.

Baca Juga: Kunjungi Gudang Bulog Sidoarjo, Menteri Amran Sebut Stok Beras Akan Capai 5 Juta Ton

Salah satu pedagang Genteng baru Surabaya, Asak mengaku selama satu bulan stok beras Bulog kosong. Hingga saat ini, belum ada info beras subsidi tersebut datang lagi.

"Kok lama langkanya, semua habis. Pembeli, cari semua ke pasar cari bulog gak ada," kata Asak saat ditemui selalu.id, Selasa (22/3/2023).

Asak mengatakan bahwa beras medium telah mengalami kenaikan, yakni untuk beras 3 kilogram dari sebelumnya Rp 39.000 naik menjadi Rp 40.000. Sedangkan, beras premium 5 kilogram sebelumnya seharga Rp 53.000 naik Rp 63.000 hingga paling mahal Rp 68.000.

Baca Juga: Cabai Meroket Jelang Nataru, DPRD Nilai Pemkot Lambat Hadapi Gejolak Harga

"Saya bingung, padahal di desa sudah panen, tapi kok masih langka. Semuanya juga habis, langganan minta saya carikan juga gak ada," ungkapnya.

Hal yang sama juga dialami pedagang Pasar Pucang Anom Surabaya, Fatimah mengungkapkan bahwa beras premium mengalami kenaikan sekisar Rp 2000-Rp 3000. Sedangkan, untuk beras bulog milik pemerintah mengalami kelangkaan.

"Semua beras Rp 2000-Rp 3000, beras Bulog lama gak dikirim, sudah sebulan lebih. Per kilo naik ada yang Rp1.000 - Rp1.800. Banyak yang cari beras bulog soalnya murah meriah, Rp63.000 - Rp69.000," tuturnya.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Surabaya Tembus Rp 70 Ribu Per Kg, Begini Langkah Pemkot

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan terkait langkanya beras bulog, Pemkot Surabaya masih menunggu pemerintah pusat dan provinsi untuk mengeluarkan beras lokal tersebut. Saat ini, pihaknya tetap selalu berkordinasi dengan provinsi Jawa Timur yang mengambil kebijakan tersebut.

"Karena beras ini bu Gubernur juga menunggu akan mengeluarkan beras yang lokal. Karena ini waktunya panen. Seperti kemarin beras medium, maka kami bisa membuka di bulog. Termasuk minyakita (merek lokal milik pemerintah, red). Kita akan selalu koordinasi provinsi bagaiman pemenuhan bahan pokok," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

izin yang telah diterbitkan diduga tidak mencantumkan ketentuan jam operasional sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.

Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.