Kamis, 22 Okt 2026 12:02 WIB

Beras Bulog di Surabaya Langka, Warga dan Pedagang Kelimpungan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Mar 2023 14:10 WIB

Selalu.id - Harga bahan pokok premium yang mulai menanjak naik membuat permintaan bahan pokok subsidi pun ikut tinggi. Terutama untuk permintaan beras subsidi atau beras Bulog. Tapi sayangnya, selama satu bulan ini beras bulog tersebut telah habis di pasar-pasar tradisional.

Pantuan selalu.id, di pasar Genteng Baru Surabaya kondisi stok beras lokal tersebut mengalami kelangkaan. Padahal, minat pembelian beras bulog sedang banyak yang mencari karena bahan pokok lainnya sedang mengalami kenaikan.

Baca Juga: Jatanras Polda Jatim Bongkar Penggelapan Beras Bulog untuk Raskin, 3 Pelaku Diamankan

Salah satu pedagang Genteng baru Surabaya, Asak mengaku selama satu bulan stok beras Bulog kosong. Hingga saat ini, belum ada info beras subsidi tersebut datang lagi.

"Kok lama langkanya, semua habis. Pembeli, cari semua ke pasar cari bulog gak ada," kata Asak saat ditemui selalu.id, Selasa (22/3/2023).

Asak mengatakan bahwa beras medium telah mengalami kenaikan, yakni untuk beras 3 kilogram dari sebelumnya Rp 39.000 naik menjadi Rp 40.000. Sedangkan, beras premium 5 kilogram sebelumnya seharga Rp 53.000 naik Rp 63.000 hingga paling mahal Rp 68.000.

Baca Juga: Sidak Pasar Surabaya, Satgas Pangan Polda Jatim Temukan Komoditas Dijual di Atas HET

"Saya bingung, padahal di desa sudah panen, tapi kok masih langka. Semuanya juga habis, langganan minta saya carikan juga gak ada," ungkapnya.

Hal yang sama juga dialami pedagang Pasar Pucang Anom Surabaya, Fatimah mengungkapkan bahwa beras premium mengalami kenaikan sekisar Rp 2000-Rp 3000. Sedangkan, untuk beras bulog milik pemerintah mengalami kelangkaan.

"Semua beras Rp 2000-Rp 3000, beras Bulog lama gak dikirim, sudah sebulan lebih. Per kilo naik ada yang Rp1.000 - Rp1.800. Banyak yang cari beras bulog soalnya murah meriah, Rp63.000 - Rp69.000," tuturnya.

Baca Juga: Kunjungi Gudang Bulog Sidoarjo, Menteri Amran Sebut Stok Beras Akan Capai 5 Juta Ton

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan terkait langkanya beras bulog, Pemkot Surabaya masih menunggu pemerintah pusat dan provinsi untuk mengeluarkan beras lokal tersebut. Saat ini, pihaknya tetap selalu berkordinasi dengan provinsi Jawa Timur yang mengambil kebijakan tersebut.

"Karena beras ini bu Gubernur juga menunggu akan mengeluarkan beras yang lokal. Karena ini waktunya panen. Seperti kemarin beras medium, maka kami bisa membuka di bulog. Termasuk minyakita (merek lokal milik pemerintah, red). Kita akan selalu koordinasi provinsi bagaiman pemenuhan bahan pokok," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Perampokan Toko Emas di Jember, Pelaku Bawa Tas Isi mata Uang Asing dan Valas Raib

Pelaku juga membacok pemilik toko emas murni Aliong dan ibunya.

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,

Top 5 Berita: Klaim Utang Mendiang Suami hingga Hasil Liga Champions

Pembaca tertarik berita utang piutang hingga ekonomi.

Hasil Liga Champions: Como Bantai Manchester United 4-1, Setan Merah Tak Berkutik

Nico Paz jadi bintang lapangan. Gelandang muda Argentina itu mencetak 2 gol dan 1 assist.

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.