Senin, 07 Sep 2026 04:06 WIB

Beras Bulog di Surabaya Langka, Warga dan Pedagang Kelimpungan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Mar 2023 14:10 WIB

Selalu.id - Harga bahan pokok premium yang mulai menanjak naik membuat permintaan bahan pokok subsidi pun ikut tinggi. Terutama untuk permintaan beras subsidi atau beras Bulog. Tapi sayangnya, selama satu bulan ini beras bulog tersebut telah habis di pasar-pasar tradisional.

Pantuan selalu.id, di pasar Genteng Baru Surabaya kondisi stok beras lokal tersebut mengalami kelangkaan. Padahal, minat pembelian beras bulog sedang banyak yang mencari karena bahan pokok lainnya sedang mengalami kenaikan.

Baca Juga: Kunjungi Gudang Bulog Sidoarjo, Menteri Amran Sebut Stok Beras Akan Capai 5 Juta Ton

Salah satu pedagang Genteng baru Surabaya, Asak mengaku selama satu bulan stok beras Bulog kosong. Hingga saat ini, belum ada info beras subsidi tersebut datang lagi.

"Kok lama langkanya, semua habis. Pembeli, cari semua ke pasar cari bulog gak ada," kata Asak saat ditemui selalu.id, Selasa (22/3/2023).

Asak mengatakan bahwa beras medium telah mengalami kenaikan, yakni untuk beras 3 kilogram dari sebelumnya Rp 39.000 naik menjadi Rp 40.000. Sedangkan, beras premium 5 kilogram sebelumnya seharga Rp 53.000 naik Rp 63.000 hingga paling mahal Rp 68.000.

Baca Juga: Cabai Meroket Jelang Nataru, DPRD Nilai Pemkot Lambat Hadapi Gejolak Harga

"Saya bingung, padahal di desa sudah panen, tapi kok masih langka. Semuanya juga habis, langganan minta saya carikan juga gak ada," ungkapnya.

Hal yang sama juga dialami pedagang Pasar Pucang Anom Surabaya, Fatimah mengungkapkan bahwa beras premium mengalami kenaikan sekisar Rp 2000-Rp 3000. Sedangkan, untuk beras bulog milik pemerintah mengalami kelangkaan.

"Semua beras Rp 2000-Rp 3000, beras Bulog lama gak dikirim, sudah sebulan lebih. Per kilo naik ada yang Rp1.000 - Rp1.800. Banyak yang cari beras bulog soalnya murah meriah, Rp63.000 - Rp69.000," tuturnya.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit di Surabaya Tembus Rp 70 Ribu Per Kg, Begini Langkah Pemkot

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan terkait langkanya beras bulog, Pemkot Surabaya masih menunggu pemerintah pusat dan provinsi untuk mengeluarkan beras lokal tersebut. Saat ini, pihaknya tetap selalu berkordinasi dengan provinsi Jawa Timur yang mengambil kebijakan tersebut.

"Karena beras ini bu Gubernur juga menunggu akan mengeluarkan beras yang lokal. Karena ini waktunya panen. Seperti kemarin beras medium, maka kami bisa membuka di bulog. Termasuk minyakita (merek lokal milik pemerintah, red). Kita akan selalu koordinasi provinsi bagaiman pemenuhan bahan pokok," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.