Jumat, 05 Jun 2026 23:00 WIB

Isu Flu Burung Kembali Mewabah, Gubes Unair: Itu Peristiwa Alamiah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 17 Mar 2023 13:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Selalu.id - Setelah berjibaku dengan wabah Covid-19 selama selama dua tahun, kini beredar isu bahwa virus flu burung kembali muncul dan menyebabkan keresahan di masyarakat.

Menanggapi hal itu, Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Chairul Anwar Nidom munuturkan munculnya virus flu burung tersebut merupakan peristiwa alamiah.

“Virus ditakdirkan oleh Allah dalam tubuhnya tidak memiliki kelengkapan, jadi tidak bisa menghasilkan energi sendiri. Tapi dia (virus, red) diberikan tugas oleh Allah untuk memperbanyak diri,” kata Prof Dr Nidom sapaan akrabnya keterangan rilisnya, Jumat (17/3/2023).

Prof Dr Nidom menyampaikan bahwa untuk bertahan hidup sebuah virus harus mencari inang agar bisa mendapatkan energi. Hal ini dilakukan virus agar bisa memperbanyak diri.

“Kalau sakit berarti inang tidak siap didatangi virus,” ujarnya.

Kata dia, virus yang menginfeksi ayam ini dapat mengakibatkan kematian pada ayam dengan persentase hingga 100 persen. Meski demikian, belum ada bukti penelitian bahwa virus ini dapat menular antar manusia.

“Sampai saat ini belum ada fakta yang mengatakan bahwa ini (virus flu burung, red) bisa menular sesama manusia,” ujar Guru Besar Biologi Molekuler Virus Unair itu.

Keadaan ini membuat masyarakat khawatir untuk mengkonsumsi produk unggas, baik daging atau telur. Meski begitu, Prof Nidom imbau kepada  masyarakat tak perlu khawatir soal hal tersebut.

Meski merupakan virus yang berbahaya, ia menyebut virus flu burung dapat mati akibat pemanasan.

“Sebelum dijual, ayam itu ada proses pencabutan bulu. Saat pencabutan bulu ayam dilakukan pemanasan dengan air suhu 56 sampai 60 derajat celcius, itu virus sudah mati,” jelasnya.

Virus ini akan tetap ada saat ayam dalam keadaan hidup. “Masyarakat jangan mendekati kerumunan ayam. Ini punya potensi membawa virus,” pesan Prof Nidom.

Lebih lanjut Prof Nidom menjelaskan produk telur juga tak perlu dihindari. Telur tidak memiliki potensi menularkan virus.

“Selain kulit telur, di dalam telur itu ada selaput tipis berwarna putih yang menjadi penyaring semua mikroba dari luar,” ungkapnya.

Prof Nidom menyarankan masyarakat untuk membeli ayam potong yang biasa dijual di pasar dibanding ayam dalam keadaan hidup.

“Jangan kemudian membeli ayam hidup dan dipotong sendiri itu banyak risiko. Lebih baik beli yang sudah dipotong atau di warung yang sudah matang,” terangnya.

Ia menambahkan untuk mencegah Penularan Virus flu burung  itu dapatmenular melalui hidung, mulut, dan mata. Penggunaan masker dapat menjadi cara untuk mencegah penularan virus ini.

Saat pandemi Covid-19 masyarakat diimbau untuk menggunakan masker, meski saat ini angka kejadian Covid-19 tidak seganas dulu Prof Nidom menerangkan bahwa kebiasaan menggunakan masker jangan dihilangkan.

Baca Juga: Antisipasi Virus Flu Burung, Pemkot Surabaya Lakukan Swab Unggas di Pasar-pasar

Ilustrasi bentuk virus flu burungIlustrasi bentuk virus flu burung

“Dengan menggunakan masker maka semua material baik virus, debu, dan sebagainya bisa dihalangi oleh masker. Peluang virus flu burung masuk ke tubuh lebih kecil,” terangnya.

Cara lainnya adalah selalu menjaga kesehatan. Jika tubuh manusia memiliki kekebalan yang baik, maka dapat mengurangi akibat buruk infeksi virus. Selain itu masyarakat tak perlu panik dalam menghadapi hal ini.

“Jangan takut untuk menghadapi makhluk hidup (virus, red). Kalau takut bisa stres dan imun turun. Ini yang bisa menyebabkan berkembangnya virus menjadi berbahaya,” pungkasnya . (Ade/Adg)

Baca Juga: Penyebaran Pertama Flu Burung Dari Peternakan, Gubes Unair Bagi Tips Langkah Preventif Bagi Peternak

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.