Kamis, 17 Sep 2026 19:51 WIB

Srikandi Santri Milenial Jember Dikukuhkan, Gus Fawait Ajak Santri Aktif Mengabdi untuk Masyarakat

Bupati Jember Muhammad Fawait saat menghadiri pelantikan santri milenial (Foto:Nurul/selalu id)
Bupati Jember Muhammad Fawait saat menghadiri pelantikan santri milenial (Foto:Nurul/selalu id)

selalu.id - Komunitas Srikandi Santri Milenial dan Santri Milenial Kabupaten Jember resmi dikukuhkan dalam sebuah kegiatan di salah satu hotel di Jember, Minggu (2/8/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda santri, khususnya perempuan, untuk memperkuat peran sosial sekaligus ikut mendorong pembangunan daerah.

Baca Juga: Puskesmas Umbulsari Jember Sabet Juara I Seva Paramahita Award 2026

Bupati Jember Muhammad Fawait mengapresiasi terbentuknya komunitas tersebut. Ia berpesan agar para santri tetap bangga dengan identitasnya serta membawa nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.

“Ojo lali moco sholawat,” pesan Gus Fawait yang disambut antusias peserta.

Dalam kesempatan itu, Gus Fawait juga memaparkan sejumlah program pemerintah daerah, termasuk pelayanan kesehatan dan persalinan gratis bagi masyarakat ber-KTP Jember sesuai ketentuan program. Pemkab Jember juga terus memperluas layanan Homecare untuk mendekatkan tenaga kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Sementara itu, Gus Khodzin menegaskan bahwa Srikandi Santri Milenial tidak dibentuk sebagai kendaraan politik praktis. Organisasi tersebut diarahkan menjadi wadah sosial dan pengabdian masyarakat.

Baca Juga: Tok! P-APBD Jember 2026 Disahkan, Anggaran Revitalisasi Sekolah Naik Lebih dari 100 Persen

“Ini bukan untuk mencari suara pemilu atau pilkada. Ini adalah tanggung jawab moral kita untuk ikut mengawal program pemerintah agar benar-benar sampai kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia meminta para anggota peka terhadap persoalan di lingkungan sekitar, seperti rumah tidak layak huni, anak putus sekolah, fasilitas pendidikan, hingga infrastruktur.

Menurutnya, persoalan yang ditemukan harus didata, disampaikan kepada pihak terkait, kemudian dikawal hingga mendapatkan solusi.

Baca Juga: Homecare Jemput Warga Rentan, Pemkab Jember Perkuat Pelayanan hingga Pelosok

Gus Khodzin juga mendorong kolaborasi lintas kelompok dan lembaga untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat Jember. Ia menyebut keterbatasan APBD dapat diatasi dengan memperkuat komunikasi bersama pemerintah pusat dan kementerian.

Selain itu, ia menyampaikan adanya upaya memfasilitasi pendataan sertifikat tanah bagi masyarakat miskin serta peluang dukungan investasi pemerintah pusat yang diproyeksikan mencapai Rp1 triliun hingga Rp2 triliun.

Investasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan PAD, menggerakkan perekonomian, dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Jember.( ADV)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

Dinkopumdag Surabaya meminta masyarakat atau pihak yang dirugikan segera melapor jika memiliki bukti transaksi jual beli maupun sewa-menyewa lapak.

PMII Sidoarjo Bongkar Catatan RAPBD Perubahan 2026, Minta Pengesahan Ditunda

Ketua Umum PC PMII Sidoarjo, Muchammad Alfien Ananta mengatakan surat terbuka itu merupakan hasil kajian yang dilakukan selama kurang lebih lima bulan.

Bukan Cuma Kebersihan, Ini 4 Pilar dan Bobot Penilaian Lomba Kampung Pancasila Surabaya

Koordinator penilaian, Maria, mengatakan pembagian bobot itu menjadi dasar dalam menentukan kampung yang dinilai memenuhi berbagai aspek kehidupan bermasyakat.

AAI Gelar Munaslub dan Dialog Terbuka soal Masa Depan Advokat

Persoalan ini diamini oleh Dr. Grees Selly. Ia memaparkan saat ini terdapat lebih dari 50 organisasi advokat dengan standar yang berbeda-beda di Indonesia.

Momen 425 Pendonor Darah Surabaya Terima Penghargaan Spesial di HUT ke-81 PMI

Apresiasi tersebut diberikan atas konsistensi mereka yang tercatat sudah mendonorkan darahnya sebanyak 50 kali di PMI Kota Surabaya.

Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Tolak Kompensasi Pengembang

Warga pun mendesak Pemerintah Kota Surabaya, jajaran kecamatan, kelurahan, hingga instansi teknis terkait untuk turun tangan secara nyata.