Jumat, 31 Jul 2026 15:06 WIB

Pemkot Surabaya Batalkan Ekskul Esport, ESI Sebut Wadah Pembinaan Bakat Pelajar Terancam Hilang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 30 Jul 2026 11:56 WIB
Ketua ESI Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto. (Foto: Ade/selalu.id).
Ketua ESI Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang membatalkan rencana memasukkan Mobile Legends sebagai kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) di sekolah mendapat respons dari Esports Indonesia (ESI).

Organisasi tersebut menilai kebijakan itu justru menutup ruang pembinaan bagi pelajar yang memiliki minat dan bakat di bidang esport.

Baca Juga: Pemerintah Pusat Apresiasi Komitmen Surabaya dalam Penuhi Hak dan Lindungi Anak

Ketua ESI Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, mengatakan keputusan tersebut seharusnya didahului dengan pembahasan bersama para pemangku kepentingan, termasuk ESI sebagai induk cabang olahraga esport.

Menurutnya, pembinaan melalui jalur sekolah dapat menjadi solusi untuk mengarahkan aktivitas bermain gim ke arah yang lebih terukur, sekaligus mencegah siswa bermain secara berlebihan tanpa pengawasan.

“Kami sebagai pegiat olahraga esport tentunya sangat menyesalkan keputusan tersebut. Seharusnya kami sebagai cabang olahraga diajak duduk bersama terlebih dahulu untuk membahas konsep olahraga ini yang ramah anak,” kata Achmad, Kamis (30/7/2026).

Achmad menilai perkembangan teknologi membuat anak-anak semakin mudah mengakses berbagai jenis gim. Oleh karena itu, ia menilai pendekatan yang tepat bukanlah pelarangan, melainkan pengaturan dan pendampingan.

“Mustahil hari ini kita menolak perkembangan gim. Yang seharusnya dilakukan adalah merangkul dan mengakomodasi agar menjadi wadah prestasi, dengan waktu bermain yang tepat dan bermanfaat bagi siswa,” jelasnya.

Baca Juga: Aturan Baru Pemkot, Warga Ber-KTP Surabaya yang Ngekos Wajib Update Alamat

Achmad menambahkan, keberadaan ekskul esport memungkinkan sekolah dan orang tua mengawasi aktivitas bermain siswa, termasuk mengatur durasi dan intensitas latihan. Di sisi lain, para pembina jugadapat memberikan edukasi mengenai disiplin danmanajemen waktu.

“Dengan adanya ekskul, orang tua dapat membatasi waktu bermain esport di sekolah maupun saat libur dengan durasi yang telah ditetapkan. Guru pembina yang berasal dari atlet maupun anggota ESI juga kami bekali pemahaman agar siswa bermain secara terukur dan tidak lupa waktu,” katanya.

ESI Surabaya juga menilai program tersebut berpotensi melahirkan atlet-atlet baru sekaligus membuka peluang kerja bagi mantan atlet dan pelatih esport.

Menurut Achmad, tingginya animo masyarakat terhadap berbagai turnamen yang digelar ESI menjadi bukti bahwa esport memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Baca Juga: Jangan Main-main, Wali Kota Eri Siapkan Sanksi Tegas Perusak Aset Pemkot Surabaya

“Antusiasme peserta di berbagai event yang diselenggarakan ESI Kota Surabaya sangat tinggi, termasuk Piala Wali Kota. Ini menunjukkan bahwa esport memiliki potensi besar jika dibina secara tepat,” tandasnya.

Sebelumnya, rencana menjadikan Mobile Legends sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah sempat menjadi sorotan publik sebelum akhirnya dibatalkan oleh Pemkot Surabaya. 

Keputusan itu memunculkan perdebatan mengenai batas antara hiburan, pendidikan, dan pembinaan prestasi di kalangan pelajar.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Aksi Damai Wartawan-Jurnalis di Nganjuk Sikapi Istilah Londo Ireng

Selain melakukan orasi, mereka melakukan tabur bunga di atas ID Pers yang mereka kumpulkan di depan massa aksi.

Soal Polemik Pajak, Manajemen Rumah Makan AG Ny Suharti Surabaya Tegaskan Kooperatif

Manajemen berharap proses pemeriksaan berjalan secara objektif, transparan, dan menghasilkan kejelasan berdasarkan data yang dimiliki kedua belah pihak.

Sepanjang 2023–2026, Polrestabes Surabaya Selesaikan 469 Perkara Narkoba Lewat Restorative Justice

Selain menerapkan RJ, Satres Narkoba Polrestabes Surabaya juga memusnahkan barang bukti narkotika dari perkara yang ditangani melalui mekanisme tersebut.

PDS Latih Ulang 104 Personel Satpam di Lingkungan Pelabuhan Kalimantan

Pelatihan ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan menjawab dinamika tugas keamanan yang tidak hanya menuntut kesiapsiagaan fisik.

Puluhan Korban Investasi Bodong Meow Wadul ke DPRD Surabaya, Rugi hingga Miliaran Rupiah

DPRD Surabaya meminta kedua belah pihak perlu mengedepankan iktikad baik agar persoalan tidak berkembang menjadi sengketa hukum yang lebih luas.

Dibatalkan Mendadak, 500 Warga Surabaya Barat Gigit Jari soal Sertifikat Tanah Gratis

Padahal, sosialisasi program tersebut telah dilakukan dan kuota penerima telah ditetapkan. Kini harapan warga pun pupus.