Senin, 03 Agu 2026 17:12 WIB

Pemkab Sidoarjo Ratakan 21 Lapak di Eks Lokalisasi Krengseng, Penataan Kawasan Berlanjut

  • Penulis : Ariyanto
  • | Senin, 03 Agu 2026 16:31 WIB
Petugas Satpol PP dan tim gabungan membongkar lapak warung di kawasan eks Lokalisasi Krengseng (dok. Pemkab Sidoarjo) 
Petugas Satpol PP dan tim gabungan membongkar lapak warung di kawasan eks Lokalisasi Krengseng (dok. Pemkab Sidoarjo) 

selalu.id - Kawasan eks Lokalisasi Krengseng di Kecamatan Krian memasuki babak baru penataan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menertibkan 21 lapak warung yang masih berdiri di lokasi tersebut melalui operasi gabungan yang melibatkan ratusan personel dari berbagai instansi, Senin (3/8/2026). 

Pembongkaran dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mengembalikan fungsi kawasan sesuai tata ruang dan peruntukannya. Selama ini, kawasan Krengseng dikenal sebagai salah satu titik yang identik dengan praktik prostitusi dan berbagai persoalan sosial yang menjadi perhatian pemerintah.

Baca Juga: Deklarasi Sidoarjo Merdeka Tanpa Narkoba Diikuti 150 Anggota Komunitas Emak-emak

Sebelum penertiban dilaksanakan, pemerintah telah menempuh sejumlah langkah persuasif. Mulai dari penyampaian surat pemberitahuan, sosialisasi kepada pemilik bangunan, hingga pemberian kesempatan untuk melakukan pembongkaran secara mandiri. Namun karena masih terdapat bangunan yang bertahan, penertiban akhirnya dilakukan oleh tim gabungan.

Sebanyak 125 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari Satpol PP Kabupaten Sidoarjo, Polsek Krian, Koramil Krian, Kecamatan Krian, Dinas Perhubungan, Dinas PUBMSDA, serta PT KAI Daop 8 Surabaya.

Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin Plt Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Sidoarjo, R. Novianto. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menegakkan aturan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertib.

"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam menegakkan peraturan perundang-undangan, menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, serta menata kawasan agar kembali sesuai dengan peruntukannya," ujar Novianto saat apel.

Menurutnya, penataan kawasan eks lokalisasi tidak hanya menyasar aspek fisik berupa bangunan liar. Pemerintah juga berupaya menghilangkan aktivitas yang selama ini dinilai menjadi sumber berbagai penyakit masyarakat.

Baca Juga: Perempuan asal Surabaya Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Kos Sidoarjo, Ini Identitasnya

Ia menambahkan, langkah tersebut diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam menekan penyebaran HIV/AIDS serta persoalan sosial lainnya yang selama ini melekat pada kawasan tersebut.

Setelah apel selesai, petugas bergerak menuju titik-titik bangunan yang menjadi sasaran. Dengan bantuan alat pembongkaran, bangunan yang masih berdiri dirobohkan secara bertahap. Sebagian bangunan diketahui sebelumnya telah dibongkar sendiri oleh pemilik maupun penghuni.

Proses penertiban berlangsung tanpa kendala berarti. Aparat gabungan melakukan pengamanan di sekitar lokasi sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.

Baca Juga: Perketat Peredaran Miras, Pemkab Sidoarjo Libatkan Seluruh Camat dalam Operasi Gabungan

Berdasarkan data petugas, operasi tersebut melibatkan 90 personel Satpol PP Kabupaten Sidoarjo, lima personel Kecamatan Krian, lima anggota Polsek Krian, lima personel Koramil Krian, empat personel Dinas Perhubungan, enam personel Dinas PUBMSDA, dan delapan personel PT KAI Daop 8 Surabaya.

Selain unsur pemerintah daerah, kegiatan juga dihadiri perangkat Kelurahan Krian, Kelurahan Kemasan, Kelurahan Tambak Kemerakan, unsur TNI, Polri, serta perwakilan PT KAI Daop 8 Surabaya yang memiliki kepentingan dalam penataan kawasan di sekitar jalur kereta api.

Rampungnya pembongkaran tersebut menjadi penanda dimulainya tahap penataan lanjutan di kawasan eks Lokalisasi Krengseng. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan penegakan aturan terhadap bangunan tanpa izin maupun yang tidak sesuai peruntukan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jelang HUT RI, DPRD Surabaya Soroti Minimnya Bendera Merah Putih di Pertokoan

Komunitas Kami Anak Negeri yang menyampaikan aspirasi terkait rendahnya tingkat pemasangan bendera di sejumlah wilayah Kota Pahlawan.

Pisah Sambut Kapolres Jember, Gus Fawait: Keamanan jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Kepada AKBP Alaiddin, Gus Fawait menyampaikan ucapan selamat datang.

Penipuan Emas Online Beroperasi dari Dalam Lapas, Kerugian Capai Rp3,7 Miliar

Hingga saat ini, penyelidikan memperkirakan sedikitnya terdapat lima korban di wilayah Jawa Timur.

Srikandi Santri Milenial Jember Dikukuhkan, Gus Fawait Ajak Santri Aktif Mengabdi untuk Masyarakat

“Ojo lali moco sholawat,” pesan Gus Fawait yang disambut antusias peserta.

Gus Fawait Tegaskan Dana Talangan Rp786,57 Miliar Bukan karena Kas Jember Minus

Fawait menjelaskan, defisit merupakan bagian dari mekanisme teknis penyusunan anggaran yang dapat ditutup melalui SiLPA tahun sebelumnya.

Saksikan Rekan Sejawat Meninggal, Begini Cerita Pilu Penumpang yang Selamat di KM Mutiara Sentosa II

Ketika keadaan makin memburuk, Bambang terpaksa meloncat dari ketinggian sekitar empat meter menuju laut dalam kondisi sudah malam.