JKCI 2026 Pukau Dunia, Terobosan Jitu Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Jember
- Penulis : Ahmad Nurul Wijaya
- | Senin, 03 Agu 2026 07:54 WIB
selalu.id - Kabupaten Jember kembali membuktikan tajinya sebagai salah satu raksasa penghasil tembakau dan cerutu kualitas dunia.
Hal tersebut terpancar dalam kemegahan Malam Puncak Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) 2026 yang digelar anggun di kawasan Pantai Watu Ulo, Sabtu (1/8/2026) malam.
Baca Juga: Tak Ada Ongkos Berobat? Pemkab Jember Kirim Nakes dan Dokter Spesialis Langsung ke Rumah Warga
Ajang bergengsi ini tak sekadar menjadi panggung promosi produk lokal, melainkan etalase kemewahan potensi Jember di hadapan para buyer, pencinta cerutu, hingga delegasi dari 11 negara mancanegara.
Bupati Jember, Muhammad Fawait menegaskan bahwa JKCI merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menggalakkan hilirisasi komoditas pertanian.
Targetnya jelas: mengubah peta ekonomi tembakau dari sekadar bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
“Alhamdulillah, agenda JKCI 2026 ini berjalan sangat luar biasa. Ini adalah rangkaian ikhtiar kita bersama mempromosikan Jember sebagai Kota Tembakau. Hari ini kita tidak hanya bicara daun mentah, tetapi produk turunannya berupa cerutu berkualitas tinggi,” kata Fawait.
Ia menambahkan, hilirisasi menjadi kunci utama agar kesejahteraan para petani tembakau melonjak tajam.
Mengingat perhelatan ini diklaim sebagai event pencerutuan terbesar di Asia, Gus Fawait optimistis Jember mampu melangkah lebih jauh.
Baca Juga: Sambut Danbrigif Baru, Bupati Fawait Ajak TNI-Polri Saling Merangkul Bangun Jember
“Dulu kita dominan menjual tembakau mentah. Sekarang dengan hilirisasi, nilai tambahnya jauh lebih besar. Harapan kita ke depan, Jember bisa menjadi kiblat cerutu dunia,” tegasnya.
Menariknya, JKCI 2026 tak hanya menjual aroma cerutu, tetapi juga memanjakan mata dengan akulturasi budaya.
Alunan musik internasional berpadu harmonis dengan kesenian khas Jember dan tarian Nusantara, membuktikan bahwa kemajuan ekonomi bisa berjalan seiring dengan kelestarian identitas lokal.
“Prinsip kita adalah kolaborasi. Meskipun mengundang wisatawan asing, kita tidak boleh kehilangan identitas. Seni budaya Nusantara tetap kita tampilkan agar ada dampak domino bagi pariwisata daerah,” jelas Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu.
Baca Juga: Ubah Paradigma Kesehatan, Program Home Care Jember Dinilai Layak jadi Percontohan Nasional
Langkah terobosan Pemkab Jember ini pun mendapat acungan jempol dari Anggota Komisi XI DPR RI, Charles Meikhyansah. Hadir di lokasi, Charles menyebut JKCI 2026 sebagai strategi jitu yang menghidupkan berbagai sektor sekaligus.
“Ini merupakan langkah terobosan yang sangat berbobot. Aktivitas ekonomi kini bergerak lebih dinamis, bisnis pariwisata terdorong naik, dan muaranya adalah peningkatan kesejahteraan warga Jember,” papar Charles.
Ia berkomitmen bakal terus mengawal sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan para pelaku usaha agar ekosistem cerutu Jember berkembang secara berkelanjutan di kancah nasional maupun global.
Editor : Zein Muhammad