Selasa, 28 Jul 2026 23:19 WIB

Bupati Jember Ajak Pelajar Kejar Pendidikan Tinggi, Ingatkan Bahaya Pernikahan Dini

Momen kebersamaan Bupati Jember Muhammad Fawait saat foto bersama guru dan kepala sekolah SMPN 1 Tanggul. (Foto: Nurul/selalu.id).
Momen kebersamaan Bupati Jember Muhammad Fawait saat foto bersama guru dan kepala sekolah SMPN 1 Tanggul. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Bupati Jember Muhammad Fawait memanfaatkan kunjungannya dalam program Bunga Desa di Kecamatan Tanggul untuk memberikan motivasi kepada para pelajar SMP Negeri 1 Tanggul, Selasa (28/7/2026). 

Di hadapan ratusan siswa, ia mengajak generasi muda menjadikan pendidikan sebagai jalan utama meraih masa depan yang lebih baik sekaligus menghindari pernikahan usia dini.

Baca Juga: Fokus Pengentasan Kemiskinan, Pendapatan Daerah Jember Diproyeksikan Naik Rp200 Miliar pada 2027

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Jember itu disambut meriah oleh para siswa. Sejak tibadi lingkungan sekolah, Fawait diserbu pelajar yang ingin berjabat tangan hingga mengabadikan momen melalui swafoto bersama.

Dalam arahannya, Fawait menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh melimpahnya kekayaan alam, tetapi lebih bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki.

"Indonesia dianugerahi sumber daya alam yang luar biasa. Namun, untuk menjadi negara maju, yang paling menentukan adalah kualitas manusianya. Karena itu, generasi muda harus terus belajar dan meningkatkan kemampuan," ujarnya.

Fawait mengingatkan para pelajar agar tidak tergesa-gesa menikah setelah lulus SMP. Menurutnya, pernikahan membutuhkan kesiapan yang matang, baik secara mental, emosional, maupun ekonomi.

"Saya berpesan kepada adik-adik semua, jangan sampai setelah lulus SMP langsung menikah. Menikah bukan hanya soal sah secara agama, tetapi juga kesiapan membangun rumah tangga yang harmonis dan bertanggung jawab," tuturnya.

Fawait menjelaskan bahwa pernikahan pada usia terlalu muda memiliki berbagai risiko, mulai dari tingginya potensi konflik rumah tangga hingga dampak terhadap kesehatan ibu dan anak.

Baca Juga: Pengurus Baru KORMI Jember Dikukuhkan, Bangun Budaya Hidup Sehat dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat

"Pasangan yang menikah di usia muda umumnyabelum siap mengendalikan emosi dan mengatur keuangan keluarga. Selain itu, risiko kesehatan bagi ibu hamil dan bayi juga lebih tinggi, sehingga dapat memengaruhi angka kematian ibu maupun bayi," paparnya.

Tak hanya itu, Fawait juga mendorong seluruh siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, SMK, maupun Madrasah Aliyah sebagai bekal menghadapi persaingan di masa depan.

"Saya ingin anak-anak Jember terus sekolah. Jangan berhenti di SMP. Lanjutkan pendidikan setinggi mungkin agar memiliki kesempatan yang lebih luas untuk meraih cita-cita," pesannya.

Fawait mencontohkan sejumlah negara di Asia yang berhasil berkembang pesat karena mampu membangun kualitas sumber daya manusianya melalui pendidikan.

Baca Juga: IKA Unair Jember Resmi Dikukuhkan, Siap Dukung Program Pemkab

"Negara seperti Singapura dan Korea Selatan bisa maju karena investasinya pada pendidikan dan kualitas manusianya. Jember juga harus menyiapkan generasi yang unggul agar mampu bersaing,"ungkapnya.

Menutup arahannya, Fawait mengingatkan para pelajar agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

"Setinggi apa pun pendidikan yang diraih, jangan pernah meninggalkan fondasi agama. Ilmu pengetahuan dan akhlak harus berjalan beriringan agar menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Pembacokan Petugas Valet Ambyar Superclub Surabaya, Ini Tampangnya

Penyidik saat ini juga masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa untuk melengkapi proses pemberkasan sebelum perkara dilimpahkan ke kejaksaan.

Potret Miris Akses Kesehatan Warga di Dusun Jlopo Mojokerto

Jika ada warga yang membutuhkan atau evakuasi karena sakit ke puskesmas ataupun ke rumah sakit, harus sewa mobil rental. Begitu miris.

Akhir Polemik Gereja Santo Yusup Surabaya: Pembangunan Lanjut, Warga Dilibatkan dalam UMKM dan Parkir

DPRD Surabaya meminta penataan lalu lintas di Jalan Senoputro yang selama ini kerap padat saat kegiatan ibadah di tiga gereja yang berada di kawasan tersebut.

Usai Bentrokan, Kelompok Ormas dan Perguruan Silat di Surabaya Kini Sepakat jaga Kamtibmas

Menurut Baharudin, penyelesaian melalui jalur hukum merupakan cara terbaik agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Aturan Baru Pemkot Surabaya soal Perlindungan Pemilik Kos dari Alamat KTP Penyewa

Irvan Wahyudrajad mengatakan aturan teknis untuk melindungi pemilik rumah kos maupun rumah kontrakan masih disusun melalui Peraturan Wali Kota (Perwali).

Polda Jatim Gelar Latkatpuan Fotografi dan Videografi, Tingkatkan Kompetensi Personel di Era Digital

Bidhumas Polda Jatim berharap pelatihan ini dapat menghasilkan produk kehumasan yang lebih profesional, modern, dan berkualitas.