Kamis, 17 Sep 2026 17:38 WIB

Deklarasi Sidoarjo Merdeka Tanpa Narkoba Diikuti 150 Anggota Komunitas Emak-emak

  • Penulis : Ariyanto
  • | Senin, 03 Agu 2026 16:23 WIB
Deklarasi Sidoarjo Merdeka Tanpa Narkoba diikuti 150 anggota komunitas emak-emak di Kantor Disporapar Sidoarjo. (Dok. Diskominfo Sidoarjo) 
Deklarasi Sidoarjo Merdeka Tanpa Narkoba diikuti 150 anggota komunitas emak-emak di Kantor Disporapar Sidoarjo. (Dok. Diskominfo Sidoarjo) 

selalu.id - Ancaman penyalahgunaan narkoba masih menjadi pekerjaan rumah serius di Kabupaten Sidoarjo. Di tengah upaya penegakan hukum yang terus dilakukan aparat, pemerintah daerah menilai perang melawan narkotika tidak akan efektif tanpa keterlibatan keluarga dan masyarakat.

Pesan itu mengemuka dalam Deklarasi Sidoarjo Merdeka Tanpa Narkoba yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo di Kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo, Minggu (2/8/2026).

Baca Juga: Sabet Jamsostek Award Jatim, Sidoarjo Siapkan Program Satu ASN Lindungi Pekerja Rentan

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 anggota komunitas emak-emak dan dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana serta Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto.

Dalam forum tersebut, perhatian khusus diberikan pada peran keluarga sebagai garis pertahanan paling awal dalam mencegah anak dan remaja terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menilai pengawasan orang tua terhadap aktivitas sehari-hari anak, termasuk lingkungan pergaulan dan penggunaan gawai, menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko tersebut.

“Emak-emak sidoarjo ayo terus dampingi anak-anak dengan penuh perhatian dan kasih sayang, cek gadgetnya, cek siapa temannya,” ucapnya.

Menurut Mimik, ancaman narkoba dapat menyasar siapa saja tanpa memandang usia, latar belakang pendidikan, maupun status sosial. Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mempersempit ruang gerak peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Baca Juga: Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

“Melalui kegiatan ini menjadi semangat kita semua untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba serta terus hidup sehat, maju, berdaya, dan sejahtera tanpa narkoba,” ujarnya.

Selain pengawasan di lingkungan keluarga, masyarakat juga didorong untuk lebih peka terhadap kondisi di sekitarnya. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo meminta warga tidak menutup mata apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba, karena pelaporan dini dinilai dapat mencegah dampak yang lebih luas.

“Jangan pernah ragu untuk melapor jika melihat tanda-tanda penyalahgunaan narkoba. Diam berarti membiarkan kehancuran terus terjadi. Dengan adanya sinergi yang kuat antara masyarakat, pemerintah, dan aparat, saya yakin Sidoarjo mampu menjadi daerah yang bebas dari narkoba serta menjadi rumah yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda,” tegasnya.

Baca Juga: Keselamatan Terancam, Warga Karangbong Sidoarjo Tolak Rencana Kenaikan Kelas Jalan Surowongso

Sementara itu, Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto menegaskan deklarasi tersebut merupakan bagian dari penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika. Menurutnya, keberhasilan pencegahan sangat ditentukan oleh tingkat kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar.

“Adanya kepedulian dan keterlibatan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Melalui peran aktif keluarga dan lingkungan sekitar, penyalahgunaan narkotika dapat dideteksi lebih dini sehingga dampaknya dapat dicegah,” jelasnya.

Melalui deklarasi tersebut, BNN Kabupaten Sidoarjo bersama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap kesadaran kolektif masyarakat semakin kuat. Dengan pengawasan keluarga yang konsisten, pelaporan yang cepat, serta sinergi berbagai pihak, target mewujudkan Sidoarjo yang bebas dari narkoba diharapkan dapat tercapai.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Momen 425 Pendonor Darah Surabaya Terima Penghargaan Spesial di HUT ke-81 PMI

Apresiasi tersebut diberikan atas konsistensi mereka yang tercatat sudah mendonorkan darahnya sebanyak 50 kali di PMI Kota Surabaya.

Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Tolak Kompensasi Pengembang

Warga pun mendesak Pemerintah Kota Surabaya, jajaran kecamatan, kelurahan, hingga instansi teknis terkait untuk turun tangan secara nyata.

Cakra Muda Indonesia Aksi di Pemkot Surabaya, Desak Usut Tuntas Kasus Gratifikasi dan TPPU DSDABM

Selain mendesak kejaksaan, massa aksi juga menyasar Wali Kota Surabaya untuk segera mengevaluasi pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya yang terindikasi kasus.

Kebakaran Landa Pabrik Sepatu di Mojokerto, Gudang Bahan Baku di Lantai 2 Hangus

Api pertama kali terlihat muncul dari lantai 2 yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan bahan baku alas kaki.

Demo UINSA: Mahasiswa Usir Aparat, Tuntut Rektor Mundur

"Keluar! Kalian tidak berhak masuk di ranah sipil," teriak mahasiswa.

Pengelolaan Program dan Anggaran 2027, Begini Pesan Menteri Haji dan Umrah

Tantangan yang dihadapi pada tahun 2027 diperkirakan semakin kompleks, terlebih dalam situasi perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tekanan.