Senin, 03 Agu 2026 15:29 WIB

Saksikan Rekan Sejawat Meninggal, Begini Cerita Pilu Penumpang yang Selamat di KM Mutiara Sentosa II

Bambang Susilo (36), seorang kenek truk asal Tulungagung, selamat dari peristiwa maut KMP Mutiara Sentosa II. (Foto: dony/selalu.id)
Bambang Susilo (36), seorang kenek truk asal Tulungagung, selamat dari peristiwa maut KMP Mutiara Sentosa II. (Foto: dony/selalu.id)

selalu.id — Kebakaran yang melanda kapal penyeberangan KMP Mutiara Sentosa II memisahkan nasib dua rekan sejawat. Bambang Susilo (36), seorang kenek truk asal Tulungagung, selamat dari peristiwa maut itu. Namun rekan yang menyetir kendaraan tersebut, Sari Sukoco (39), dikabarkan tidak beruntung dan meninggal dunia.

Bambang menceritakan detik-detik awal peristiwa itu terjadi saat dirinya sedang sarapan pagi di atas kapal. "Belum sempat habis makan, tiba-tiba terdengar teriakan ada yang terbakar. Saya segera mengecek keadaan ke bagian belakang kapal, dan dari teropong tampak asap mulai mengepul," ungkap Bambang kepada selalu.id saat ditemui di Post Mortem Biddokkes Polda Jatim, Senin (3/8/2026).

Baca Juga: Pindah Kapal Berkali-kali, Begini Kesaksian Korban KMP Mutiara Sentosa II Sebelum Tiba di Surabaya

Berinisiatif mengambil surat-surat kendaraannya yang diparkir di lantai dua, Bambang baru saja tiba di lokasi ketika asap mulai semakin pekat. "Belum lama saya di sana, asap makin tebal. Saya takut menghirup asap itu, lalu memilih kembali ke geladak atas dan ikut bersama penumpang lainnya berlari ke haluan kapal," ujarnya.

Saat api terus membesar, para penumpang sempat menunggu arahan dari ABK kapal sebelum melakukan evakuasi. Namun pertolongan tidak kunjung datang. Bambang memperkirakan masa penantian itu berlangsung hampir tiga jam. "Kapal yang datang menolong jaraknya cukup jauh, lebih dari lima kilometer. Kami takut jika mendekat, khawatir kapal yang terbakar meledak," tambahnya.

Baca Juga: Menhub Bongkar Kejanggalan Manifest KMP Mutiara Sentosa 2, Lima Anak Ternyata Tak Tercatat

Ketika keadaan makin memburuk, Bambang terpaksa meloncat dari ketinggian sekitar empat meter menuju laut dalam kondisi sudah malam. Di tengah perjuangan mengarungi ombak, ia bersama seorang perempuan dan adiknya bergabung, lalu diikuti tiga orang lainnya. Berenang berkelompok berenam, mereka berjuang membelah lautan hingga akhirnya dijemput kapal yang datang menolong — KM Meratus Siantar.

Dalam perjuangan itu, ada yang sempat pingsan dan terbawa arus sebelum berhasil diselamatkan. Dari total 113 orang yang berhasil naik ke kapal penolong, tercatat dua orang meninggal dunia, termasuk Sari Sukoco, rekan sopir truk yang menjadi teman perjalanan Bambang pada waktu itu.

Baca Juga: Kesaksian Sopir Logistik KMP Mutiara Sentosa 2: Tak Bisa Menunggu, Semua Harus Melompat

"Saat itu hanya bisa berserah diri. Kami berenang berjam-jam, berharap ada yang datang menjemput. Rasanya pasrah sepenuhnya kepada Tuhan," kenang Bambang dengan suara bergetar, tak menyangka bisa selamat meski harus kehilangan teman seperjuangannya.
 
 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gelar Istigasah Jelang IGIC 2026, Kemenag Jatim Tekankan Fungsi Masjid sebagai Pusat Perdamaian

Puncak acara akan diisi langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang memimpin Tabligh Akbar di hadapan ribuan jemaah.

JKCI 2026 Pukau Dunia, Terobosan Jitu Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Jember

Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan hilirisasi menjadi kunci utama agar kesejahteraan para petani tembakau melonjak tajam.

Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Digelar di Bali, Hadiah Juara Naik jadi Rp8 M

Maruarar mengungkapkan, meski sebelumnya ada wacana menggelar laga krusial tersebut di Surabaya, namun keputusan laga akhirnya digelar di Bali.

Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

Menurutnya, aspek administrasi, keamanan, hingga perlindungan bagi petugas harus menjadi perhatian utama untuk mencegah terjadinya insiden di lapangan.

Viral Isu Bocah 5 Tahun Dieksploitasi Ayah Kandung di Surabaya, Ini Penjelasan Pemkot

Ida Widayati menjelaskan pihaknya langsung berkoordinasi dengan jajaran Polres setempat untuk memverifikasi kebenaran informasi yang meresahkan publik itu.

Tak Ada Ongkos Berobat? Pemkab Jember Kirim Nakes dan Dokter Spesialis Langsung ke Rumah Warga

Bupati Jember, Muhammad Fawait mengungkapkan bahwa program dengan konsep jemput bola ini lahir dari keprihatinan atas kondisi riil di lapangan.