Kamis, 17 Sep 2026 19:51 WIB

Saksikan Rekan Sejawat Meninggal, Begini Cerita Pilu Penumpang yang Selamat di KM Mutiara Sentosa II

Bambang Susilo (36), seorang kenek truk asal Tulungagung, selamat dari peristiwa maut KMP Mutiara Sentosa II. (Foto: dony/selalu.id)
Bambang Susilo (36), seorang kenek truk asal Tulungagung, selamat dari peristiwa maut KMP Mutiara Sentosa II. (Foto: dony/selalu.id)

selalu.id — Kebakaran yang melanda kapal penyeberangan KMP Mutiara Sentosa II memisahkan nasib dua rekan sejawat. Bambang Susilo (36), seorang kenek truk asal Tulungagung, selamat dari peristiwa maut itu. Namun rekan yang menyetir kendaraan tersebut, Sari Sukoco (39), dikabarkan tidak beruntung dan meninggal dunia.

Bambang menceritakan detik-detik awal peristiwa itu terjadi saat dirinya sedang sarapan pagi di atas kapal. "Belum sempat habis makan, tiba-tiba terdengar teriakan ada yang terbakar. Saya segera mengecek keadaan ke bagian belakang kapal, dan dari teropong tampak asap mulai mengepul," ungkap Bambang kepada selalu.id saat ditemui di Post Mortem Biddokkes Polda Jatim, Senin (3/8/2026).

Baca Juga: Respon Gempa Flores, Polri Prioritaskan Keselamatan Korban dan Warga

Berinisiatif mengambil surat-surat kendaraannya yang diparkir di lantai dua, Bambang baru saja tiba di lokasi ketika asap mulai semakin pekat. "Belum lama saya di sana, asap makin tebal. Saya takut menghirup asap itu, lalu memilih kembali ke geladak atas dan ikut bersama penumpang lainnya berlari ke haluan kapal," ujarnya.

Saat api terus membesar, para penumpang sempat menunggu arahan dari ABK kapal sebelum melakukan evakuasi. Namun pertolongan tidak kunjung datang. Bambang memperkirakan masa penantian itu berlangsung hampir tiga jam. "Kapal yang datang menolong jaraknya cukup jauh, lebih dari lima kilometer. Kami takut jika mendekat, khawatir kapal yang terbakar meledak," tambahnya.

Baca Juga: Lima Jenazah Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II Berhasil Diidentifikasi

Ketika keadaan makin memburuk, Bambang terpaksa meloncat dari ketinggian sekitar empat meter menuju laut dalam kondisi sudah malam. Di tengah perjuangan mengarungi ombak, ia bersama seorang perempuan dan adiknya bergabung, lalu diikuti tiga orang lainnya. Berenang berkelompok berenam, mereka berjuang membelah lautan hingga akhirnya dijemput kapal yang datang menolong — KM Meratus Siantar.

Dalam perjuangan itu, ada yang sempat pingsan dan terbawa arus sebelum berhasil diselamatkan. Dari total 113 orang yang berhasil naik ke kapal penolong, tercatat dua orang meninggal dunia, termasuk Sari Sukoco, rekan sopir truk yang menjadi teman perjalanan Bambang pada waktu itu.

Baca Juga: Pindah Kapal Berkali-kali, Begini Kesaksian Korban KMP Mutiara Sentosa II Sebelum Tiba di Surabaya

"Saat itu hanya bisa berserah diri. Kami berenang berjam-jam, berharap ada yang datang menjemput. Rasanya pasrah sepenuhnya kepada Tuhan," kenang Bambang dengan suara bergetar, tak menyangka bisa selamat meski harus kehilangan teman seperjuangannya.
 
 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dinkopumdag Surabaya Tegaskan Lapak SWK Gratis, Ada Praktik Sewa Ilegal Laporkan

Dinkopumdag Surabaya meminta masyarakat atau pihak yang dirugikan segera melapor jika memiliki bukti transaksi jual beli maupun sewa-menyewa lapak.

PMII Sidoarjo Bongkar Catatan RAPBD Perubahan 2026, Minta Pengesahan Ditunda

Ketua Umum PC PMII Sidoarjo, Muchammad Alfien Ananta mengatakan surat terbuka itu merupakan hasil kajian yang dilakukan selama kurang lebih lima bulan.

Bukan Cuma Kebersihan, Ini 4 Pilar dan Bobot Penilaian Lomba Kampung Pancasila Surabaya

Koordinator penilaian, Maria, mengatakan pembagian bobot itu menjadi dasar dalam menentukan kampung yang dinilai memenuhi berbagai aspek kehidupan bermasyakat.

AAI Gelar Munaslub dan Dialog Terbuka soal Masa Depan Advokat

Persoalan ini diamini oleh Dr. Grees Selly. Ia memaparkan saat ini terdapat lebih dari 50 organisasi advokat dengan standar yang berbeda-beda di Indonesia.

Momen 425 Pendonor Darah Surabaya Terima Penghargaan Spesial di HUT ke-81 PMI

Apresiasi tersebut diberikan atas konsistensi mereka yang tercatat sudah mendonorkan darahnya sebanyak 50 kali di PMI Kota Surabaya.

Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Tolak Kompensasi Pengembang

Warga pun mendesak Pemerintah Kota Surabaya, jajaran kecamatan, kelurahan, hingga instansi teknis terkait untuk turun tangan secara nyata.