Selasa, 03 Nov 2026 07:56 WIB

Saksikan Rekan Sejawat Meninggal, Begini Cerita Pilu Penumpang yang Selamat di KM Mutiara Sentosa II

Bambang Susilo (36), seorang kenek truk asal Tulungagung, selamat dari peristiwa maut KMP Mutiara Sentosa II. (Foto: dony/selalu.id)
Bambang Susilo (36), seorang kenek truk asal Tulungagung, selamat dari peristiwa maut KMP Mutiara Sentosa II. (Foto: dony/selalu.id)

selalu.id — Kebakaran yang melanda kapal penyeberangan KMP Mutiara Sentosa II memisahkan nasib dua rekan sejawat. Bambang Susilo (36), seorang kenek truk asal Tulungagung, selamat dari peristiwa maut itu. Namun rekan yang menyetir kendaraan tersebut, Sari Sukoco (39), dikabarkan tidak beruntung dan meninggal dunia.

Bambang menceritakan detik-detik awal peristiwa itu terjadi saat dirinya sedang sarapan pagi di atas kapal. "Belum sempat habis makan, tiba-tiba terdengar teriakan ada yang terbakar. Saya segera mengecek keadaan ke bagian belakang kapal, dan dari teropong tampak asap mulai mengepul," ungkap Bambang kepada selalu.id saat ditemui di Post Mortem Biddokkes Polda Jatim, Senin (3/8/2026).

Baca Juga: Respon Gempa Flores, Polri Prioritaskan Keselamatan Korban dan Warga

Berinisiatif mengambil surat-surat kendaraannya yang diparkir di lantai dua, Bambang baru saja tiba di lokasi ketika asap mulai semakin pekat. "Belum lama saya di sana, asap makin tebal. Saya takut menghirup asap itu, lalu memilih kembali ke geladak atas dan ikut bersama penumpang lainnya berlari ke haluan kapal," ujarnya.

Saat api terus membesar, para penumpang sempat menunggu arahan dari ABK kapal sebelum melakukan evakuasi. Namun pertolongan tidak kunjung datang. Bambang memperkirakan masa penantian itu berlangsung hampir tiga jam. "Kapal yang datang menolong jaraknya cukup jauh, lebih dari lima kilometer. Kami takut jika mendekat, khawatir kapal yang terbakar meledak," tambahnya.

Baca Juga: Lima Jenazah Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II Berhasil Diidentifikasi

Ketika keadaan makin memburuk, Bambang terpaksa meloncat dari ketinggian sekitar empat meter menuju laut dalam kondisi sudah malam. Di tengah perjuangan mengarungi ombak, ia bersama seorang perempuan dan adiknya bergabung, lalu diikuti tiga orang lainnya. Berenang berkelompok berenam, mereka berjuang membelah lautan hingga akhirnya dijemput kapal yang datang menolong — KM Meratus Siantar.

Dalam perjuangan itu, ada yang sempat pingsan dan terbawa arus sebelum berhasil diselamatkan. Dari total 113 orang yang berhasil naik ke kapal penolong, tercatat dua orang meninggal dunia, termasuk Sari Sukoco, rekan sopir truk yang menjadi teman perjalanan Bambang pada waktu itu.

Baca Juga: Pindah Kapal Berkali-kali, Begini Kesaksian Korban KMP Mutiara Sentosa II Sebelum Tiba di Surabaya

"Saat itu hanya bisa berserah diri. Kami berenang berjam-jam, berharap ada yang datang menjemput. Rasanya pasrah sepenuhnya kepada Tuhan," kenang Bambang dengan suara bergetar, tak menyangka bisa selamat meski harus kehilangan teman seperjuangannya.
 
 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tanpa Ronaldo, Al Nassr Hajar Pakhtakor 6-2 di AFC Champions League Elite

Bermain sebagai tim tamu tidak membuat mental Al Nassr ciut. Justru mereka langsung menekan sejak menit awal.

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Kombes Pol Iman Setiawan menyebut proses penanganan internal sejatinya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu melalui tahap pemanggilan dan klarifikasi.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.

Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop

Mengusung genre komedi, drama, dan misteri, film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya memantaskan diri.

KPAI Sebut Perlindungan Anak jangan Hanya Reaktif, Dorong RUU Pengasuhan Masuk Prolegnas

KPAI menegaskan bahwa negara tidak boleh terus-menerus memakai pola "pemadam kebakaran" atau baru bergerak setelah ada tragedi.