Selasa, 21 Jul 2026 22:13 WIB

Keluar Demokrat, Putra Gubernur Khofifah Terlihat Akrab dengan Kader Muda PDIP

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 15 Mar 2023 20:32 WIB
Anak Gubernur Jatim Khofifah, Ali Mannagalli (kanan) bersama kader PDIP, Seno Bagaskoro
Anak Gubernur Jatim Khofifah, Ali Mannagalli (kanan) bersama kader PDIP, Seno Bagaskoro

selalu.id - Setelah menyatakan diri keluar dari Partai Demokrat, putra Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ali Mannagalli Parawansa terlihat sangat akrab dengan kader muda PDI Perjuangan, Aryo Seno Bagaskoro. Mereka terlihat sedang ngopi bareng disebuah kafe di Surabaya.

Saat dikonfirmasi, Seno membenarkan, jika belum lama ini dia dan Ali bertemu dan ngopi bareng disalah satu kafe. Namun Seno memastikan dalam pertemuan itu tidak ada pembahasan politik sama sekali.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Hanya pertemuan anak muda pada umumnya. Saya dan mas Ali sudah kenal lama, dan ingin ngopi bareng tapi susah sekali ketemunya. Selama ini komunikasinya hanya lewat media sosial saja," kata Seno, yang saat ini menjabat Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Surabaya yang merupakan sayap partai PDI Perjuangan, Rabu (15/3/2023).

Seno menceritakan, jika ngopi bareng dengan Ali tidak berlangsung lama hanya sekitar 45 menit. Sebab baik dirinya dan Ali banyak kegiatan yang harus didatangi.

Disela-sela ngobrol itu, kata Seno, terungkap jika Ali waktu kecil ternyata ngefans sama Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Seokarnoputri. Hal serupa juga dialami Seno, dimana waktu kecil juga sangat mengidolakan Megawati.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Karena sama-sama mengidolakan Bu Mega itu, kami merasa klop. Saya juga bilang ke Mas Ali, kalau saya ngefans sama Bu Khofifah dan banyak belajar gaya kepemimpinannya Bu Khofifah," kata Seno.

Dalam ngopi bareng itu, kata Seno, juga ngobrol soal kolaborasi anak muda agar bisa berkarya untuk Surabaya dan Jawa Timur.

"Tapi diskusi itu lebih banyak ke candanya. Sama seperti anak muda lainnya kalau ngobrol," imbuh Seno.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Seno dan Ali, saat ini sama-sama menempuh kuliah di Universitas Airlangga (Unair) tapi beda fakultas. Seno kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), sedangkan Ali di Fakultas Hukum.

"Mas Ali sekarang semester delapan dan sedang menyelesaikan skripsi. Kalau saya baru semester enam. Seharusnya, saya juga semester delapan sekarang, karena waktu lulus SMA tidak langsung kuliah, tapi sempat berhenti setahun. Kami juga ngobrol soal kuliah dengan Mas Ali," tandasnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.