Minggu, 01 Feb 2026 16:54 WIB

Catat! Pemkot Surabaya Wajibkan ASN Gunakan Produk UMKM

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 13 Mar 2023 17:00 WIB
Eri Cahyadi Genjot Sirkulasi Dagang Produk UMKM
Eri Cahyadi Genjot Sirkulasi Dagang Produk UMKM

Selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya sedang terus berupaya menggenjot penekanan angka kemiskinan melalui sirkulasi dagang produk Usaha Menengah Kecil dan Menengah (UMKM). Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pun berkomitmen untuk menurunkan angka kemiskinan hingga 2 persen, dari sebelumnya 4,7 persen.

Penekanan angka kemiskinan melalui skema sirkulasi dagang UMKM ini pun dilakukan secara serius. Pemkot Surabaya tidak ragu untuk menggenjot APBD Kota Surabaya untuk sektor usaha mikro dan kecil (UMK) dan produk dalam negeri (PDN). APBD untuk UMK dan PDN Pemkot Surabaya tercatat sebagai yang terbesar se-Indonesia dibandingkan semua kota se-Indonesia, yakni per 25 November 2022, APBD UMK telah mencapai Rp1,2 triliun dan untuk PDN tembus diangka Rp1,7 triliun.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

“Surabaya ini anggaran untuk UMKM Rp 1,2 triliun terbesar di Indonesia. Insya Allah tahun ini (APBD 2023, red) mengalokasikan anggaran senilai Rp 3 triliun. Semoga bisa mengurangi kemiskinan (penduduk miskin) dari 4,7 persen bisa turun menjadi 2 persen,” jelas Eri Cahyadi, Senin (13/3/2023).

Sebab itu, Eri kembali menegaskan, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk terus mendampingi para UMKM agar bisa menembus pasar internasional sehingga sirkulasi dagangnya bisa menjadi lebih maksimal.

“Kalau soal omset belum bergerak masif, ya tugas kita menaikkan produktivitas dengan melakukan pendampingan, tidak hanya teori. Harus dipakai dan dirasakan, kalau kita merasa nyaman maka yang lain pasti merasa nyaman. Alhamdulillah itu yang saya minta ke teman-teman pemkot, kita harus bangga dengan produk buatan Indonesia,” jelasnya.

Dengan demikian, Eri Cahyadi menegaskan untuk seluruh pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai dilingkungan Pemkot Surabaya diwajibkan menggunakan produk UMKM.

Eri pun mengaku dirinya selalu mengenakan berbagai produk UMKM selama bertugas. Menurutnya, Usaha Menengah Kecil dan Menengah (UMKM) di Surabaya telah semakin berkembang pesat.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

“Alhamdulillah UMKM sekarang menciptakan berbagai inovasi yang berkembang. Jadi mereka memiliki kesempatan untuk menjual produknya lebih banyak, otomatis mereka sudah mengerti pasarnya. Maka pemerintah mendampingi dan harus tahu model (tren) sepatu dan baju saat ini seperti apa,” kata Eri.

Dalam menunjang hal itu, Pemkot Surabaya juga menggandeng desainer untuk menciptakan dan mengembangkan inovasi dari produk para pelaku UMKM. yakni menggandeng 14 desainer UMKM Surabaya yang berkolaborasi dengan 16 pembatik Surabaya. Hasilnya, mereka menciptakan delapan motif batik Surabaya atau yang dikenal sebagai Batik Suroboyo.

“Maka saya minta ajak desainer, nanti yang membayar adalah pemkot. Contoh yang mendesain sepatu adalah mahasiswa Desain Produk (Despro). Sehingga pelaku UMKM itu terus-menerus dapat belajar, karena tidak bisa UMKM akan naik menjadi lebih tinggi kalau tidak melalui proses (belajar) ini,” ujarnya.

Eri pun terus mengupayakan UMKM Surabaya dapat berinteraksi dengan dunia digital. Oleh karenanya, Pemkot Surabaya meluncurkan e-commerce pemerintahan pertama di Indonesia, yaitu e-Peken Surabaya.

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Aplikasi ini memberi ruang perdagangang digital kepada pedagang toko kelontong yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok. Konsumen tetapnya adalah para ASN Pemkot Surabaya yang diwajibkan membeli semua kebutuhan pokoknya dari aplikasi e-Peken tersebut.

Tak hanya mewajibkan ASN membeli kebutuhan pokonya di e-Peken. Kini e-Peken itu juga sudah dibuka untuk publik, sehingga semua orang bisa ikut berbelanja di e-commerce tersebut.

“Pemerintah sejatinya adalah pelayan umat, maka kita harus menggunakan produk UMKM. Teman-teman pemkot sudah memulai, seperti memakai batik dan sepatu UMKM, kalau model sedikit? Yang salah adalah pemerintah karena kita adalah pembimbing UMKM,” pungkasnya. (Ade/ADG)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Jika kalian ingin performa motor tetap bandel atau tahan lama meski diterjang hujan maupun banjir, mungkin cara ini bisa jadi rekomendasi.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.