Jumat, 05 Jun 2026 01:21 WIB

Guru Besar Kedokteran Hewan Unair Temukan Obat Kudis dari Tanaman Liar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 05 Mar 2023 11:23 WIB

selalu.id - Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Prof Poedji Hastutiek menemukan obat kudis atau scabies dari tanaman liar.

Dalam penelitiannya, Prof Poedji menemukan bahwa tanaman Permot atau Passiflora foetida Linn, yang merupakan tanaman alami, punya potensi sebagai obat kudis.

Baca Juga: Tiga Jurusan Paling Diminati di UNAIR pada UTBK 2026

Ekstrak daun Permot mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, dan terpenoid. “Ketiga senyawa ini dapat membunuh tungau serta dapat mempengaruhi penyembuhan kulit yang bekerja dengan merangsang pembentukan sel-sel baru,” kata Prof Poedji, Minggu (5/3/2023).

Ia menilai ekstrak daun Permot berpotensi untuk dikembangkan menjadi bioakarisida scabies yang ramah lingkungan. Tetapi, perlu sediaan dan pemanfaatan teknologi nanopartikel serta uji klinis, untuk meneliti lebih lanjut.

“Ekstrak daun Permot dapat dikembangkan menjadi bioakarisida yang ramah lingkungan. Sehingga dapat juga memberikan manfaat untuk kesehatan ternak dan memaksimalkan pendapatan peternak,” terangya.

Scabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Penderita akan merasa gatal di area kulit yang terinfeksi.

Baca Juga: Sering Overthinking Jelang UTBK? Dekan Fakultas Psikologi Unair Bagikan Cara Ampuh Mengatasinya

Tak hanya manusia, scabies ternyata juga dapat menyerang hewan. Scabies atsu kudis bisa dijumpai di berbagai jenis hewan seperti ternak kambing, babi, sapi, kerbau, kelinci, dan hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.

“Scabies merupakan penyakit menular khususnya pada hewan ternak. Scabies menyerang hewan yang mudah stres, malnutrisi, immunocompromised, overcrowding, serta rendahnya higienitas,” jelas Prof Poedji.

Hewan yang mengalami scabies, lanjutnya, selain akan merasa gatal, dapat mengakibatkan luka pada kulit sehingga bulu hewan menjadi rontok dan sulit disembuhkan.

Baca Juga: Unair Umumkan Kandidat Penerima Golden Ticket 2026, Berikut Jumlah Siswa yang Lolos

Sudah umum bagi peternak memberikan suntikan ivermectin untuk ternaknya yang menderita kudis. Tetapi, obat itu mahal, sulit ditemukan, tidak cocok untuk pencegahan dan pengobatan massal, hingga dapat berpotensi mengakibatkan resistensi terhadap obat.

Khusus masalah resistensi obat pada ternak, juga berdampak pada kegagalan dalam pengobatan. Sehingga peternak harus mengeluarkan biaya yang lebih besar.

"Selain itu, penggunaan ivermectin yang tidak tepat juga dapat meninggalkan zat sisa pada daging dan susu. Hal itu akan membahayakan manusia apabila mengonsumsinya,” pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.