Selasa, 21 Jul 2026 18:16 WIB

Guru Besar Kedokteran Hewan Unair Temukan Obat Kudis dari Tanaman Liar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 05 Mar 2023 11:23 WIB

selalu.id - Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Prof Poedji Hastutiek menemukan obat kudis atau scabies dari tanaman liar.

Dalam penelitiannya, Prof Poedji menemukan bahwa tanaman Permot atau Passiflora foetida Linn, yang merupakan tanaman alami, punya potensi sebagai obat kudis.

Baca Juga: Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

Ekstrak daun Permot mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, dan terpenoid. “Ketiga senyawa ini dapat membunuh tungau serta dapat mempengaruhi penyembuhan kulit yang bekerja dengan merangsang pembentukan sel-sel baru,” kata Prof Poedji, Minggu (5/3/2023).

Ia menilai ekstrak daun Permot berpotensi untuk dikembangkan menjadi bioakarisida scabies yang ramah lingkungan. Tetapi, perlu sediaan dan pemanfaatan teknologi nanopartikel serta uji klinis, untuk meneliti lebih lanjut.

“Ekstrak daun Permot dapat dikembangkan menjadi bioakarisida yang ramah lingkungan. Sehingga dapat juga memberikan manfaat untuk kesehatan ternak dan memaksimalkan pendapatan peternak,” terangya.

Scabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Penderita akan merasa gatal di area kulit yang terinfeksi.

Baca Juga: Tiga Jurusan Paling Diminati di UNAIR pada UTBK 2026

Tak hanya manusia, scabies ternyata juga dapat menyerang hewan. Scabies atsu kudis bisa dijumpai di berbagai jenis hewan seperti ternak kambing, babi, sapi, kerbau, kelinci, dan hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.

“Scabies merupakan penyakit menular khususnya pada hewan ternak. Scabies menyerang hewan yang mudah stres, malnutrisi, immunocompromised, overcrowding, serta rendahnya higienitas,” jelas Prof Poedji.

Hewan yang mengalami scabies, lanjutnya, selain akan merasa gatal, dapat mengakibatkan luka pada kulit sehingga bulu hewan menjadi rontok dan sulit disembuhkan.

Baca Juga: Sering Overthinking Jelang UTBK? Dekan Fakultas Psikologi Unair Bagikan Cara Ampuh Mengatasinya

Sudah umum bagi peternak memberikan suntikan ivermectin untuk ternaknya yang menderita kudis. Tetapi, obat itu mahal, sulit ditemukan, tidak cocok untuk pencegahan dan pengobatan massal, hingga dapat berpotensi mengakibatkan resistensi terhadap obat.

Khusus masalah resistensi obat pada ternak, juga berdampak pada kegagalan dalam pengobatan. Sehingga peternak harus mengeluarkan biaya yang lebih besar.

"Selain itu, penggunaan ivermectin yang tidak tepat juga dapat meninggalkan zat sisa pada daging dan susu. Hal itu akan membahayakan manusia apabila mengonsumsinya,” pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Kebaikan Menghampiri, Baik untuk Pekerjaan hingga Cinta

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan. Cek segera, banyak kebaikan datang.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.