Kamis, 04 Jun 2026 20:06 WIB

Guru Besar Kedokteran Hewan Unair Temukan Obat Kudis dari Tanaman Liar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 05 Mar 2023 11:23 WIB

selalu.id - Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Prof Poedji Hastutiek menemukan obat kudis atau scabies dari tanaman liar.

Dalam penelitiannya, Prof Poedji menemukan bahwa tanaman Permot atau Passiflora foetida Linn, yang merupakan tanaman alami, punya potensi sebagai obat kudis.

Baca Juga: Tiga Jurusan Paling Diminati di UNAIR pada UTBK 2026

Ekstrak daun Permot mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, dan terpenoid. “Ketiga senyawa ini dapat membunuh tungau serta dapat mempengaruhi penyembuhan kulit yang bekerja dengan merangsang pembentukan sel-sel baru,” kata Prof Poedji, Minggu (5/3/2023).

Ia menilai ekstrak daun Permot berpotensi untuk dikembangkan menjadi bioakarisida scabies yang ramah lingkungan. Tetapi, perlu sediaan dan pemanfaatan teknologi nanopartikel serta uji klinis, untuk meneliti lebih lanjut.

“Ekstrak daun Permot dapat dikembangkan menjadi bioakarisida yang ramah lingkungan. Sehingga dapat juga memberikan manfaat untuk kesehatan ternak dan memaksimalkan pendapatan peternak,” terangya.

Scabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Penderita akan merasa gatal di area kulit yang terinfeksi.

Baca Juga: Sering Overthinking Jelang UTBK? Dekan Fakultas Psikologi Unair Bagikan Cara Ampuh Mengatasinya

Tak hanya manusia, scabies ternyata juga dapat menyerang hewan. Scabies atsu kudis bisa dijumpai di berbagai jenis hewan seperti ternak kambing, babi, sapi, kerbau, kelinci, dan hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.

“Scabies merupakan penyakit menular khususnya pada hewan ternak. Scabies menyerang hewan yang mudah stres, malnutrisi, immunocompromised, overcrowding, serta rendahnya higienitas,” jelas Prof Poedji.

Hewan yang mengalami scabies, lanjutnya, selain akan merasa gatal, dapat mengakibatkan luka pada kulit sehingga bulu hewan menjadi rontok dan sulit disembuhkan.

Baca Juga: Unair Umumkan Kandidat Penerima Golden Ticket 2026, Berikut Jumlah Siswa yang Lolos

Sudah umum bagi peternak memberikan suntikan ivermectin untuk ternaknya yang menderita kudis. Tetapi, obat itu mahal, sulit ditemukan, tidak cocok untuk pencegahan dan pengobatan massal, hingga dapat berpotensi mengakibatkan resistensi terhadap obat.

Khusus masalah resistensi obat pada ternak, juga berdampak pada kegagalan dalam pengobatan. Sehingga peternak harus mengeluarkan biaya yang lebih besar.

"Selain itu, penggunaan ivermectin yang tidak tepat juga dapat meninggalkan zat sisa pada daging dan susu. Hal itu akan membahayakan manusia apabila mengonsumsinya,” pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.