Kamis, 03 Sep 2026 12:53 WIB

Nguri-uri Peninggalan Leluhur, PDIP Jatim Gelar Pertunjukan Seni Tiban

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 05 Feb 2023 18:02 WIB
Pertunjukan seni budaya Tiban
Pertunjukan seni budaya Tiban

selalu.id - Seni dan budaya asli lokal menjadi fokus perhatian PDI Perjuangan Jawa Timur untuk dijaga dan dilestarikan. Salah satu wujudnya, dengan menggelar Pertunjukan Seni Tradisi Tiban Nusantara di Lapangan Desa Sumberingin, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

Dalam pertunjukan selama dua hari sejak Sabtu (4/2/2023), PDIP Jatim menggandeng Paguyuban Seni Tradisi Tiban Alap-alap SBR Blitar.

Baca Juga: Probolinggo Sae Carnival, Ajang Gelaran Kostum Unik di HUT ke-81 RI

Sekretaris Badan Kebudayaan Nasional (BKN) DPD PDI Perjuangan Jatim, Guntur Wahono mengatakan, seni Tiban merupakan tradisi peninggalan nenek moyang yang harus dilestarikan.

Kesenian Tiban merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat sebagai ritual meminta turunnya hujan, dalam bentuk dua laki-laki tanpa berbaju saling memecut (mencambuk) bergiliran dengan menggunakan pecut lidi dari daun aren.

"Zaman dahulu sering dilakukan sebagai sarana untuk ritual meminta hujan, tapi kini juga bisa dijadikan hiburan bagi masyarakat untuk menjalin silaturahmi dan persahabatan," ucap Guntur Wahono.

Sebagai kader Banteng, apalagi bertugas sebagai anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jatim dari dapil Blitar Raya dan Tulungagung, pihaknya menggelar seni tradisi Tiban sebagai upaya nguri-uri peninggalan para leluhur itu.

Pertunjukan seni Tiban tersebut, lanjut dia, digelar sebagai rangkaian memperingati HUT Emas PDIP sekaligus HUT Ke-76 Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Guntur menyebut peserta dan timnya sekitar 1.500 orang.

"Pertunjukan Seni Tradisi Tiban kami gelar kali ini sebagai syukurannya DPD Partai untuk memperingati setengah abad PDI Perjuangan, dan pertambahan usia dari Ibu Megawati Soekarnoputri," jelasnya.

Baca Juga: PDIP Jatim Target Rebut Kursi Gubernur di Pilgub 2029

BKN PDIP Jatim, tambah dia, berharap kesenian asli warisan nenek moyang Indonesia ini tidak hanya dari generasi tua, namun juga digemari kalangan muda. Sehingga tradisi seni Tiban ini ke depan tetap terjaga dan lestari.

Seni tradisi Tiban sendiri merupakan budaya asli Indonesia yang berasal dari kawasan pesisir pantai selatan Jawa Timur. Mulai Tulungagung, dan berkembang di daerah sekitarnya yaitu Blitar, Trenggalek, sampai Kediri.

Untuk gelar seni Tiban di Desa Sumberingin diikuti oleh para jawara yang berasal dari Jawa Timur dan luar provinsi. Seperti para jawara Tiban dari Lampung.

"Ini adalah bukti bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki kesadaran untuk mewarisi serta mempertahankan budaya warisan leluhurnya," sebut Guntur.

Baca Juga: Naikkan Standar Kompetisi, Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan Teknologi VAR

Sebagaimana ribuan peserta lainnya, sebanyak 63 peserta dari Lampung sangat antusias mengikuti pertunjukan seni Tiban ini.

Selain untuk menjalin tali silaturahmi dan menambah persaudaraan, imbuh Guntur, dari kesenian Tiban ini juga diharapkan dapat melestarikan seni dan budaya asal Indonesia.

"Bertarung di atas panggung sebagai lawan, tapi di bawah kita bersaudara," pungkas Guntur Wahono. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.