Selasa, 21 Jul 2026 19:22 WIB

Mahasiswa Unusa Kembangkan Pembelajaran Melalui Komik untuk Siswa SD

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Jan 2023 12:50 WIB
Mahasiswa PGSD Unusa
Mahasiswa PGSD Unusa

selalu.id - Dalam acara Nusa Creative Competition (NCC) Vol. 2 mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unusa menampilkan media pembelajaran sekolah dasar melalui komik. Dimana hal ini sebagai salah satu tugas akhir dari mahasiswa yang menempuh mata kuliah media pembelajaran dan ICT yang ditempuh mahasiswa semester tiga.

Dekan FKIP Unusa, Dr. M. Thamrin Hidayat menjelaskan, saat ini anak sekolah dasar lebih memahami pelajaran yang menggunakan media pembelajaran komik. Dengan gambar anak bisa lebih memahami pelajaran yang sedang dipelajari saat ini.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Jadi anak sekarang lebih suka dan tidak mudah bosan jika pembelajarannya melalui media gambar," ungkapnya.

Dimana anak sekolah dasar ini suka pengetahuan yang kongkrit, sehingga mereka akan mudah memahami gambar dari pada naskah atau literatur tulis.

"Dari ini, kita harus bisa menyesuaikan untuk media pembelajaran gambar melalui komik ini," beber Thamrin.

Thamrin menjelaskan, pembelajaran dengan menggunakan media komik ini menjadi salah satu hal yang harus dikuasai oleh calon guru sekolah dasar. Dimana nantinya pembelajaran ini masuk dalam materi yang akan ditempuh mahasiswa di Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Sebelum itu, mahasiswa Unusa harus bisa menguasai dalam media pembelajaran komik ini," ucapnya.

Salah satu mahasiswa PGSD, Marsya Rosyidah menjelaskan, media komik ini dibuat oleh mahasiswa Unusa berdasarkan dengan pelajaran yang tengah dipelajari di sekolah dasar. Dengan sentuhan animasi dari komik membuat siswa lebih memahami pelajaran tersebut.

"Seperti pelajaran toleransi, jadi siswa bisa memahami apa itu toleransi dan langkah apa yang dilakukan untuk.memahami arti toleransi yang memang mudah dipahami oleh media gambar," ungkapnya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Marsyah mengatakan dirinya mencari cerita yang mudah dipahami kedalam media pembelajaran komik.

"Setelah menemukan jalan ceritanya saya dan tim mencari karakter yang sesuai dan terciptalah karakter ini yang dituangkan dalam komik," ujarnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.