Kamis, 04 Jun 2026 10:58 WIB

Tanah Ambles di Jalan Pakis Argosari Surabaya, Akses Dua Rumah Terputus

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 30 Des 2022 22:15 WIB
Akses jalan dan pagar rumah yang terdampak tanah ambles
Akses jalan dan pagar rumah yang terdampak tanah ambles

selalu.id - Tanah ambles di Jalan Pakis Arosari Surabaya mengakibatkan pagar serta jembatan akses masuk dua rumah ambrol. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (29/12/2022) kemarin.

Informasi yang dihimpun selalu.id, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, kejadian tersebut sekitar pukul 19.00 WIB. Tidak ada korban jiwa saat terjadinya tanah ambles tersebut.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Plt Kepala BPBD Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, menurut keterangan salah satu penghuni rumah saat hendak keluar terdengar suara pot terjatuh. Kemudian, pemilik rumah tersebut mencoba melihat dan mendapati pagar rumah dan akses masuk sudah runtuh.

"Itu kan ada pergerakan tanah sudah mulai kemarin. Kita juga tak bisa memastikan karena kawasan jalan masuk ke jalan utama ditutup semua jadi gak ketahuan,"kata Hidayat, saat dihubungi selalu.id, Jumat (30/12/2022).

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya untuk diperbaiki dan ditindaklanjuti.

Hidayat menyampaikan, saat ini DSDABM sementara memasang jembatan darurat menggunakan bambu untuk akses keluar masuk rumah, dan akses jalan raya masih bisa dilewati setengah jalan.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Sekarang DSDABM sudah pasang dinding penahan disitu. Paling dua tiga hari itu. Kan tinggal periksa fisik seperti apa, pemadatan, dipasang dinding penahan, bisa dari beton dan besi. Setelah itu dikembalikan seperti semula,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.