Minggu, 01 Feb 2026 23:28 WIB

Mensos Risma Lepas Bantuan 50 Ton Beras untuk Korban Gempa Cianjur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 29 Des 2022 16:22 WIB
Mensos Risma saat memberangkatkan bantuan gempa Cianjur
Mensos Risma saat memberangkatkan bantuan gempa Cianjur

selalu.id - Pascaberakhirnya masa tanggap darurat gempa Cianjur pada 21 November lalu, Kementerian Sosial telah menarik tim dari titik-titik pengungsian. Namun melihat kondisi masyarakat yang masih membutuhkan, Menteri Sosial Tri Rismaharini berinisiatif menggalang bantuan, bekerja sama dengan masyarakat, swasta dan publik figur.

"Kita lihat kondisi di sana, masyarakat masih membutuhkan. Karena itu setelah dicabut kami tidak bisa bantu, tapi kami bisa membantu dari luar untuk kebutuhan masyarakat," kata Risma di hadapan awak media yang hadir di Kantor Kemensos Jalan Salemba 20, pada Kamis (29/12/2022).

Baca Juga: Warga Pacarkeling Surabaya Mengadu Tak Kebagian Bansos, Begini Faktanya

Risma melepas bantuan berupa beras sebanyak 50 ton yang diangkut oleh tujuh truk. Bantuan tersebut adalah hasil donasi dari beberapa entitas yaitu kitabisa.com, Mercedez Benz, Salam Setara, Kahf, Lesti Kejora, The Sungkars, Dewi Sandra, dan Husain Basyaiban.

Menurut Mensos, bantuan ini merupakan implementasi dari sikap gotong royong yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia.

"Mudah-mudahan ini bisa menjadikan dorongan kita untuk melakukan gotong royong bersama. Kalau satu kena cubit yang lain juga ikut merasakan. Sehingga dengan keyakinan bahwa kita bisa bergotong royong, maka sesulit dan seberat apapun masalah, kita bisa selesaikan bersama," ujar mantan Walikota Surabaya ini.

Meskipun telah menarik tim, namun Mensos menegaskan bahwa tenda-tenda, peralatan dapur umum, dan peralatan lain yang dibutuhkan masih berada di Cianjur mengingat masih ada masyarakat yang mengungsi.

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

Dalam kesempatan itu, Presiden Direktur PT Mercedez Benz Distribution Indonesia Cho Duk Jun yang turut hadir mengatakan pihaknya turut merasakan duka yang dirasakan oleh masyarakat Cianjur. Oleh karena itu, distributor mobil mewah tu menyumbangkan uang sebesar Rp200 juta yang dibelanjakan dalam bentuk beras.

"Jadi hari ini Mercy sangat senang bisa mendonasikan Rp200 juta untuk korban gempa. Kami berharap, bantuan ini bisa sedikit membantu masyarakat yang saat ini berada dalam proses pemulihan," katanya.

Senada dengan Cho, CEO kitabisa.com Alfatih Timur mengungkap donasi ini adalah bentuk gotong royong, warga bantu warga. Untuk itu pihaknya memerlukan fasilitator yang tepat agar donasi bisa tersampaikan dengan baik.

Baca Juga: Polri Percepat Pemulihan Infrastruktur dan Kebutuhan Dasar Pascabencana  

"Jadi gotong royong masyarakat, hastagnya warga bantu warga. Kita harus bisa membantu dengan efektif, salah satunya difasilitasi oleh Kementerian Sosial," katanya.

Adapun acara pelepasan bantuan dihadiri oleh Direktur Eksekutif Salam Setara Foundation Ahmad Mujahid, Pejabat Eselon I, dan Pejabat Eselon II di lingkungan Kementerian Sosial RI. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.