Minggu, 01 Feb 2026 16:53 WIB

Wali Kota Eri Usulkan Kenaikan UMK Surabaya, Segini Besarannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 02 Des 2022 18:41 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mengajukan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Surabaya sebesar Rp 350 ribu untuk 2023. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Eri mengatakan, sesuai Upah Minimum Provinisi (UMP) Jawa Timur dalam perhitungan Pemkot Surabaya soal kenaikan UMK tersebut menjadi 7,8 persen.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Angka tersebut akan diajukan sesuai UMP Jatim tahun 2023 yang sebesar Rp 2.040.244,30.

"Jadi memang kita ditetapkan bu gubernur 7,8 persen yang kita usulkan sama persis di permen (peraturan menteri) itu pakai 0,1 naiknya segituan jadinya total Rp 350 ribu ,"kata Eri, saat ditemui selalu.id, Jumat (2/12/2022).

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

UMK tersebut memang diajukan sebelum pengumuman paling lambat tanggal 7 Desember 2022. Nantinya, UMK seluruh wilayah Jatim termasuk Surabaya akan berlaku mulai 1 Januari 2023.

"Itu nanti ditetapkan lagi kan nanti ditentukan sama pemerintah pusat. Kita Pemda usul ke Provinsi. Provinsi usul ke pusat nanti ditentukan,"jelasnya.

Baca Juga: Surabaya Mulai Kewalahan Tampung Hujan Ekstrem, 12 Sistem Drainase Diperbesar

Usulan UMK itu, Eri menambahkan, Pemkot juga diberi usulan Dewan Pengupah yang mana nanti ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

"Juga tidak terlalu tinggi, karena terikat dengan permen, ada Peraturan pemerintah (PP) , tenaga kerja yang ada perhitungannya, kita menggunakan itu,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.

Konflik Lahan di Jember Masih Rawan, DPRD Dorong Peran Posbakum Desa

Konflik tersebut tidak hanya terjadi di kawasan pedesaan, tetapi juga merambah wilayah perkotaan dan berpotensi memicu gesekan sosial di tengah masyarakat.