Minggu, 01 Feb 2026 16:56 WIB

Mahasiswa ITS Temukan Alat Pendeteksi Alkohol yang Terkoneksi dengan HP

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 29 Nov 2022 12:43 WIB
Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya

selalu.id - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil mengembangkan alat pendeteksi alkohol yang mampu mendeteksi jumlah kadar alkohol yang ada dalam produk sebuah minuman.

Inovasi alat ini diperuntukkan bagi UMKM yang perlu melakukan pengecekan pada produk minuman olahannya guna mendapatkan sertifikat halal.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Salah satu mahasiswa yang membuat alat tersebut yakni Alfinda mengatakan, inovasi ini dalam sebuah esai bertajuk 'pendeteksi alkohol untuk verifikasi kehalalan minuman yang terintegrasi dengan smartphone guna mendukung manajemen keamanan pangan skala home industry'

Hal ini bertujuan untuk membantu UMKM skala home industry yang baru saja muncul pasca pandemi Covid-19.

"Saat ini banyak sekali UMKM baru yang bergerak di bidang olahan minuman terlebih pada skala home industri"kata Alfinda melalui keterangannya.

Menurutnya, hambatan yang dihadapi pelaku UMKM skala home industry adalah dibutuhkannya waktu yang cukup lama untuk mendapatkan sertifikasi kehalalan dari lembaga penjamin kehalalan Indonesia, yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Untuk mendapatkan sertifikasi kehalalan dibutuhkan proses yang cukup panjang apabila dilakukan secara mandiri dan tanpa bantuan alat yang canggih.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

"Sehingga munculnya inovasi pendeteksi alkohol pada minuman ini ditujukan untuk menjawab keresahan para pelaku UMKM produk minuman yang berskala kecil," tutur Alfinda.


Pengembangan alat pendeteksi alkohol pada minuman ini, kata dia, menggunakan teknologi sensor MQ 3 dan TGS 2620. MQ-3 Gas Sensor (Alcohol, Ethanol, Smoke) adalah sebuah sensor yang dapat mendeteksi keberadaan gas alkohol pada konsentrasi 0.05 mg/L sampai dengan 10 mg/L.

"Validasi, sensitivitas serta keakuratan data dari hasil pembacaan sensor inilah yang kami perjuangkan agar menghasilkan nilai yang sempurna," tegasnya.

Alfinda memaparkan, sensor dari alat pendeteksi alkohol yang digagas timnya ini akan mendeteksi jumlah kadar alkohol yang ada dalam produk sebuah minuman.

Baca Juga: Surabaya Mulai Kewalahan Tampung Hujan Ekstrem, 12 Sistem Drainase Diperbesar

Hal ini yang nantinya dapat memastikan kehalalan sebuah produk minuman dengan ditunjukkannya hasil angka yang menyatakan produk tersebut bebas alkohol.

Mahasiswi asal Surabaya tersebut menjelaskan bahwa penggunaan alat pendeteksi alkohol ini cukup mudah untuk dijalankan. Pertama, produk minuman dimasukan ke dalam toples pendeteksi yang selanjutnya akan diletakkan sensor pada tutup toples tersebut.

Kemudian toples ditutup dan akan terdeteksi kadar alkohol yang ada pada minuman tersebut.

"Hasil pembacaan alat ini akan muncul pada layar LCD ataupun smartphone yang memudahkan penggunanya,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.

Konflik Lahan di Jember Masih Rawan, DPRD Dorong Peran Posbakum Desa

Konflik tersebut tidak hanya terjadi di kawasan pedesaan, tetapi juga merambah wilayah perkotaan dan berpotensi memicu gesekan sosial di tengah masyarakat.