Rabu, 21 Okt 2026 22:07 WIB

Tercatat 24 Ribu Orang Terinfeksi Covid Varian Baru, Menkes: Belum Booster

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 09 Nov 2022 18:59 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin saat di Unair Surabaya
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin saat di Unair Surabaya

selalu.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 24 ribu pasien Covid-19 terkena varian baru yakni BA2.75, XBB dan BQ1 di seluruh wilayah Indonesia. Tercatat pula Kasus paling banyak di Indonesia yakni di daerah Surabaya, Jakarta dan Bali.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sebanyak 10 ribu pasien mengalami gejala berat, dan 1.300 orang meninggal akibar varian baru tersebut.

Baca Juga: 172 PPDS FK Unair Muntah dan Pusing, Begini Kondisinya 

"Itu untuk yang berat saya kaget 40 persen belum vaksin atau 70 persen belum booster. Yang meninggal dari 1.300 itu 50 persen belum vaksin dan 80 persen belum booster,"kata Menkes Budi, usai Launchin MMS di Rektorat Universitas Airlangga (Unair) Rabu (9/11/2022).

Sebab itu, Budi menghimbau kepada seluruh masyarakat harus segera vaksin maupun booster. Menurutnya, vaksin ini sangat mengurangi resiko terkena Covid-19.

"Jadi, yuk yang belum booster cepat booster, yang belum vaksin cepat vaksin. Kalau punya orang tua belum vaksin, paksa vaksin, belum booster, paksa dibooster,"jelasnya.

Baca Juga: IKA Unair Jember Resmi Dikukuhkan, Siap Dukung Program Pemkab

Sehingga, ketika telah divaksin maupun booster. Seorang yang terkena atau tertular, akan mengalami gejala ringan. Sehingga, vaksinasi adalah salah satu cara untuk menyerang varian baru tersebut.

"Karena data kita menunjukkan 80 persen lebih yang meninggal belum di vaksin, dan 80 persen lebih masuk RS dan berat karena belum booster,"jelasnya.

Lebih lanjut Budi menyebut varian Omicron terbagi subvarian atau disebut cucu Omicron yakni ada Omicron BA1 dan BA2 muncul Januari, Omicron BA4, BA5 muncul Agustus dan Omicron BQ1 dan XBB varian terbaru.

Baca Juga: Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

"Kan penyakitnya SarsCov2 ayahnya. Nah, Nah ini Omicron BQ1 dan XBB, jadi cucunya,"jelasnya.

"Gejalanya (varian baru) kalau dibandingkan dengan BA4, BA5 dia lebih cepat masuk RS. Tapi kalau dibanding BA1 lebih rendah,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.