Minggu, 06 Sep 2026 16:04 WIB

Tercatat 24 Ribu Orang Terinfeksi Covid Varian Baru, Menkes: Belum Booster

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 09 Nov 2022 18:59 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin saat di Unair Surabaya
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin saat di Unair Surabaya

selalu.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 24 ribu pasien Covid-19 terkena varian baru yakni BA2.75, XBB dan BQ1 di seluruh wilayah Indonesia. Tercatat pula Kasus paling banyak di Indonesia yakni di daerah Surabaya, Jakarta dan Bali.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sebanyak 10 ribu pasien mengalami gejala berat, dan 1.300 orang meninggal akibar varian baru tersebut.

Baca Juga: IKA Unair Jember Resmi Dikukuhkan, Siap Dukung Program Pemkab

"Itu untuk yang berat saya kaget 40 persen belum vaksin atau 70 persen belum booster. Yang meninggal dari 1.300 itu 50 persen belum vaksin dan 80 persen belum booster,"kata Menkes Budi, usai Launchin MMS di Rektorat Universitas Airlangga (Unair) Rabu (9/11/2022).

Sebab itu, Budi menghimbau kepada seluruh masyarakat harus segera vaksin maupun booster. Menurutnya, vaksin ini sangat mengurangi resiko terkena Covid-19.

"Jadi, yuk yang belum booster cepat booster, yang belum vaksin cepat vaksin. Kalau punya orang tua belum vaksin, paksa vaksin, belum booster, paksa dibooster,"jelasnya.

Baca Juga: Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

Sehingga, ketika telah divaksin maupun booster. Seorang yang terkena atau tertular, akan mengalami gejala ringan. Sehingga, vaksinasi adalah salah satu cara untuk menyerang varian baru tersebut.

"Karena data kita menunjukkan 80 persen lebih yang meninggal belum di vaksin, dan 80 persen lebih masuk RS dan berat karena belum booster,"jelasnya.

Lebih lanjut Budi menyebut varian Omicron terbagi subvarian atau disebut cucu Omicron yakni ada Omicron BA1 dan BA2 muncul Januari, Omicron BA4, BA5 muncul Agustus dan Omicron BQ1 dan XBB varian terbaru.

Baca Juga: Tiga Jurusan Paling Diminati di UNAIR pada UTBK 2026

"Kan penyakitnya SarsCov2 ayahnya. Nah, Nah ini Omicron BQ1 dan XBB, jadi cucunya,"jelasnya.

"Gejalanya (varian baru) kalau dibandingkan dengan BA4, BA5 dia lebih cepat masuk RS. Tapi kalau dibanding BA1 lebih rendah,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item