Selasa, 20 Okt 2026 09:08 WIB

Gelar Aksi di Gedung KPK, ECJWO Minta Pengusutan 4 Kasus Korupsi Besar di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 09 Jul 2020 10:27 WIB
Aksi demonstrasi ECJWO di Gedung KPK
Aksi demonstrasi ECJWO di Gedung KPK

Surabaya (selalu.id) - Sejumlah orang utusan East Java Coruption and Judicial Watch Organitation (ECJWO) kembali mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada, Jakarta guna menanyakan hasil laporan pada tanggal 10 Febuari 2020 lalu.

Dengan membawa poster bertuliskan "Hargai Laporan Masyarakat, Sampai Kapan...??? Korupsi di Surabaya Dibiarkan...!!! dan Save KPK, Koruptor Surabaya Jaganlah Kau Takuti" mereka menggelar aksi demonstrasi di depan gedung lembaga anti rasuah tersebut 

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

"Kami datang ke gedung KPK guna tanyakan hasil kasus korupsi di Surabaya, yakni masalah tanah eks ganjaran Medokan Semampir, tanah Provinsi yang dijarah oleh perorangan dan dana hibah 2015 sebesar Rp 465 miliar yang disalurkan secara fiktif serta masalah YKP yang saat ini lagi marak di pusaran korupsi," kata Kordinator Aksi, Leman yang di dampingi Widodo, Rabu (8/6/2020).

Selain itu, Ia meminta KPK tidak membiarkan korupsi di Surabaya terus berjalan tanpa tersentuh oleh siapapun. Dan berharap lembaga anti rasuah tersebut mulai menjamah pihak yang diduga menjadi koruptor.

"Kami harapkan semua yang terduga korupsi di Surabaya terjamah oleh KPK," ujarnya.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Pengunjuk rasa yang datang dari Surabaya menuju gedung KPK dengan dana cara swadaya tersebut, siap melengkapi data yang diperlukan KPK untuk mulai mengusut praktik korupsi di Kota Pahlawan.

"Kepada bapak-bapak yang ada di KPK kami mohon dengan hormat apabila data-data yang kami sampaikan ada yang kurang kami siap untuk melengkapi," ujar salah satu peserta aksi.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Meski dijaga aparat kepolisian, unjuk rasa yang meminta mengusut praktik korupsi di Surabaya ini berjalan aman dan tertib.

Perlu diketahui, pada Minggu (9/2/2020) lalu, East Java Coruption and Judicial Watch Organitation (ECJWO) melaporkan sejumlah kasus Korupsi di Surabaya ke KPK. Mereka berangkat dengan membawa tumpukan berkas dan data dan diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedikitnya ada empat kasus mega korupsi di Kota Pahlawan yang selama ini dinilai mandek.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.