Selasa, 21 Jul 2026 22:18 WIB

Gelar Aksi di Gedung KPK, ECJWO Minta Pengusutan 4 Kasus Korupsi Besar di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 09 Jul 2020 10:27 WIB
Aksi demonstrasi ECJWO di Gedung KPK
Aksi demonstrasi ECJWO di Gedung KPK

Surabaya (selalu.id) - Sejumlah orang utusan East Java Coruption and Judicial Watch Organitation (ECJWO) kembali mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada, Jakarta guna menanyakan hasil laporan pada tanggal 10 Febuari 2020 lalu.

Dengan membawa poster bertuliskan "Hargai Laporan Masyarakat, Sampai Kapan...??? Korupsi di Surabaya Dibiarkan...!!! dan Save KPK, Koruptor Surabaya Jaganlah Kau Takuti" mereka menggelar aksi demonstrasi di depan gedung lembaga anti rasuah tersebut 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Kami datang ke gedung KPK guna tanyakan hasil kasus korupsi di Surabaya, yakni masalah tanah eks ganjaran Medokan Semampir, tanah Provinsi yang dijarah oleh perorangan dan dana hibah 2015 sebesar Rp 465 miliar yang disalurkan secara fiktif serta masalah YKP yang saat ini lagi marak di pusaran korupsi," kata Kordinator Aksi, Leman yang di dampingi Widodo, Rabu (8/6/2020).

Selain itu, Ia meminta KPK tidak membiarkan korupsi di Surabaya terus berjalan tanpa tersentuh oleh siapapun. Dan berharap lembaga anti rasuah tersebut mulai menjamah pihak yang diduga menjadi koruptor.

"Kami harapkan semua yang terduga korupsi di Surabaya terjamah oleh KPK," ujarnya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Pengunjuk rasa yang datang dari Surabaya menuju gedung KPK dengan dana cara swadaya tersebut, siap melengkapi data yang diperlukan KPK untuk mulai mengusut praktik korupsi di Kota Pahlawan.

"Kepada bapak-bapak yang ada di KPK kami mohon dengan hormat apabila data-data yang kami sampaikan ada yang kurang kami siap untuk melengkapi," ujar salah satu peserta aksi.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Meski dijaga aparat kepolisian, unjuk rasa yang meminta mengusut praktik korupsi di Surabaya ini berjalan aman dan tertib.

Perlu diketahui, pada Minggu (9/2/2020) lalu, East Java Coruption and Judicial Watch Organitation (ECJWO) melaporkan sejumlah kasus Korupsi di Surabaya ke KPK. Mereka berangkat dengan membawa tumpukan berkas dan data dan diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedikitnya ada empat kasus mega korupsi di Kota Pahlawan yang selama ini dinilai mandek.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.