Jumat, 23 Okt 2026 21:34 WIB

Ini Kata Dokter Harapan Hidup Anak penderita Gagal Ginjal Akut

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Okt 2022 16:45 WIB
Ilustrasi penyakit ginjal
Ilustrasi penyakit ginjal

selalu.id - Dokter Anak Universitas Airlangga (Unair) menyebut bahwa anak dengan gangguan ginjal akut tetap memiliki kesempatan yang sama dengan anak lainnya.

Hal itu disampaikan oleh Dokter anak atau Staf Divisi Nefrologi Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Unair atau RSUD Dr Soetomo, dr Muhammad Riza Kurniawan mengatakan, anak yang terkena penyakit itu akan tetap tumbuh dan berkembang dengan baik.

Baca Juga: Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

"Tentu mereka punya (Harapan hidup). Mereka tetap tumbuh dan berkembang tapi tetap harus terkontrol misal jumlah urin dan evaluasi ginjalnya. Jadi harus rutin kontrol ke dokter, dan hati-hati juga karena ginjalnya pernah cedera," kata dr Riza, melalui keterangan rilisnya, Rabu (26/10/2022).

dr Riza menjelaskan, beberapa pencegahan yang dapar dilakukan agar anak tidak terkena penyakit gangguan ginjal akut yakni dengan menjaga asupan nutrisi, cairan, dan makanan yang bergizi.

Apalagi, saat ini pandemi Covid-19 juga belum berakhir. Sehingga, taat terhadap protokol kesehatan sehingga anak dapat mengurangi kerentanan anaka untuk sakit.

"Bagi anak-anak lebih besar hindari merokok, alkohol, obat-obatan terlarang. Hindari juga obat-obatan diluar resep yang diberikan dokter," ujarnya.

Terlebih juga, penyakit tersebut masih misterius dan belum diketahui penyebabnya secara pasti.

Baca Juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

"Setiap gangguan ginjal harus diketahui penyebabnya, karena belum diketahui maka banyak yang menyebutnya misterius," tutur Riza.

Lebih lanjut dr Riza mengimbau untuk tetap tenang dalam menyikapi ini. Apalagi, banyaknya rumor dan asumsi yang beredar di masyarakat.

"Jangan panik, kalau memang ada keluhan seperti produksi urin yang berkurang maka segera bawa ke dokter," pesannya.

Baca Juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

Gangguan ginjal akut progresif atipikal ini, kata dia, sama halnya dengan gangguan ginjal akut yang bisa terjadi, yang menjadi perbedaan adalah perburukan yang cepat dan penyebabnya yang belum diketahui.

Hal yang harus dilakukan dalam mewaspadai kasus ini ialah tetap tenang dan mengikuti arahan dari kementerian kesehatan.

"Ikuti saja arahan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan sampai hasil penelitian terbukti secara benar, sembari memantau produksi urin anak," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk: Ad Alat Medis Kuno hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.

Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Menjaga kondisi tubuh membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.