Jumat, 05 Jun 2026 04:55 WIB

Ini Kata Dokter Harapan Hidup Anak penderita Gagal Ginjal Akut

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Okt 2022 16:45 WIB
Ilustrasi penyakit ginjal
Ilustrasi penyakit ginjal

selalu.id - Dokter Anak Universitas Airlangga (Unair) menyebut bahwa anak dengan gangguan ginjal akut tetap memiliki kesempatan yang sama dengan anak lainnya.

Hal itu disampaikan oleh Dokter anak atau Staf Divisi Nefrologi Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Unair atau RSUD Dr Soetomo, dr Muhammad Riza Kurniawan mengatakan, anak yang terkena penyakit itu akan tetap tumbuh dan berkembang dengan baik.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

"Tentu mereka punya (Harapan hidup). Mereka tetap tumbuh dan berkembang tapi tetap harus terkontrol misal jumlah urin dan evaluasi ginjalnya. Jadi harus rutin kontrol ke dokter, dan hati-hati juga karena ginjalnya pernah cedera," kata dr Riza, melalui keterangan rilisnya, Rabu (26/10/2022).

dr Riza menjelaskan, beberapa pencegahan yang dapar dilakukan agar anak tidak terkena penyakit gangguan ginjal akut yakni dengan menjaga asupan nutrisi, cairan, dan makanan yang bergizi.

Apalagi, saat ini pandemi Covid-19 juga belum berakhir. Sehingga, taat terhadap protokol kesehatan sehingga anak dapat mengurangi kerentanan anaka untuk sakit.

"Bagi anak-anak lebih besar hindari merokok, alkohol, obat-obatan terlarang. Hindari juga obat-obatan diluar resep yang diberikan dokter," ujarnya.

Terlebih juga, penyakit tersebut masih misterius dan belum diketahui penyebabnya secara pasti.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

"Setiap gangguan ginjal harus diketahui penyebabnya, karena belum diketahui maka banyak yang menyebutnya misterius," tutur Riza.

Lebih lanjut dr Riza mengimbau untuk tetap tenang dalam menyikapi ini. Apalagi, banyaknya rumor dan asumsi yang beredar di masyarakat.

"Jangan panik, kalau memang ada keluhan seperti produksi urin yang berkurang maka segera bawa ke dokter," pesannya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Gangguan ginjal akut progresif atipikal ini, kata dia, sama halnya dengan gangguan ginjal akut yang bisa terjadi, yang menjadi perbedaan adalah perburukan yang cepat dan penyebabnya yang belum diketahui.

Hal yang harus dilakukan dalam mewaspadai kasus ini ialah tetap tenang dan mengikuti arahan dari kementerian kesehatan.

"Ikuti saja arahan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan sampai hasil penelitian terbukti secara benar, sembari memantau produksi urin anak," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.