Rabu, 04 Feb 2026 18:18 WIB

Ini Kata Dokter Harapan Hidup Anak penderita Gagal Ginjal Akut

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Okt 2022 16:45 WIB
Ilustrasi penyakit ginjal
Ilustrasi penyakit ginjal

selalu.id - Dokter Anak Universitas Airlangga (Unair) menyebut bahwa anak dengan gangguan ginjal akut tetap memiliki kesempatan yang sama dengan anak lainnya.

Hal itu disampaikan oleh Dokter anak atau Staf Divisi Nefrologi Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Unair atau RSUD Dr Soetomo, dr Muhammad Riza Kurniawan mengatakan, anak yang terkena penyakit itu akan tetap tumbuh dan berkembang dengan baik.

Baca Juga: 626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim

"Tentu mereka punya (Harapan hidup). Mereka tetap tumbuh dan berkembang tapi tetap harus terkontrol misal jumlah urin dan evaluasi ginjalnya. Jadi harus rutin kontrol ke dokter, dan hati-hati juga karena ginjalnya pernah cedera," kata dr Riza, melalui keterangan rilisnya, Rabu (26/10/2022).

dr Riza menjelaskan, beberapa pencegahan yang dapar dilakukan agar anak tidak terkena penyakit gangguan ginjal akut yakni dengan menjaga asupan nutrisi, cairan, dan makanan yang bergizi.

Apalagi, saat ini pandemi Covid-19 juga belum berakhir. Sehingga, taat terhadap protokol kesehatan sehingga anak dapat mengurangi kerentanan anaka untuk sakit.

"Bagi anak-anak lebih besar hindari merokok, alkohol, obat-obatan terlarang. Hindari juga obat-obatan diluar resep yang diberikan dokter," ujarnya.

Terlebih juga, penyakit tersebut masih misterius dan belum diketahui penyebabnya secara pasti.

Baca Juga: Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya

"Setiap gangguan ginjal harus diketahui penyebabnya, karena belum diketahui maka banyak yang menyebutnya misterius," tutur Riza.

Lebih lanjut dr Riza mengimbau untuk tetap tenang dalam menyikapi ini. Apalagi, banyaknya rumor dan asumsi yang beredar di masyarakat.

"Jangan panik, kalau memang ada keluhan seperti produksi urin yang berkurang maka segera bawa ke dokter," pesannya.

Baca Juga: TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident

Gangguan ginjal akut progresif atipikal ini, kata dia, sama halnya dengan gangguan ginjal akut yang bisa terjadi, yang menjadi perbedaan adalah perburukan yang cepat dan penyebabnya yang belum diketahui.

Hal yang harus dilakukan dalam mewaspadai kasus ini ialah tetap tenang dan mengikuti arahan dari kementerian kesehatan.

"Ikuti saja arahan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan sampai hasil penelitian terbukti secara benar, sembari memantau produksi urin anak," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

OTT KPK Hari Ini: Satu di Banjarmasin, Satunya Bea Cukai Jakarta

Dari kedua kasus tersebut, KPK belum merincikan siapa saja pihak yang diamankan dan detail konstruksi perkara. 

Kantor Bea Cukai Pusat Digeledah KPK, Rangkaian OTT?

Budi menegaskan Bea Cukai berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan menghormati proses yang berlangsung.

Besok, Gubernur Jatim Khofifah Akan Jadi Saksi di Sidang Kasus Dana Hibah

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, kehadiran Khofifah diperlukan untuk memberikan keterangan terkait pelaksanaan program hibah yang menjadi perkara.

Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto

Dengan hadirnya susur Sungai Ngotok, Pemkot Mojokerto berharap TBM akan menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional.

Operasional Dermaga Jamrud Selatan Surabaya Kembali Normal Pasca Insiden Kapal Pacific 88

"Saat ini seluruh kegiatan operasional berjalan lancar dan terus dipantau secara intensif," kata Branch Manager Terminal Jamrud, Nilam Mirah Muh Junaedhy.