Senin, 02 Feb 2026 03:07 WIB

Cerita Abizar, Balita di Surabaya yang Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 21 Okt 2022 20:05 WIB
Annisyah menangis saat menceritakan penyakit almarhum cucunya
Annisyah menangis saat menceritakan penyakit almarhum cucunya

selalu.id - Kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) mencuat di Indonesia, di Surabaya sendiri tercatat ada 10 anak yang telah meninggal karena penyakit tersebut.

Salah satunya Abizar, balita berusia 4 tahun warga Tegalsari meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit dr Soetomo pada 9 Oktober 2022 lalu.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Abizar dinyatakan meninggal akibat Gagal Ginjal Akut yang saat ini sedang marak terjadi pada anak-anak.

Nenek Abizar, Annisyah (58) menceritakan awal mula saat cucunya sakit disekitar tanggal 9 September sebulan yang lalu. Cucunya merasakan panas dingin yang kadang-kadang muncul.

"Dari sakit awal cucu saya sakit, 9 september itu ia kecapean. Satu bulan (Abizar) panas dingin, saya beberapa kali bawa ke puskesmas, awalnya (dibilang dokter) infeksi tenggorokkan," kata Annisyah, saat ditemui dirumahnya.

Kemudian, Abizar tidak bisa mengeluarkan air kencing maupun BAB. Dalam keadaan lemas, Annisyah berkali-kali membawanya ke Puskesmas dan ke Rumah sakit. Lalu, saat dicek darahnya, dokter menyatakan bahwa Abizar terkena Gagal Ginjal Akut.

"Saya bawa terakhir ke RS William Booth, pas dicek darahnya (dokter bilang) anaknya kena gagal ginjal, kemudian dirujuk ke RS Karang Menjangan (dr Soetomo),"jelasnya.

Selama sakit sebulan itu, Annisyah mengaku cucunya sempat meminum obat sirup yakni Unibebi Cough Syrup yang biasanya Abizar meminum itu tidak masalah, bahkan obat itu langsung membuat dia sembuh.

"Obat sirup (Unibebi Cough Syrup) nomor 28, sebulan sempat minum obat itu (saat sakit). Obat yang diberi dokter juga dikasih itu dingin kaya kulkas,"ujar warga Jalan Kupang Segunting, Surabaya ini.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Lima hari sebelum dirujuk ke RS dr Soetomo, Abizar sulit mengeluarkan air kencing, bahkan setetes dua tetes saja. Kemudian, pada tanggal 8 dirujuk, Annisyah mengaku cucunya sempat cuci darah sehari sebelum meninggal.

"Kondisi membaik saat cuci darah, kemudian besok pagi dipindah ke ruang ICU. Saya dipanggil dokter kalau Abizar tidak bisa tertolong," kenangnya.

Lebih lanjut Annisyah mengungkap bahwa cucunya tersebut sangat aktif sering bersepeda keliling rumah. Bahkan, Abizar disebut anak yang jarang sakit.

"Keluarga saya tidak ada penyakit ginjal akut, Abizar (cucunya) anak yang pintar kalau maghrib dia mau sholat,"tuturnya.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Cucunya yang bernama lengkap Muhammad Abizar Alghifari itu merupakan anak tunggal, Annisyah menambahkan, bahwa orangtua Abizar bekerja di Papua.

"Ayahnya bekerja di Papua, sedangkan ibunya sedang hamil 6 bulan,"

Dengan penyakit yang dialami cucunya, Annisyah berharap dokter maupun pemerintah bisa menangani kasus penyakit gagal ginjal tersebut agar tidak terjadi pada anak-anak lainnya.

"Saya tolong banget cari tahu penyebabnya (sambil nangis) biar tidak terjadi sama anak-anak lainnya,"harap Annisyah sembari menangis meratapi cucunya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.