Jumat, 05 Jun 2026 00:11 WIB

Cegah Gagal Ginjal Akut, IDAI Sarankan Tak Berikan Paracetamol Sirup Pada Anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Okt 2022 11:27 WIB
Ilustrasi anak sedang menjalani perawatan di rumah sakit
Ilustrasi anak sedang menjalani perawatan di rumah sakit

selalu.id - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan kepada orang tua untuk tidak memberi obat pereda nyeri serta penurun panas paracetamol sirup pada anak terlebih dahulu. Hal ini untuk menghindari dugaan penyebab kasus gagal ginjal pada anak.

Ketua Pengurus IDAI, dr Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, meski ditemukan kasus, namun IDAI belum bisa memastikan apakah obat tersebut salah satu penyebabnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Artinya kita belum berani menyimpulkan ke satu penyebab tunggal, masih investigasi,"kata Piprim, saat konferensi pers melalui zoom, Selasa (18/10/2022).

Sebagai kewaspadaan dini, IDAI mengeluarkan rekomendasi untuk tidak menggunakan obat paracetamol sirup dulu.

"Akan tetapi memang belajar dari adanya kasus Gambia, belajar juga dari kecurigaan etilen glikol yang salah satunya dilaporkan (pada) paracetamol sirup,"ujarnya.

Tetapi, untuk kewaspadaan dini, kata dia, pihaknya hanya merekomendasikan obat itu untuk tidak dikonsumsi dulu pada anak.

Meski begitu, bukan berarti hal itu untuk menghentikan peredaran obat. Sebab, melarang atau manarik obat bukanlah wewenang IDAI.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

"Ini sebagai kewaspadaan dini ya, untuk kandungan obat dan lainnya masih harus berkoordinasi dengan BPOM,"jelasnya.

Lebih lanjut Piprim menceritakan, dalam beberapa kasus gagal ginjal akut misterius itu, ada salah seorang warga atau ibu asal Jogjakarta yang mempunyai empat anak. Diantaranya tiga anaknya tersebut sedang mengalami pilek. Sehingga, adiknya yang satu tertular.

"Kakak-kakaknya (empat anaknya) dikasih paracetamol sirup batuk pilek. Oke oke aja. Tapi adiknya yang bayi tidak dikasih apa-apa, kemudian terkena (gagal ginjal) ini lalu meninggal,"jelasnya.

"Ini gara-gara paracetamol sirup? Belum sepenuhnya disitu. Karena juga ada yang terkena tidak konsumsi Paracetemol Sirup," jelasnya.

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

Piprim menilai ada beberapa teori yang menyebabkan penyakit gagal ginjal akut tersebut pada anak, misal, bisa saja dari monosodium glutamate (MSG).

"Tapi kalau MSG seperti biasa kita berpengalaman dari obat-obatan. Tapi, ada juga pasien yang membaik dan ada juga kecurigaan obat yang lain. Saat ini kita periksa di Labfor,"tuturnya.

"Masih diidentifikasi bisa saja MSG. Karena dari beberapa daerah profilnya beda-beda. Ada yang diobati ini membaik ada juga yang enggak. Ini masih misterius,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.