Senin, 02 Feb 2026 19:27 WIB

Cegah Gagal Ginjal Akut, IDAI Sarankan Tak Berikan Paracetamol Sirup Pada Anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Okt 2022 11:27 WIB
Ilustrasi anak sedang menjalani perawatan di rumah sakit
Ilustrasi anak sedang menjalani perawatan di rumah sakit

selalu.id - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan kepada orang tua untuk tidak memberi obat pereda nyeri serta penurun panas paracetamol sirup pada anak terlebih dahulu. Hal ini untuk menghindari dugaan penyebab kasus gagal ginjal pada anak.

Ketua Pengurus IDAI, dr Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, meski ditemukan kasus, namun IDAI belum bisa memastikan apakah obat tersebut salah satu penyebabnya.

Baca Juga: Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

"Artinya kita belum berani menyimpulkan ke satu penyebab tunggal, masih investigasi,"kata Piprim, saat konferensi pers melalui zoom, Selasa (18/10/2022).

Sebagai kewaspadaan dini, IDAI mengeluarkan rekomendasi untuk tidak menggunakan obat paracetamol sirup dulu.

"Akan tetapi memang belajar dari adanya kasus Gambia, belajar juga dari kecurigaan etilen glikol yang salah satunya dilaporkan (pada) paracetamol sirup,"ujarnya.

Tetapi, untuk kewaspadaan dini, kata dia, pihaknya hanya merekomendasikan obat itu untuk tidak dikonsumsi dulu pada anak.

Meski begitu, bukan berarti hal itu untuk menghentikan peredaran obat. Sebab, melarang atau manarik obat bukanlah wewenang IDAI.

Baca Juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir, hingga Fee Istri Siri

"Ini sebagai kewaspadaan dini ya, untuk kandungan obat dan lainnya masih harus berkoordinasi dengan BPOM,"jelasnya.

Lebih lanjut Piprim menceritakan, dalam beberapa kasus gagal ginjal akut misterius itu, ada salah seorang warga atau ibu asal Jogjakarta yang mempunyai empat anak. Diantaranya tiga anaknya tersebut sedang mengalami pilek. Sehingga, adiknya yang satu tertular.

"Kakak-kakaknya (empat anaknya) dikasih paracetamol sirup batuk pilek. Oke oke aja. Tapi adiknya yang bayi tidak dikasih apa-apa, kemudian terkena (gagal ginjal) ini lalu meninggal,"jelasnya.

"Ini gara-gara paracetamol sirup? Belum sepenuhnya disitu. Karena juga ada yang terkena tidak konsumsi Paracetemol Sirup," jelasnya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Piprim menilai ada beberapa teori yang menyebabkan penyakit gagal ginjal akut tersebut pada anak, misal, bisa saja dari monosodium glutamate (MSG).

"Tapi kalau MSG seperti biasa kita berpengalaman dari obat-obatan. Tapi, ada juga pasien yang membaik dan ada juga kecurigaan obat yang lain. Saat ini kita periksa di Labfor,"tuturnya.

"Masih diidentifikasi bisa saja MSG. Karena dari beberapa daerah profilnya beda-beda. Ada yang diobati ini membaik ada juga yang enggak. Ini masih misterius,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.

Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Rakyat Butuh Pemimpin yang Jujur!

Prabowo mengatakan, harapan rakyat yang menginginkan pemimpin baik, adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan rakyat bukan harapan segelintir orang.