Selasa, 21 Jul 2026 21:46 WIB

Cegah Gagal Ginjal Akut, IDAI Sarankan Tak Berikan Paracetamol Sirup Pada Anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Okt 2022 11:27 WIB
Ilustrasi anak sedang menjalani perawatan di rumah sakit
Ilustrasi anak sedang menjalani perawatan di rumah sakit

selalu.id - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan kepada orang tua untuk tidak memberi obat pereda nyeri serta penurun panas paracetamol sirup pada anak terlebih dahulu. Hal ini untuk menghindari dugaan penyebab kasus gagal ginjal pada anak.

Ketua Pengurus IDAI, dr Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, meski ditemukan kasus, namun IDAI belum bisa memastikan apakah obat tersebut salah satu penyebabnya.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

"Artinya kita belum berani menyimpulkan ke satu penyebab tunggal, masih investigasi,"kata Piprim, saat konferensi pers melalui zoom, Selasa (18/10/2022).

Sebagai kewaspadaan dini, IDAI mengeluarkan rekomendasi untuk tidak menggunakan obat paracetamol sirup dulu.

"Akan tetapi memang belajar dari adanya kasus Gambia, belajar juga dari kecurigaan etilen glikol yang salah satunya dilaporkan (pada) paracetamol sirup,"ujarnya.

Tetapi, untuk kewaspadaan dini, kata dia, pihaknya hanya merekomendasikan obat itu untuk tidak dikonsumsi dulu pada anak.

Meski begitu, bukan berarti hal itu untuk menghentikan peredaran obat. Sebab, melarang atau manarik obat bukanlah wewenang IDAI.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

"Ini sebagai kewaspadaan dini ya, untuk kandungan obat dan lainnya masih harus berkoordinasi dengan BPOM,"jelasnya.

Lebih lanjut Piprim menceritakan, dalam beberapa kasus gagal ginjal akut misterius itu, ada salah seorang warga atau ibu asal Jogjakarta yang mempunyai empat anak. Diantaranya tiga anaknya tersebut sedang mengalami pilek. Sehingga, adiknya yang satu tertular.

"Kakak-kakaknya (empat anaknya) dikasih paracetamol sirup batuk pilek. Oke oke aja. Tapi adiknya yang bayi tidak dikasih apa-apa, kemudian terkena (gagal ginjal) ini lalu meninggal,"jelasnya.

"Ini gara-gara paracetamol sirup? Belum sepenuhnya disitu. Karena juga ada yang terkena tidak konsumsi Paracetemol Sirup," jelasnya.

Baca Juga: Wapres Gibran Puji Perekonomian Jatim

Piprim menilai ada beberapa teori yang menyebabkan penyakit gagal ginjal akut tersebut pada anak, misal, bisa saja dari monosodium glutamate (MSG).

"Tapi kalau MSG seperti biasa kita berpengalaman dari obat-obatan. Tapi, ada juga pasien yang membaik dan ada juga kecurigaan obat yang lain. Saat ini kita periksa di Labfor,"tuturnya.

"Masih diidentifikasi bisa saja MSG. Karena dari beberapa daerah profilnya beda-beda. Ada yang diobati ini membaik ada juga yang enggak. Ini masih misterius,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.