Kamis, 04 Jun 2026 05:19 WIB

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang Tewaskan 127 Orang, Rata-rata Sesak Nafas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 02 Okt 2022 08:45 WIB
Suasana di Stadion Kanjuruhan Malang, usai polisi menembakkan gas air mata ke suporter
Suasana di Stadion Kanjuruhan Malang, usai polisi menembakkan gas air mata ke suporter

selalu.id - Sebanyak 127 orang tewas atas kerusuhan yang terjadi usai pertandingan sepakbola antara Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/9/2022). Hal itu disampaikan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta.

Nico mengatakan, dari 127 orang yang tewas, dua diantaranya dua anggota kepolisian. Serta ratusan korban lainnya masih dirawat di rumah sakit terdekat.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Perpanjang Kontrak Francisco Rivera

"Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua diantaranya anggota Polri. Yang meninggal di stadion ada 34 orang," kata Nico Afinta, di Mapolres Malang pada Minggu pagi (2/10/2022).

Nico mengatakan, yang meninggal tersebut kebanyakan korban yang telah dibawa ke Rumah Sakit. Sebab, Mereka tak tertolong karena sudah dalam kondisi buruk saat kerusuhan terjadi.

Baca Juga: Ada yang Bertahan, Ada yang Pergi: Bruno Paraiba Resmi Tinggalkan Persebaya

"Mereka pergi keluar ke satu titik di pintu keluar, kalau enggak salah itu 10 atau pintu 12. Kemudian terjadi penumpukan di dalam,"ujarnya

Mereka yang meninggal tersebut, akibat sesak nafas karena penumpukan di satu titik saat hendak keluar di salah satu pintu stadion.

Baca Juga: Tampil Konsisten Sepanjang Musim, Persebaya Perpanjang Kontrak Francisco Rivera

"Proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen, yang oleh tim medis dan tim gabungan ini dilakukan upaya penolongan yang ada di dalam stadion," jelasnya.

Korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat mulai RS Wava Husada, RS Teja Husada, RSUD Kanjuruhan. Dan dilarikan ke beberapa rumah sakit di Kota Malang. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.