Senin, 02 Feb 2026 00:15 WIB

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang Tewaskan 127 Orang, Rata-rata Sesak Nafas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 02 Okt 2022 08:45 WIB
Suasana di Stadion Kanjuruhan Malang, usai polisi menembakkan gas air mata ke suporter
Suasana di Stadion Kanjuruhan Malang, usai polisi menembakkan gas air mata ke suporter

selalu.id - Sebanyak 127 orang tewas atas kerusuhan yang terjadi usai pertandingan sepakbola antara Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/9/2022). Hal itu disampaikan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta.

Nico mengatakan, dari 127 orang yang tewas, dua diantaranya dua anggota kepolisian. Serta ratusan korban lainnya masih dirawat di rumah sakit terdekat.

Baca Juga: Rangkaian HPN 2026, PWI Mojokerto Gelar Turnamen Futsal Tingkat SMP 

"Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua diantaranya anggota Polri. Yang meninggal di stadion ada 34 orang," kata Nico Afinta, di Mapolres Malang pada Minggu pagi (2/10/2022).

Nico mengatakan, yang meninggal tersebut kebanyakan korban yang telah dibawa ke Rumah Sakit. Sebab, Mereka tak tertolong karena sudah dalam kondisi buruk saat kerusuhan terjadi.

Baca Juga: Identitas Mayat di Wonokusumo Terungkap, Diduga Dibacok Sekitar 60 Meter dari TKP

"Mereka pergi keluar ke satu titik di pintu keluar, kalau enggak salah itu 10 atau pintu 12. Kemudian terjadi penumpukan di dalam,"ujarnya

Mereka yang meninggal tersebut, akibat sesak nafas karena penumpukan di satu titik saat hendak keluar di salah satu pintu stadion.

Baca Juga: Diduga Sopir Mengantuk, Truk Cabai Tewaskan Pemotor di Mojokerto

"Proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen, yang oleh tim medis dan tim gabungan ini dilakukan upaya penolongan yang ada di dalam stadion," jelasnya.

Korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat mulai RS Wava Husada, RS Teja Husada, RSUD Kanjuruhan. Dan dilarikan ke beberapa rumah sakit di Kota Malang. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.