Selasa, 20 Okt 2026 10:43 WIB

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang Tewaskan 127 Orang, Rata-rata Sesak Nafas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 02 Okt 2022 08:45 WIB
Suasana di Stadion Kanjuruhan Malang, usai polisi menembakkan gas air mata ke suporter
Suasana di Stadion Kanjuruhan Malang, usai polisi menembakkan gas air mata ke suporter

selalu.id - Sebanyak 127 orang tewas atas kerusuhan yang terjadi usai pertandingan sepakbola antara Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/9/2022). Hal itu disampaikan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta.

Nico mengatakan, dari 127 orang yang tewas, dua diantaranya dua anggota kepolisian. Serta ratusan korban lainnya masih dirawat di rumah sakit terdekat.

Baca Juga: Hasil Super League Persebaya vs Isenmulang Kalteng FC, Bajol Ijo Menang Tipis

"Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua diantaranya anggota Polri. Yang meninggal di stadion ada 34 orang," kata Nico Afinta, di Mapolres Malang pada Minggu pagi (2/10/2022).

Nico mengatakan, yang meninggal tersebut kebanyakan korban yang telah dibawa ke Rumah Sakit. Sebab, Mereka tak tertolong karena sudah dalam kondisi buruk saat kerusuhan terjadi.

Baca Juga: KONI Sidoarjo Mulai Babak Baru, Fokus Persiapan Porprov 2027

"Mereka pergi keluar ke satu titik di pintu keluar, kalau enggak salah itu 10 atau pintu 12. Kemudian terjadi penumpukan di dalam,"ujarnya

Mereka yang meninggal tersebut, akibat sesak nafas karena penumpukan di satu titik saat hendak keluar di salah satu pintu stadion.

Baca Juga: Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

"Proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen, yang oleh tim medis dan tim gabungan ini dilakukan upaya penolongan yang ada di dalam stadion," jelasnya.

Korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat mulai RS Wava Husada, RS Teja Husada, RSUD Kanjuruhan. Dan dilarikan ke beberapa rumah sakit di Kota Malang. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.