Kamis, 04 Jun 2026 06:57 WIB

Dampak Kenaikan Harga BBM, Sopir Angkot di Surabaya Minta Penyesuaian Tarif

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 21 Sep 2022 12:22 WIB
Suasana di Terminal Joyo Boyo, Surabaya
Suasana di Terminal Joyo Boyo, Surabaya

selalu.id - Para sopir angkot di Surabaya mendesak pemerintah kota untuk segera menyesuaikan tarif terkait kenaikan harga BBM.

Semenjak kenaikan harga BBM, mereka terpaksa menaikkan tarif angkutannya sendiri untuk menutupi kerugian, meskipun belum ada kenaikan harga resmi dari pemerintah.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Kami akhirnya menaikkan tarif angkot kami sebesar Rp 2.000 untuk setiap trayek,"ungkap Sukardi, salah satu sopir angkot di Surabaya, Rabu (21/9/2022).

Sukardi menyampaikan, penumpang angkot semakin hari semakin menurun. Terlebih sejak kenaikan harga BBM.

"Bahkan ada yang tidak mendapat untung sama sekali saking sepinya," ujarnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Sebab itu, Sukardi mengungkapkan, sopir angkot yang ada di Surabaya meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya untuk segera mengambil kebijakan soal penyesuaian tarif angkot.

"Karena itu, kami meminta Dinas Perhubungan Surabaya untuk mengambil kebijkan dengan segera terkait kenaikan tarif," terangnya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Endang, warga Surabaya yang mengaku masih membutuhkan jasa angkot meminta pemerintah segera mencari solusi atas permasalahan ini. Endang mengaku khawatir jika para sopir angkot mogok kerja lantaran merugi.

"Kita berharapnya pemerintah mampu mencarikan solusi yang tepat, sehingga masyarakat dapat menikmati kendaraan umum dengan harga yang terjangkau," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.